Pedang Angin Berbisik (TAMAT)

HomeForumKomentar BacaanPedang Angin Berbisik (TAMAT)

Komentar untuk Pedang Angin Berbisik (TAMAT)


Halaman sebelum 1 2 3 4 ... 26 27 28 29 30 31 sesudah
#561
Han1977 4 Februari 2013 jam 8:31pm  

@kikoman thanks, ini dah tamat ^^, soal cerita berikutnya saya masih bingung apa off dulu, pikir baik2 dan menulis. Atau seperti PAB, tulis aja terus sembari mikir.

@ysn26, ya, di blog saya sempat menulis, sebenarnya saya merasa gagal dalam menceritakan PAB ini dari sisi percintaannya. Porsi Ying Ying terlalu kecil, pdhl harusnya Ying Ying ini adalah cinta pertama dan hampir bisa dikatakan (setidaknya harapan penulis) cinta sejati Ding Tao.

Jadi ending PAB ini antara happy & sad ending. Happy krn keberhasilan Ding Tao dan bgmnpun juga dia hidup berbahagia dgn Murong berdua.

Tapi juga sad ending, krn Ding Tao dan Hua Ying Ying, yg harusnya (harusnya pengarang bisa membuat sekalian pembaca ingin mereka berdua bersatu) gagal bersatu dalam ikatan suami-isteri.

Sad ending itu sendiri, adalah akibat perbuatan Ding Tao, yang tidak bisa menahan diri saat digoda oleh Murong Yun Hua.

Jadi tetap ada satu wejangan, apapun tindakan kita, selalu membawa satu akibat. Jadi hati2lah dalam bertindak.

#562
Goestejo 4 Februari 2013 jam 8:41pm  

Saya cuma.bisa memuji bagus .baguuus bung trims

#563
ysn26 4 Februari 2013 jam 8:43pm  

han1977@menurutku ending PAB ini cukup sempurna.andai hua ying ying menjadi istri ding tao,secara logika jg gk mgkin menerima murong yun hua yg tlah merenggut kebahagiaannya dg menghabisi keluarganya,kecuali setelah pengembaraannya menemukan pencerahan rohani sprti yg dialami ding tao.selain itu jg yun hua akan slalu terbebani penyesalan kpd ying ying.sehingga keluarga mereka krg harmonis.

#564
irmaya 4 Februari 2013 jam 9:06pm  

sangat memuaskan. Terimakasih banyak mas han. Ditunggu kisah berikutnya.. Atau lanjutkan saja kisah yg sebelumnya pernah ditulis, sy yakin akan banyak pengembangan cerita, spt yg terjadi pada PAB. Semangat!

#565
kepyar 4 Februari 2013 jam 9:11pm  

Tadi sore dah baca di blog :D :D :D,
Tapi saya lebih setuju dengan ending seperti ini, karena meski Hua Ying Ying adalah cinta pertama atau ungkin cinta sejati tidak selamannya cinta berjalan mulus dengan takdir.
Dalam setiap pikiran lelaki, pertimbangan yang matang jauh diutamakan daripada perasaan sendiri.. Butuh kearifan dalam menentukan tiap keputusan besar..
Saluttt,... ditunggu tulisan selanjutnya..
:p :p :p

#566
kepyar 4 Februari 2013 jam 9:13pm  

Mbak Irmaya, mas Didit kemana nih?? Si Bengalnya ditunggu hehee,... malah jalan-jalan ke UGM :D:D:D:D:D:D

#567
ekaputra 4 Februari 2013 jam 9:52pm  

puas..puas..

#568
Arirang 4 Februari 2013 jam 10:46pm  

puas bgt dgn endingny.. mangstaab abiz..

#569
silalahi 4 Februari 2013 jam 11:22pm  

akhir yang memuaskan.
selamat saudara Han1977 untuk kepiawaiannya mengolah cerita silat ini!

ditunggu juga cerita silat lainnya, entah lanjutan Ding Tao atau kisah yang baru. tapi saya lebih suka jika kisah Ding Tao tidak dibuat lebih panjang lagi. takutnya menjadi seperti komik Long Hu Men karya Tony Wong yang tidak jelas akhir kisahnya.

#570
kurotagusu 5 Februari 2013 jam 7:34am  

akhirnya bisa baca (baca dr hp susah banget buka linknya) habis ini akan mulai baca dari awal
kionghi kionghi PAB sudah selesai
di tunggu karya berikutnya

#571
teddy_tera 5 Februari 2013 jam 10:39am  

Sebuah cerita yang sangat bagus, terima kasih banyak buat Suhu Han1977 yang sudah berjerih payah menulis cerita ini hingga tamat, ditunggu karya2 yang mantap berikutnya... tidak lupa saya doakan semoga Suhu Han1977 sehat dan sukses selalu.... :)

#572
khoirul 5 Februari 2013 jam 12:20pm  

uuuending yang aneh.......menyalahi rasa keadilan bulim apalagi sebagai serang bengcu ...!
mestinya yun hua bunuh diri sbgi penebusan dosa...! :?

#573
Perwito 5 Februari 2013 jam 12:54pm  

Akhirnya selesai sudah rasa penasaran ini, suatu bentuk cersil yang paling logis yang pernah saya baca. Terima kasih suhu....
, semoga suhu senantiasa diberikan kesehatan dan siap menunggu sequelnya.

#574
Han1977 5 Februari 2013 jam 1:22pm  

@Goestejo, @ekaputra, @ Arirang, @silalahi, @kurotagusu, @teddy_tera, @perwito, @ysn26, @kepyar, @khoirul

Terima kasih sudah mengikuti PAB sampai tamat, syukur kalau merasa puas dengan hasilnya. Kalau ada ending yang terasa mengganjal, saya kembalikan semuanya ke pembaca.

@mbak Irmaya, masih pingin nyepi dulu mbak, setelah dikejar2 terus oleh target tamat, yg sepertinya tidak kunjung tiba. Selama menulis kan ga bisa baca2, santai2, skrg saya mau santai2 di indozone, baca2 cersil yg lain.

Jadi Mas Didit, gantian disuruh ngebut mbak, hehehe.

=================

Ttg kritik khoirul bahwa ending PAB menyalahi rasa keadilan bulim, saya setuju.

Ada banyak kejahatan yg lewat begitu saja, kematian Bhiksu Khongzhen & Pendeta Chongxan, kematian Ma Songquan, dkk, kematian banyak anggota keluarga Huang, dst.

Para pelakunya tidak terhukum.

Di mana rasa keadilan Ding Tao? Buat saya ada yg logis dalam keputusan Ding Tao. Demi menghindari pertumpahan darah, ada tokoh2 besar yg bersalah, diberi jalan mundur tanpa diusut kesalahannya. (Zhong Weixia, Pan Jun, Guang Yong Kwang -> terlibat dalam pembantaian keluarga Huang selain juga matinya dua orang tetua).

Ada tokoh2 kecil yg terlibat juga diberi jalan keluar.

Ada yg mengkhianati sahabat krn silau oleh kecantikan, juga dibiarkan tidak diurus panjang lebar.

Ya, ada banyak ketidak adilan.

Alangkah lebih tidak adil, jika kemudian ada 1 orang dihukum demi rasa keadilan, sementara pelaku2 aktif yg lain melenggang kangkung.

Kenapa Murong Yun Hua harus bunuh diri? Apakah karena dia wanita? Kalau dia pezinah, harusnya pasangannya bunuh diri juga, itu perbuatan bukan sendirian, perlu 2 orang. Krn pembunuhan2 yg terjadi? Berarti pelaku2 lainnya harus dihukum juga.

Kalau yg lain dihukum juga, tentu mereka tidak akan mendukung Ding Tao menghadapi Murong Yun Hua. Mereka akan mendukung Murong Yun Hua utk menghadapi Ding Tao. Berapa puluh ribu orang harus dibunuh Ding Tao hari itu, untuk menjaga rasa keadilan? Bisa yakin, tidak ada orang yg tidak bersalah, tidak ikut terbunuh pada saat itu?

Di luar itu, ada latar belakang Murong Yun Hua jadi jahat, sementara Zhong Weixia & Guang Yong Kwang jadi jahat krn ambisi, Bai Chungho krn tamak akan harta.

Di antara 4 orang itu, mana yang lebih pantar dipanggil penjahat?

===========

Ini sekedar masukan, saya harap tidak menjadi perdebatan panjang lebar.

#575
waluya 5 Februari 2013 jam 2:47pm  

hebat...dan ....salut ....karya suhu Hans....apalagi dalam mengambil keputusan akhir Ding To....salut.....Ding To benar2 seorang pemimpin berjiwa kasih" seperti dlm Alkitab" siapa yang merasa tidak berdosa silahkan melempari pelacur itu dengan batu....." sama seperti Ding To...siapa sih yang tidak pernah berbuat salah.....hehehe......, hanya ide saja andaikata ada kelanjutannya.....janganlah kebahagiaan murong yun hoa diracuni oleh iri dan cemburu dengan Huang Ying Ying, malah penuhkanlah sifat kasih dalam hidupnya karena pengaruh kasih dan kelembutan Ding To.....hehe...tapi apapun saya siap untuk menunggu kelanjutan suhu Hans berikutnya. Sukses selalu dalam segala hal untuk suhu Hans dan keluarga. Tuhan memberkati

#576
Han1977 5 Februari 2013 jam 4:40pm  

Hari ini baru saja saya terpikir, ttg penulisan ulang dan pembukuan PAB, rencana saya stlh ditulis ulang, PAB dibukukan lewat percetakan POD spt nulisbuku.com dgn royalty penulis = Rp 0,-.

----------------

Jadi begini, kalau dibukukan dlm bentuknya skrg menurut saya belum pantas.

Kalau menulis ulang, saya mohon dan butuh bantuan. Jadi kalaupun nanti sampai dibukukan saya merasa tidak pantas mendapatkan sesuatu dari buku yg dicetak (toh dikerjakan sama-sama), jadi buku saja saya sudah senang. Tp tentu saja, tergantung ada brp banyak yg mau beli dan ada berapa banyak yg mau bantu.

Lebih jelasnya mohon mampir di blog untuk urun pendapat:
http://hanmeng-pab.blogspot.com/2013/...g-pab.html

#577
andthe 5 Februari 2013 jam 5:26pm  

makasih atas tamatnya serial PAB..
moga di sambung dengan serial ding tao yg lain dengan ending mengawini hua ying ying dan wang shu lin...
thanks mas bro..

#578
zinandy 7 Februari 2013 jam 12:41am  

......trima kasih......

#579
sigith 7 Februari 2013 jam 11:05am  

aiicchhh....tebakan tentang siapa istri dingtao akhirnya salah semua, tetep yun hua ma huo lin yang jadi istri ding dong. biasanya di cersil2 yang pernah saya baca tokoh antagonis dibikin mati semua waktu tamat, tapi hanheng telah membuat terobosan baru. saya sungguh menikmati cerita ini, makasih atas jerih payahnya. tapi kayaknya harus di buat sekuelnya nih kalau gini biar tau gimana nasib ren zuocan, zhong weixia, guan yong kwang, bai chung ho dan tokoh2 antagonis lainnya gimana? apakah ambisi mereka tetep menyala? meng ho jangan selurus ding tao lah, nakal tapi tetep berjiwa ksatria gitu.

#580
Han1977 7 Februari 2013 jam 11:42am  

Soal sequel ada masukan yg bagus di blog, yaitu supaya yg digali lebih lanjut adalah anak Murong Yun Hua dgn Pan Jun.

Dlm pikiran saya ada 2 kemungkinan nuansa :

1. Kalau Meng Ho yg jadi tokoh utama utk sekuel, maka nuansa-nya lebih ke riang. Bisa dilihat karakter Meng Ho yg besar dalam keluarga harmonis, jelas beda dgn Ding Tao yg besar sebagai yatim piatu dan pelayan.

Kemudian, kalau pembaca memperhatikanm diceritakan sewaktu Meng Ho tertawa, terlihat beberapa giginya hilang, kira2 hilang kenapa? Suka berkelahi? Suka ceroboh, grusa-grusu lalu kecelakaan?

Dia juga tidak malu2, berani banyak bertanya pada orang asing yg baru datang ke desanya. Dia membahasakan tamu2nya itu tuan, tandanya dia memandang mereka dari derajat yg tinggi. Tapi tetap saja dia bertanya tanpa sungkan2.

Jadi sudah terlihat karakternya akan beda dgn Ding Tao. Soal lurus tetap lurus, tapi tidak akan seperti Ding Tao.

Nakal? Mungkin. Suka berkelahi? Bisa ya, bisa tidak. Yang pasti nuansa ceritanya akan lebih ringan.

2. Kalau anak Murong Yun Hua dgn Pan Jun, maka nuansa ceritanya akan lebih ke gelap. Bapaknya pembunuh, ibunya ... ya tahu sendirilah. Kemudian dia dibesarkan terpisah dari orang tua.

Dalam lingkungan di mana, saya rasa akan banyak yg cemburu tapi ditutupi. Dan mereka yg cemburu ini akan menggunakan masa lalu orang tuanya sebagai senjata melawan dia.

Xun Siaoma akan jadi pelindung, tapi apakah keinginan Xun Siaoma untuk menjadikan anak Murong Yun Hua sebagai penerus Pan Jun tidak akan menerima tentangan dari tetua2 yg lain? Bgmn dgn mereka yg sebelumnya sudah membayangkan diri akan jadi pengganti Pan Jun? Dsb.

Bisa jadi awal kisah ini, akan mirip dgn Pendekar Ulat Sutera, karena anak Murong Yun Hua memiliki latar belakang yg mirip.

Jadi ada dua pilihan sekarang, mau terang atau gelap, mau yg riang-hangat atau yang sadis-dingin.

Yg pasti, saya mau istirahat dulu, mau baca2 SS-nya Suhu Didit, selama ini belum pernah kesampaian baca dari awal sampai yg terbaru.

Halaman sebelum 1 2 3 4 ... 26 27 28 29 30 31 sesudah