Home → Forum → Debates → G 30 S PKI : The real truth behind it
#21 | ![]() |
Temujin
11 November 2004 jam 11:58am
 
I concur to say that it was definitely impressive, albeit the alliance with CIA (USA) and illegal trades with the Chinese Indonesians to finance his operation, for Suharto to utilize the opportunity that G 30 S PKI event had presented upon him. Suharto used his mighty wits, luck, connection, management skills, and cunning strategy to seize the moment and to rise up above all as the clear winner. He was perhaps, among the true masters of political deceits and deceptions, the world has ever known. |
#22 | ![]() |
Azalae
11 November 2004 jam 1:18pm
 
hmm ga juga sih. ga ada illegal trades dengan chinese untuk membiayai operasi. dia cuma suruh perwira muda yang bego ato masih idealis kaya Kolonel Untung (tapi bernasib malang udah berhasil coup, dia mengkhianati semua bawahannya. itu yang dituduh otak G30S kan anak buah suharto semua. semua musuh udah disingkirkan (kecuali nasution yang lepas) langsung anak buahnya dibunuh sendiri ama dia. biar ga ketauan belang. dia muncul sebagai penyelamat. bisnis illegal ga ada hubungan. suharto emang waktu itu udah bisnis gelap ama babe lim. salah satunya bisnis sepeda pake biaya negara. ketauan nasution mau dipecat. makanya ribut ama dia. segala biaya operasi menyelematkan negara dari G30S diambil dari uang kas abri ama negara. sebenernya operasi gagal kok. maunya kan maksa 7 jendral ngasih power ke dia. tapi ternyata ga dikasih malah nasution lolos. suharto takut nasution ambil alih pimpinan trus counter-attack. akhirnya semua jendral dibantai dan anak buahnya dituduh bersalah, dia pura2 ga tau dan pake kedok penyelamat. ternyata nasution yang ditakuti bawa pasukan malah kabur tanpa perlawan. waktu itu angkatan udara ama angkatan laut udah tau siasat suharto. makanya mereka awalnya ga mau dukung angkatan darat yang udah diambil alih suharto. tapi karena pake alasan penyelamat, rakyat banyak dukung. mau ga mau terpaksa angkata udara & laut ikut. makanya dalam regim suharto kekuatan udara dan laut dikurangi sama sekali. ga masuk akal kan. kita ini negara kepulauan. seharusnya angkatan laut harus paling kuat untuk pelindung. kok malah angkatan darat yang dikuatin. semua gubernur, walikota, pejabat, dll ikutan angkatan darat semua. sejarahnya panjang dan lebih rumit. waktu itu sukarno ribut ama tentara juga. sampe meriam diarahkan ke istana negara. lol. anway temujin kalo mau info lebih lanjut bisa baca di perpustakaan. |
#23 | ![]() |
Temujin
11 November 2004 jam 2:09pm
 
Azalae menulis:Yes, there was. This is clearly stated in many CIA based revelation of the event, although not complete and rather vague to this date. Suharto clearly gained financially, at the very least, to be able to survive while in Semarang (or Yogya) after being kicked out by Nasution. CIA (USA) was primarily there to support training and weapons. Azalae menulis:Actually, this was never cleared until today. Read discussion above. |
#24 | ![]() |
Azalae
11 November 2004 jam 2:16pm
 
Temujin menulis:hmm gua blom pernah tau. kasih reference dong.Azalae menulis:Yes, there was. This is clearly stated in many CIA based revelation of the event, although not complete and rather vague to this date. Temujin menulis:what is?Azalae menulis:Actually, this was never cleared until today. Read discussion above. ![]() |
#25 | ![]() |
Temujin
11 November 2004 jam 2:22pm
 
Azalae menulis:I'm looking for a free solid reference too, but a historian of South East Asia had a discussion forum about 3-4 years ago (I forgot the name now) at one of the major universities in New York, during the Asian Crisis leading to the fall of Suharto, and bring out copies of data and facts based on finding from CIA disclosing these factual accounts.Temujin menulis:hmm gua blom pernah tau. kasih reference dong.Azalae menulis:Yes, there was. This is clearly stated in many CIA based revelation of the event, although not complete and rather vague to this date. If you see the discussion in the history forum where I originally got this topic from, the original poster was also looking for references, websites, etc, perhaps it's not free to general public. Temujin menulis:what is?Azalae menulis:Actually, this was never cleared until today. Read discussion above. ![]() |
#26 | ![]() |
Azalae
11 November 2004 jam 2:30pm
 
ooohh itu menurut buku. bahkan di PSPB tercinta disebut "dewan jendral" yang katanya issue dari PKI. sebenernya emang ada kok. militer waktu itu ada gesekan ama pemerintahan sipil. militer lawan nasionalists (kubu sukarno). semua buku (kecuali hasil produksi propaganda suharto) juga menulis kalo kolonel untung dan kawan kawan itu anak buah suharto. kan masih satu kesatuan ama dia malah. ato pernah satu kesatuan sblom dia ditransfer ama nasution? hmm kurang inget harus baca bukunya lagi. |
#27 | ![]() |
andrea7974
11 November 2004 jam 2:37pm
 
ada satu buku lagi yang bagus mengenai G30S PKI....kalau tdk salah Menabur Angin Menuai Badai. |
#28 | ![]() |
Temujin
12 November 2004 jam 6:19am
 
Azalae menulis:I digress the validity of such publication. Azalae menulis:Indeed, but the unsurmountable holes are yet to be filled with mediocre fact as such, solely on Untung. |
#29 | ![]() |
andrea7974
12 November 2004 jam 11:25am
 
Azalae menulis:aiya...PSPB kan artinya Pendidikan Soeharto Punya Brainwash ![]() ![]() ![]() |
#30 | ![]() |
Azalae
12 November 2004 jam 2:37pm
 
Temujin menulis:yah protes ama pengarangnya aja kan gua cuma bilang apa yang ditulis. so far semua yang gua baca bilang kaya gitu (kecuali buku indo) jadi lu bakalan nentang semua historian dunia. ![]() Temujin menulis:errr ga ngerti maksud lu? andrea7974 menulis:ihihihi iya itu kan propaganda. tapi dewan jendral emang ada sih. at least menurut kata historian. bener apa ga nya susah. kecuali lu emang orang dalam yang tinggal di jaman itu, ga bakalan tau. menurut kesaksian yang masih idup, dokumen dan hasil research diputuskan sejarahnya kaya gitu. oiya ampir lupa, temu lu kalo mau sumber 'gratis' ke perpustakaan aja kan banyak. jangan pake sumber dari internet, kualitasnya parah. cari tulisan prof yang emang mendalami sejarah indo. |