Home → Forum → Komentar Bacaan → DEWATA ABHIRAMA SATRIYA
Komentar untuk DEWATA ABHIRAMA SATRIYA
#41 | ![]() |
ysn26
23 Agustus 2013 jam 9:56am
 
makasih |
#42 | ![]() |
yunan_arief
23 Agustus 2013 jam 9:57am
 
semua bacaan dari om satu ini mantab surantab |
#43 | ![]() |
zuae
23 Agustus 2013 jam 11:26am
 
Wuihh keren.. |
#44 | ![]() |
dewaile_46
24 Agustus 2013 jam 9:22am
 
á¹€ÌÌˆÎ±Ì‡Ì‡Î¬Ì²Ì£Ì£Î±Ì‡Ì‡ÑÆ¬ÂªÂªÂªï¾ |
#45 | ![]() |
anaksatu
28 Oktober 2013 jam 8:55pm
 
Maklum lah kita bisa baca dengan gratis jadi terusannya ya harus sabar menanti |
#46 | ![]() |
galing
26 Juli 2014 jam 10:01am
 
karya mas pram sangat istimewa semoga selalu di beri kesehatan |
#47 | ![]() |
cahyadsn
31 Juli 2014 jam 11:39pm
 
terima kasih mas pram |
#48 | ![]() |
wawan77
3 Agustus 2014 jam 6:53am
 
maaf suhu, sekedar usul, gimana kalau ceritanya di selesaikan satu persatu, agar runtut dalam membaca, dan alurnya bisa dinikmati, dan cerita yang muncul tidak sepenggal sepenggal, seperti 4 bidadari di selesaikan lebih dulu, lalu Bajug Anggakara sebagai Lanjutannya, lalu Dewata Abhirama dll. mungkin dengan itu bisa mempermudah bagi suhu sendiri dalam mengatur dan menyusunnya. maaf, ini hanya sekedar usul. |
#49 | ![]() |
onomarp
3 Agustus 2014 jam 4:25pm
 
wawan77 9 jam lalu icon_biohazard16 Lapor maaf suhu, sekedar usul, gimana kalau ceritanya di selesaikan satu persatu, agar runtut dalam membaca, dan alurnya bisa dinikmati, dan cerita yang muncul tidak sepenggal sepenggal, seperti 4 bidadari di selesaikan lebih dulu, lalu Bajug Anggakara sebagai Lanjutannya, lalu Dewata Abhirama dll. mungkin dengan itu bisa mempermudah bagi suhu sendiri dalam mengatur dan menyusunnya. maaf, ini hanya sekedar usul. Maaf Mas Wawan 77 Sebenarnya sangat ingin menulis dan menyelesaikan satu per satu... meringankan saya sekaligus membuat pembaca tidak kehilangan track dalam menikmati suatu karya... sayangnya, entah karena kurangnya ketekunan (mungkin bisa diartikan komitmen utuh kepada sesuatu), atau jatuh terpeleset ke dalam kejenuhan yang mengakibatkan datarnya bertutur (dengan terpaksa saya berhenti), atau karena kebiasaan saya tidak berpikir atau bekerja linier tetapi lebih sering paralel (terpaksa demi dapur harus mengerjakan some projects in the same time), saya harus menerima keadaan "terpenggal-penggal"... "teseok-seok"... "play-pause"... celakanya keadaan seperti itu tidak bisa saya perkirakan berlangsung berapa lama. Bisa dua tiga hari... seminggu... sebulan... satu semester... Singkat kata, maaf akan keterbatasan saya. Besar harapan apa yang muncul dilayar monitor laptop saya sesaat setelah jari-jari menekan tut keyboard, pada akhirnya terangkai menjadi kisah utuh dan dapat dinikmati pembaca. Salam |
#50 | ![]() |
devara
3 Agustus 2014 jam 6:58pm
 
lanjut mas pram... tetap menunggu yang manapun mau diunduh.... setia selalu |
#51 | ![]() |
t4nu
4 Agustus 2014 jam 7:03am
 
Mas Pramono, “Mengapa, orang mandi tidak boleh dijaga?†saya rasa akan lebih enak bila: "Mengapa? Orang mandi tidak boleh dijaga? “Mengapa ia kembali muncul.†Raut Eyang Puteri Kamini Padma semakin berkerut. Mungkin lebih enak bila: "Mengapa ia kembali muncul?" Raut Eyang Puteri Kamini Padma semakin berkerut. Saya kira itu dulu. Mohon maaf bukan menggurui atau merasa lebih tahu, namun rasanya akan lebih enak sehingga terasa bisa mengikuti percakapan. |
#52 | ![]() |
ysn26
4 Agustus 2014 jam 2:30pm
 
trima kasih mas Pram. trus berkarya |
#53 | ![]() |
kurotagusu
4 Agustus 2014 jam 10:00pm
 
Rara apsarianung licik ya pengen memiliki tanja sendiri.jadi dia.di surih angkat persaudaraan |
#54 | ![]() |
wawan77
8 Agustus 2014 jam 7:41am
 
sekali lagi saya mohon maaf ya mas, jgn sampe ada kesan dari mas, bahwa kami sebagai pembaca ( penikmat ) sok ngatur-ngatur, ini semua muncul karena rasa penasaran yang sangat tinggi dan antusias yang luar biasa atas karya-karya mas, yang menurut kami bahwa karya mas termasuk yang terbaik yang pernah kami baca selama kami bergabung di Indozone, tetap semangat ya mas, apapun yang mas dahulukan untuk di update dan munculkan di Indozone, yakinlah bahwa itu yang selalu kami tunggu dan kami rindu. |
#55 | ![]() |
gigih
9 Agustus 2014 jam 9:12am
 
Sangat seru. Pas percakapan terakhir makin bikin penasaran karena ada kesan membingungkan, siapa yang terkena katak perak, dan saat katak perak melompat ke Daksayini, mengapa tiba-tiba menjadi Rara Apsarianung yang marah dan ingin membunuh Tanja Balwana. Mungkin saya harus membaca dan menelaah ulang imajunasi untuk kejadian ini. Hahahaha.... Tapi terima kasih mas Pram sudah memberi kisah yang tak kalah dari novel luar negeri. Semoga bisa naik cetak. Semangat... |
#56 | ![]() |
trisnaputra
12 Agustus 2014 jam 5:41pm
 
Ditunggu kelanjutan cinkeng-nya suhu |
#57 | ![]() |
onomarp
15 Agustus 2014 jam 2:39pm
 
Mudah-mudahan pembaca dapat membayangkan konteks atau latar belakang DEWATA ABHIRAMA SATRIYA! Salam. |
#58 | ![]() |
ysn26
15 Agustus 2014 jam 4:55pm
 
apa ini cerita tentang Jayabaya? |
#59 | ![]() |
AHMAD77
15 Agustus 2014 jam 6:21pm
 
Cerita yg amat bagus, karena bnyk loncat cerita, jadi harus turun naik. Merunutkan. Harus ekstra keras. Walau cerita ini berat, tapi penuh dgn sejarah, intrik. Keren |
#60 | ![]() |
patihtiup
16 Agustus 2014 jam 12:17pm
 
Ditunggu segera jg buku |