Post-31918

Post 44 dari 56 dalam RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi

HomeForumDebatesRUU Anti Pornografi dan PornoaksiPost-31918

#44 avatar
imanto 11 September 2006 jam 1:04pm  

di ambil dari
http://www.apakabar.ws/index.php?opti...amp;id=323

G. Wibisana: Siapa di belakang RUU Porno?

Seperti kita semua tahu, lelakon yang terjadi ditanah air RI kita tercinta saat ini adalah gonjang-ganjing anti dan pro RUUAPP. Hampir semuanya yang pro maupun yang kontra unjuk gigi masing-masing,dengan segala amunisinya. Yang pro sungguh pintar memutar balikkan kata-kata kelompok yang anti, ditambah lagi dengan bekal dogma agama dsb.

Sementara kelompok anti RUU tersebut, didukung masa besar-besaran mulai dari para seniman hingga dokter dan ilmuwan dari segenap disiplin pendidikan yang ada. Kedua kelompok ini siap sedia dengan kuda-kuda masing-masing. Sementara itu, tidak ada satupun di antara kita yang sadar, bahwa semua ini adalah sebuah skenario besar yang memang sengaja dilemparkan oleh sekelompok kaum "Intelektual Hitam" di bawah naungan kekuatan lama Orde Baru dan Militernya yang hingga detik ini masih malang melintang di percaturan politik Republik Indonesia.

Hah? Bukannya Orde Baru dan militernya sudah hancur? Bukankah sekarang TNI pun tunduk pada pemerintahan yang baru ini ?!?

Hahaha.....Itu khan yang terlihat pada permukaannya saja. Kenyataannya mereka memang masih berkuasa. Dan tulisan ini saya tulis berdasarkan fakta-fakta yang ada. Mari kita telaah lebih teliti.

Kalau kita berpikir secara sehat dan cermat, sebenarnya untuk menanggulangi masalah pornograpghy dkk ini khan sudah ada dalam KUHP. Tinggal itu saja diperbaiki dan terapan di lapangan juga dipertegas. Yang kedua, siapa sih yang ngotot dan mendukung tentang dibuatnya RUU APP ini?!? Coba cermati satu persatu siapa itu MMI, FPI,MUI, ICMI dan juga kelompok2 masyarakat Indonesia di luar negeri seperti di London dsb yang tiba-tiba muncul dan seolah-olah mewakili seluruh warga Indonesia yang hidup di luar negeri? Bukankah mereka adalah kelompok jadi-jadian yang sengaja dimobilisir oleh "Kelompok Hitam/Siluman" binaan Orde Baru? Coba telusuri siapa dan apa itu ICMI. Juga siapa Habib Riziq dan FPI-nya? Siapa yang membina kelompok-kelompok radikal yang mengatas namakan Islam ini dulunya? Masih ingat Jendral (pur) Wiranto dan juga Prabowo yang dulu saling berebut simpati dari kelompok pesantren garis keras? Masih ingat Habibi yang menggalang para cendekiawan Islam dan kemudian meminta sohibnya yang bernama Amien Rais untuk membidani kelahiran ICMI yang atas restu Suharto sebagai diktator RI saat itu??? Lupakah kita semua soal ini???

Nah....ketika gelombang protes anti RUU APP mencuat, mengapa tanpa ada angin yang entah datang dari mana tiba-tiba Jendral Syafri (yang dulu sohib Jendral Prabowo) berteriak, agar kita semua waspada akan kebangkitan PKI?!? Jendral ini bilang, bahwa maraknya demo dan juga aktivitas sekelompok golongan kiri yang semakin menghangat akhir-akhir ini adalah bukti mulai bangkitnya kembali PKI yang dianggap telah menghancurkan kesatuan RI di masa lalu. Dan kemudian hampir bersamaan dengan itu,wan Fauzan Al Anshari yang Ketua Departemen Data & Informasi Majelis Mujahidin Indonesia meminta kepada pemerintah dan TNI untuk menindak tegas Gubernur Bali dan DPR-nya yang dianggap membangkang dan ingin melepaskan diri dari Republik Indonesia, lantaran menolak RUU APP.(kebebalan orang ini juga jelas menunjukkan kalau dia dipakai oleh TNI. Buktinya kok dia minta TNI yang mengurusi masalah pembangakangan Bali. Kok bukan minta pemerintah RI cq Polisi?)

Kalau kita cermati dengan sungguh-sungguh, tentunya kita semua sudah bisa melihat adanya bayang-bayang permainan 'dalang-besar'di belakang semua ini. Kita sengaja diadu domba agar saling bertumbukan atas nama SARA. Sehingga akan meletus huru-hara besar yang akan memicu timbulnya kekacauan di seluruh Indonesia. Kemudian setelah timbul huru-hara ini, siapa lagi yang akan turun tangan untuk mengakhiri huru-hara tersebut, kalau bukan militer/TNI yang sudah dipersiapkan untuk muncul sebagai 'pahlawan'. Mirip sekali dengan apa yang terjadi di tahun enam puluhan khan? Lalu siapa yang diuntungkan, setelah terjadinya huru-hara tersebut? Sudah tentunya negara-negara dunia pertama seperti Amerika dan Inggris sang pemilik dunia. Karena setiap terjadi huru-hara di negara-negara berkembang seperti Indonesia ini, pastinya situasi ekonomi akan hancur.

Dengan hancurnya ekonomi Indonesia, berarti mempermudah negara-negara besar seperti Amerika dan Inggris mendikte ekonomi kita yang berantakan. Para jendral militer yang menjadi 'pahlawan' keamanan Republik Indonesia inilah nantinya yang akan berkuasa dan bisa seenaknya menjual aset negara, persis ketika Suharto melepaskan Freeport kepada Amerika dulu, setelah Sukarno (yang dianggap mbalelo terhadap Amerika) tumbang. Perhatikan saja kesesuaian waktu RUU APP ini diluncurkan, bersamaan waktunya dengan melenggangnya blok Cepu ke tangan Exxon. Juga ribut-ribut sekitar Freeport yang semakin memanas.

Nah...sudah jelas bukan, kemana arah semua ini?!? Kelompok radikal Islam kali ini yang dijadikan umpan untuk memancing gara-gara. Kefanatikan, kebebalan dan kebutaan mereka terhadap perubahan dunia saat ini, dijadikan tumpukan kayu bakar yang siap dinyalakan, dan kemudian dibasmi habis oleh militer Indonesia yang nantinya pasti akan dibantu oleh kekuatan sang 'super-power' dengan dalih "anti-terorisme." (renungkan kembali arti kedatangan nonik Condy kemarin yang bukan sekedar kunjungan silaturahmi)

Semoga saja kita semua sadar dan mampu membuka mat hati kita, dalam menyiasati situasi yang semakin memanas di bumi Indonesia tercinta ini.

Merdeka,
G. Wibisana - NYC.