The Last Element's Master

HomeForumKomentar BacaanThe Last Element's Master

Komentar untuk The Last Element's Master


Halaman sebelum 1 2 3 4 ... 21 22 23 24 25 26 27 ... 29 30 31 32 sesudah
#461
Koki 6 November 2011 jam 11:05am  

Wah..masih brp chapter lg nih..? Tmbh teruuss..smpk Tamat.mat. Thanks suheng.

#462
sontrot 6 November 2011 jam 11:26am  

gue kayak lo-tong kok, nggak tahu juga apa yang terjadi... :(( :((

gak sabar ingin lanjutannya,segeraaa... apa yang terjadi? asai memang mendebarkan... :)

#463
groho 6 November 2011 jam 12:26pm  

Hanya satu kata,

.... W A H ....

#464
jiwas 6 November 2011 jam 12:36pm  

Saya tambahkan yaa :

Luar biasa .....

Harapan saya :
mudah-mudahan berlanjut dg baik sampai tamat.

#465
h3ry 6 November 2011 jam 12:53pm  

antap bos lanjut terus kita dukung :) :))

#466
arisganteng 6 November 2011 jam 2:25pm  

Lanjutan nya kapan nya suhu^~^ makin keren banget nya cerita nya...kalo baca cersil ini jagoan nya si asai jadi inget jaka bayu di seruling sakti.. ^~^

#467
Handayani 6 November 2011 jam 3:28pm  

:) :) mantab suhu ,,,..lanjut, makin seru dan hebat...

#468
Renjana 6 November 2011 jam 3:42pm  

Terima kasih Suhu, makin asik saja, aku juga ikut bingung koq, hehe ....... Kapan ada lanjutannya nih, sekali lagi terima kasih Suhu.

#469
akanksant 6 November 2011 jam 4:50pm  

Makin mantap...smoga cepat kelanjutan nya..

#470
akanksant 6 November 2011 jam 4:54pm  

arisganteng menulis:
Lanjutan nya kapan nya suhu^~^ makin keren banget nya cerita nya...kalo baca cersil ini jagoan nya si asai jadi inget jaka bayu di seruling sakti.. ^~^
The Last Element Master,Seruling Sakti,dan 8 Lingkaran Dewa merupakan Cinkeng yg luar biasa..gk kalah sama karya Khu lung ma Chin yung..

#471
danielson 6 November 2011 jam 6:08pm  

Wah wah... tambah hebat aja ceritanya... jangan bikin pembaca mati penasaran dong.

#472
risal 6 November 2011 jam 7:12pm  

sepertinya masih panjang......kagak sabar :((

calon penerus...SH Mintardja, arswendo :)

#473
Thom 6 November 2011 jam 9:29pm  

(4)Penasaran.....oh penasaran....
Tak sabar menanti kelanjutannya...
cerita yg sangat apik dan sangat menarik....
semoga upload lanjutannya bisa tiap hari... :)) :)) :D

#474
rduyk 6 November 2011 jam 9:43pm  

he he apa yang terjadi tentunya lihat pada upload selanjutnya, thank's cin keng nya ups nyaris tak bernapas membaca cinkeng inim saking asyiknya tau-tau lho apa yang terjadi?

#475
Marsmyth 7 November 2011 jam 8:13am  

fighting scene-nya hebat banget.. sampai tahan nafas bacanya.
Salut!!

#476
kikoman 7 November 2011 jam 8:35am  

suhu, terusin cepet-an, waduh seru banget, ggak tahan nunggu, ma kasih banyak atas tulisan cerita ini.

#477
Garth 7 November 2011 jam 1:36pm  

“Satu peristiwa yang dialami oleh beberapa tokoh cerita pada waktu yang bersamaan dan diceritakan dari sudut pandang masing masing tokoh”, itu yang cahye temukan dichapter ini.
Ini teknik penulisan tingkat tinggi dan jarang digunakan pun tidak mudah dilakukan. Dan teknik penceritaan seperti ini lebih sering digunakan dalam film ketimbang dalam cersil.

Kenapa teknik ini lebih banyak dipakai dalam film ketimbang dalam cersil (buku)??? Hal ini dikarenakan teknik ini sangat menyita halaman (mesti menceritakan peristiwa dari sudut pandang banyak tokoh). Kalau tidak hati-hati / salah dalam “penggunaannya” akan menimbulkan kesan “cerita yang diulang-ulang”, yang efeknya malah akan membingungkan pembaca. Selain itu kalau tidak focus menggarapnya, malah akan keluar dari teknik yang ada. Itu sebabnya film lebih banyak mengadopsi teknik ini ketimbang buku.

Tapi *menurut cahye* bung/non Nest_or berhasil dengan sangat baik menggunakannya, bahkan cahye cukup terkejut teknik ini bisa selesai hanya dalam satu bab saja :o ini sungguh tidak mudah :))

Dan bukan hanya itu, cahye pikir scene fighting di chapter ini intinya pun sangat sederhana dan singkat sekali, hingga bisa dikatakan begitu tarung dimulai, udah langsung selesai (selesai hanya dalam 1-2 jurus saja). Tapi sekali lagi cahye terkejut, bung/non Nest_or ini sanggup membuat hal yang sebenarnya sederhana dan biasa itu jadi sesuatu yang berbeda :))
Adakah anda ini seorang penulis professional ??? :))

Satu kata buat chapter ini : AMAZING!!!
Semoga terus berlanjut sampai tamat :)

#478
Garth 7 November 2011 jam 2:33pm  

oya satu lagi... mengenai "apa yg terjadi", cahye punya dugaan kalo jawabannya adalah racun bius dan pelemas otot.... benarkah demikian? :p

#479
rompas 7 November 2011 jam 2:52pm  

Yang pasti si Asai hebat bro, and yang pasti lagi, dipercepat sedikit edaran ceritanya.

Heheheeh :)) :x

#480
Nest_or 8 November 2011 jam 2:29pm  

Chapter 30 ini awalnya pingin dibahas sedikit lebih dalam biar semuanya jelas, tapi karena mepetnya waktu terpaksa gw rubah modelnya, penggambaran suasana gw cut semaksimal mungkin, dialognya pun dibabat habis, gw coba eksperimen dijalur cepat tanpa buat cerita jadi flat. Ini karena dlm seminggu gw cuma ada waktu luang hari sabtu minggu, kalo kemaren ga selesai ditulis, berarti batal upload dan mesti nunggu akhir pekan berikut. Kasian pembaca plus gw jadi mundur dari jadwal. akhirnya gw upload juga dengan harapan mudah2an isinya udah cukup jelas bagi pembaca.

Tapi kliatannya gagal yah? Jadi rada kaget juga… :((

Kenapa dichapter2 sebelumnya gw banyak buang waktu tuk penggambaran suasana hutan, usaha siang malam si a sai dalam berlatih dan keadaan tubuh lo-tong? Satu diantaranya tuk pertarungan a sai vs lo-jie ini. Harapannya biar pembaca jadi ada gambaran sebab kemenangan a sai, dan dengan mengaitkan ketiga hal diatas, rasanya mudah bagi pembaca menarik kesimpulan. kalo pembaca udah tahu maka gw bisa langsung lompat ke kejadian berikut, akan lumayan menghemat waktu/halaman.

Soal “kenapa lo-jie bisa kalah?” :
Sejak awal a sai udah coba gw gambarkan sebagai orang yg bisa dibilang punya tubuh yg nyaris tak mempan racun. Sedangkan Racun bius pelemas otot.
gw gambarkan sebagai jenis racun yg sangat keras dan cepat daya kerjanya, saking lihaynya hingga saat racun bekerja sama sekali tak menunjukkan gejala seperti umumnya jika kena racun, saat sadar terkena, udah terlambat. Saat itu a sai tak sanggup lama-lama menyerang jaring yang penuh racun ini, bahkan semua usahanya seperti menahan nafas, membungkus tubuh dengan kain, mencari cara melawan daya kerja racun ini dalam kitab thian bun pun tak berhasil melawan racun yg ada (lihat chapter 27-28).
Lo-jie sebaliknya walau juga seorang ahli racun tapi ia tak mengenal satu dua jenis racun yang ada, bahkan sebelum mendekati asai, terlebih dulu harus minum 3 butir pil untuk mencegah kemungkinan terkena racun.
Kalo si asai aja masih juga tak kuasa melawan pengaruh racun ini, apa lagi Lo-jie?
A sai pun tak berani secara langsung menyentuh permukaan jaring dan memilih berdiri diatas tongkat, bahkan saat bertarung pun ia lebih memilih menyerang dari udara ini karena ia cukup paham keampuhan racun pada jaring, sebaliknya Lo-jie sejak awal sudah menginjak permukaan jaring saat sedang berusaha mendekati a sai, saat bertarung pun tetap menginjak jaring. Tak menyentuh langsung saja bisa terkena racun, apalagi langsung menginjak jaring seperti itu? akibatnya semakin lama kemampuan lo-jie jadi semakin menurun tanpa dia sendiri menyadarinya.
Jadi kenapa lojie bisa kalah? Salah satu faktor adalah karena a sai mengenal situasi dan medan yang ada dan memanfaatkannya dengan sebaik mungkin, lawannya. tidak. untuk faktor kecil lainnya silahkan dikira2 sendiri :))

Soal “kebingungan lo-tong” :
Sebenarnya tak ada yg aneh, ingat ga… disini gw coba nulis jalannya pertarungan dari sudut pandang lo-tong, bukan sudut pandang gw/penulis :D
Kondisi tubuh lo-tong udah mirip dengan orang biasa yg tak bisa silat. Walau ia yg senantiasa memberi petunjuk selama sebulan terakhir pada a sai tapi bagaimana mungkin ia bisa mengikuti kemajuan pemuda itu dengan kemampuannya yg sekarang dimilikinya? Kalau pertarungan antara a sai dan lo-jie aja ga sanggup diikuti oleh mata lo-tong, bagaimana ia dapat menilai pertarungan tersebut dengan baik? wajar aja dia bingung :))
Jangan lupa pemuda itu berlatih menyerang jaring yg berada puluhan tombak diatas kepalanya, ini berarti berlatih bukan hanya “keampuhan jurus serangan” tapi juga berlatih meningkatkan ginkang, lweekang, daya tahan tubuh terhadap racun dan indera-indera lain ditubuhnya. Apalagi ia berlatih sungguh2 siang malam dan hanya berhenti kalau tubuhnya sudah nyaris tak bisa digerakan lagi, dengan berlatih secara demikian kerasnya ditambah dengan dasar tubuhnya yang berbeda, otomotis kemajuan yang dicapainya besar sekali.
Sebaliknya lo-tong, kalau matanya saja tak bisa mengikuti gerakan pemuda itu, bagaimana ia bisa menilai tingkat ilmu silat a sai sekarang? Ia hanya bisa mengira-ngira berdasarkan pengalaman diwaktu lampau tapi soal sampai dimana tingkat ilmu silat a sai hanya a sai yg tahu, lo-tong tak mungkin mengetahuinya :))

Kira2 demikian, mudah2an udah ga penasaran lagi soal ini.

Bagian “apa yg terjadi ini” kalo ada waktu lebih, akan gw masukan dichapter berikut, tapi kalo mepet waktunya, gw akan langsung lanjut ke kejadian berikut. Gw anggap udah cukup jelas dibahas disini. Kalau ada yg terasa ganjil bagi pembaca dan ingin ditanyakan, silahkan aja.
Thanks tuk semua posting pembaca yg masuk, lanjutannya bisa dicek pada akhir pekan nanti.
Gbu all :)

Halaman sebelum 1 2 3 4 ... 21 22 23 24 25 26 27 ... 29 30 31 32 sesudah