Post-31290

Post 13 dari 24 dalam Apakah ada bohong yg baik dan bohong yang jelek ?

HomeForumDebatesApakah ada bohong yg baik dan bohong yang jelek ?Post-31290

#13 avatar
Huo 16 Agustus 2006 jam 11:08am  

Subject: Kisah Delapan Kebohongan Seorang Ibu Dalam Hidupnya

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan
akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi benarkah begitu?
mari kita ikuti kisah berikut ini...

Cerita bermula ketika Lina masih kecil, Lina terlahir sebagai
seorang anak di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan
saja, seringkali kekurangan. sehingga seringkali mereka kelaparan
Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untuk Lina dan kakaknya.
Sambil memindahkan nasi ke mangkuk anak-anaknya,
ibu berkata : "Makanlah nak, ibu tidak lapar" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA

Ketika Lina mulai tumbuh dewasa, ibu yang rajin sering meluangkan
waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu
berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi
untuk petumbuhan anak-anaknya. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar
dan mengundang selera. Sewaktu Lina dan kakaknya memakan sup ikan itu,
ibu duduk disamping mereka sambil memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang
merupakan bekas sisa tulang ikan yang dimakan anak-anaknya. Lina melihat ibu seperti
itu, hatinya tersentuh, lalu menggunakan garpunya mengambil sebagian lauknya
dan memberikannya kepada ibunya. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : "Makanlah nak,
Ibu tidak suka makan ikan" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA

Sekarang Lina sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah anak-anaknya,
ibu menerima kerja tambahan untuk menjahit, dan dari hasil jahitannya itu,
membuahkan sedikit uang membiayai sekolah anak-anaknya.
Di kala musim dingin tiba, Lina terbangun dari tempat tidur dan
melihat ibunya masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya
menjahit baju. Lina berkata :"Ibu, tidurlah, sudah malam,
besok pagi ibu masih harus kerja." Ibu tersenyum dan
berkata:"Cepatlah tidur nak, Ibu tidak capek" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA

Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemani Lina dan kakaknya
pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari,
ibu yang tegar dan gigih menunggu Lina di bawah terik matahari selama
beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai.
Ibu dengan segera menyambut anak-anaknya lalu menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam
botol yang dingin untuk Lina dan kakaknya. Melihat ibu yang dibanjiri peluh karena kepanasan,
Lina segera memberikan gelasnya untuk ibunya sambil menyuruhnya minum.
Ibu berkata :"Minumlah nak, Ibu tidak haus!" ---------- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT

Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus
merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia
harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga pun
semakin susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi
keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang
tinggal di dekat rumah yang sering membantu ibu baik masalah besar maupun masalah
kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang
begitu sengsara, seringkali menasehati ibu untuk menikah lagi. Tetapi
ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu
berkata : "Saya tidak butuh cinta" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA

Setelah Lina dan kakaknya lulus dari sekolah dan bekerja,
ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu
tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit
sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. kakak yang bekerja di
luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi
kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan
mengirim balik uang tersebut.
Ibu berkata : "Saya punya duit" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM

Setelah lulus dari S1, Lina pun melanjutkan studi ke S2 dan
kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika
berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya Lina pun bekerja
di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, Lina bermaksud
membawa ibunya untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik
hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepada Lina "Ibu
tidak terbiasa" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH

Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker
lambung, harus dirawat di rumah sakit, Lina yang berada jauh di amerika langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Lina melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya
setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap Lina dengan penuh
kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit
yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi
tubuh ibu sehingga ibu terlihat lemah dan kurus kering. Lina sambil
menatap ibunya sambil berlinang air mata. Hatinya perih, sakit sekali melihat
ibunya dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : "Jangan
menangis anakku, Ibu tidak kesakitan" ----------KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.

Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibu tercinta
menutup matanya untuk yang terakhir kalinya...