FENOMENAL...!!!
Satu kata yang dapat mewakili kesan saya terhadap karya ini.
8 Jurus Lingkaran Dewa merupakan salah satu (mungkin satu-satunya) cersil yang sanggup memuaskan dahaga para pencinta cerita silat.
Alur cerita yang kompleks namun berkaitan erat, gambaran yang mendetail tentang keadaan geografi tiongkok, ulasan dan informasi lengkap tentang karakter ilmu silat yang digunakan, membawa pembaca seakan-akan merasakan secara langsung apa yang dialami tokoh-tokoh dalam cerita ini.
Bagi penggemar Bu Pun Su, To Liong To, Bu Kek Siansu (Suling Emas), Pedang Kayu Harum, Raja Pedang, Pendekar Harum, dll, 8 Jurus Lingkaran Dewa adalah "Surga" Anda ! Karena ilmu-ilmu yang anda kagumi tertuang dengan apik dan mendetail (andaikan benar dapat dipraktekkan sesuai keterangannya pasti sudah banyak para pembaca yang malang melintang di dunia Kang-Ouw Modern :-) )
Apabila diperkenankan memberi masukan, kurangilah peristiwa-peristiwa dalam cerita yang bersifat "kebetulan" (contohnya, seperti pada saat Lie Sian menemukan catatan 12 sutera di dalam sebuah lonceng yang berlumut di tengah hutan pada waktu ia bersembunyi dari kejaran musuh atau saat Li Fong mendapatkan Ilmu peninggalan Si Guci Sakti di sebuah sumur yang penuh kodok dan bagaimana cara dia keluar dari tempat itu.) menurut pendapat saya itu adalah hal yang terlalu "kebetulan". Karena lonceng yg begitu besar dan kuno di tengah hutan sebelum ia berlumut pasti tak akan luput dari penyelidikan para pencari ilmu silat. Sekali lagi ini hanya sekedar masukan dari salah satu pengagum karya "8 Jurus Lingkaran Dewa".
Secara keseluruhan, karya ini adalah salah satu yang terbaik yang pernah saya baca, walaupun kredit lain harus diberikan kepada para pengarang-pengarang terdahulu (Legenda Cersil : Khu Lung, Chin Yung, Kho Ping Hoo, dll) yg menjadi inspirasi penulisan cersil jaman sekarang.
B R A V O bagi Bung Pahlawan !
Semoga cepat sembuh, agar dapat melanjutkan karya ini dan dapat menelorkan karya-karya baru yang pasti akan enak untuk dinikmati.
Salam..