Warisan Naga Branjangan

HomeForumKomentar BacaanWarisan Naga Branjangan

Komentar untuk Warisan Naga Branjangan


Halaman sebelum 1 2 3 4 5 6 7 8 9 ... 16 17 18 19 sesudah
#101
supacang 21 Juni 2012 jam 8:35am  

Cerita yang bagus ,semoga tidak mandeg ditengah jalan.
Kalau boleh saya nanya,kenapa untuk tokoh ceritanya sering(selalu) menggunakan aku.

#102
onomarp 21 Juni 2012 jam 9:31am  

Menanggapi beberapa masukan:

1. Bahasa asing yang digunakan dan diterjemahkan adalah bahasa sansekerta (sanskrit) bercampur dengan jawa kuno (kawi).
2. Penulis menuturkan cerita Warisan Naga Branjangan dengan pendekatan tutur lewat orang pertama (aku) yang terkadang untuk menghindari kejenuhan digunakan varian bertutur lewat orang ketiga.
3. Bertutur dengan pendekatan orang pertama memang sengaja dibuat penulis, sekalipun dapat berdampak mengurangi kenyamanan pembaca. Tetapi itu dibuat dengan beberapa alasan.
Pertama, latarbelakang penulis yang sangat dipengaruhi oleh gaya tutur Iwan Simatupang, terutama lewat karnya yang berjudul Aku.
Kedua, penulis ingin memasukkan dan mensosialisasikan teknik penuturan lewat orang pertama (aku). Menurut pandangan penulis, tekni ini memiliki pengaruh psikologis yang kuat dalam menumbuhkan kepercayaan diri. Penggunaan kata aku mengartikulasikan nuansa kemantapan dan keyakinan diri, ketimbang penggunaan penyebutan nama.
Perhatikan dan bandingkan nuansa kalimat-kalimat berikut ini:
"Bu guru, sekarang Amat memiliki sepeda roda dua berwarna merah", kata Amat kepada gurunya dan "Bu guru, sekarang aku memiliki sepeda roda dua berwarna merah", kataku kepada ibu guru.
Kalimat kedua jauh lebih kuat mencerminkan rasa percaya diri ketimbang kalimat pertama, bahkan dari kalimat kedua dengan penggunaan kata "aku" terasa nuansa keinginan mendudukan diri yang pada tataran sama si "aku" dengan ibu guru.
Untuk bangsa Indonesia, cara bertutur demikian lebih bermanfaat untuk membangun kepercayaan diri.

Terima kasih.

#103
verdy 21 Juni 2012 jam 10:07am  

Mntapbs

#104
avernu 21 Juni 2012 jam 10:47am  

dari 3 tahun lalu bilang mau buat cerita silat....rupanya emang OK BANGET. Tapi jangan lupa ama kerjaan dan tulisan yang lain, kawatir dapur ngga bisa ngebul "Soalnya ngga ada pemasukan" he he he he
mudah-mudahan mas pram bisa atur waktu dengan baik....Lanjutkan!!!

#105
henri 22 Juni 2012 jam 2:25am  

tambah seru.. :)) tp jgn makin sedikit dong tulisannya.. tolong agak di-obral .. thanks

#106
t0t0 22 Juni 2012 jam 2:41am  

:yes: saya setuju dng pemakain kata 'aku', seolah ini pengalaman pribadi :yes:
Jarang ada cerita spt ini :)
:conga: terus maju, jgn nyerah; kritik, saran dan komentar baik utk kemajuan :conga:

:jump: keep the good will ... :iloveu: :jump:

#107
dhewi 22 Juni 2012 jam 5:09am  

mantap lanjut terus jgn pakai rem

#108
jiwas 22 Juni 2012 jam 5:38am  

wah mas pram 'dipaksa' untuk berproduksi terus nih :-)
Jangan kecewakan para pembacanya :-)

#109
supacang 22 Juni 2012 jam 7:03am  

Terimakasih atas penjelasannya,daaan saya mohon jangan terputus/mogok.
Lanjut teruuuus,sayaselalu mengikuti terus.
Selamat berkarya.

#110
dana 22 Juni 2012 jam 8:15am  

mengingatkan gaya bercerita "mahesa jenar"......... mengalun bagai angin yang berhembus.....semilir menyejukan yg membaca.......selamat sukses selalu.....

#111
Bondan 22 Juni 2012 jam 11:34am  

Tak ada waktu yang berlalu ..
Tanpa kita tetap menunggu ...
Kapan tibanya penyejuk kalbu ...
Lanjutan cerita di akhir minggu ..

#112
bantarmangu 22 Juni 2012 jam 12:55pm  

semakin menarik,lanjut terus gan...

#113
rduyk 22 Juni 2012 jam 1:06pm  

:) terimakasih atas jerih payahnya, selalu ditunggu upload selanjutnya :) :)

#114
verdy 22 Juni 2012 jam 2:35pm  

Terima kasih

#115
masarx 23 Juni 2012 jam 2:17pm  

mulai kecanduan ni suhu... :?

#116
AdinCahyono 23 Juni 2012 jam 9:00pm  

Klo bisa sehari dua bab suhu. Jangan dua hari satu bab. Hehehe. Mantap suhu. Seperti membaca naga bumi dan seruling sakti. Selalu menanti dan smoga sampai tamat.

#117
dhewi 23 Juni 2012 jam 9:25pm  

mantap.. Lnjt terus jgn pakai rem..

#118
t0t0 23 Juni 2012 jam 11:18pm  

:yes: tuuuutttt... :conga::conga::conga::conga: tuuuuttt ... :dance: ... lanjuuuuttt :yes:

(4) :iloveu: :lol:

#119
yudhahizkia 23 Juni 2012 jam 11:27pm  

:)) Benar kata mas Adincahyono. Mauntap
Seperti Membaca cerita naga bumi juga. Bedanya cerita di Naga bumi udah melanglang buana kemana mana. moga moga
ini suhu onomarp ada ide cerita / alur extended ? melanglang buana juga meluaskan ini ilmu sang pendekar agra......???
di tunggu kelanjutannya suhu... :D :))

#120
Bondan 24 Juni 2012 jam 5:31am  

Muantaap suhu Pram ... setelah membaca sampai bab ini .. terasa selain mirip gaya cerita di Naga Bhumi suhu Seno ... Juga seperti gaya Suhu Arswendo di Senopati Pamungkas ... yang mengalir ... bergulir ... beriak dan berpercik .. kemana-mana ...

Wah .. benar-benar ... "Mengarang itu gampang" kliatannya untuk suhu Pram ini .... Saluttt ... salutttt ...

Halaman sebelum 1 2 3 4 5 6 7 8 9 ... 16 17 18 19 sesudah