Post-63350

Post 115 dari 610 dalam Pedang Angin Berbisik (TAMAT)

HomeForumKomentar BacaanPedang Angin Berbisik (TAMAT)Post-63350

#115
Han1977 7 Januari 2012 jam 8:38pm  

ayik menulis:
Sekedar mengingatkan,.. seingat saya dibab sebelumnya kayaknya jalan darah kematian ding tao sudah tembus? yah, katakan 2 tahun untuk lebih mendalami ilmu pedang harusnya dia berada ditingkat yang.. ehmm...
...
Kalau dibaca lebih teliti lagi di bab sebelumnya, yang tembus itu jalur hawa murni dari tantien menuju ke telapak tangan. Bukan menembus jalur hawa murni yang utama. Jadi belumlah, Ding Tao belum jadi jagoan nomor 1.

Saya berusaha supaya proses untuk jadi jagoan nomor satu tidak semudah itu, jadi yg bisa menembus semua jalur hawa murni dalam tubuh, hanya segelintir orang saja dan yang segelintir ini akan jadi jagoan2 nomor satu. Grandmaster-nya gitulah, sementara ini di tataran itu baru ada Biksu Khongzhe, Pendeta Chongxan dan Ketua Sekte Matahari dan Bulan, Ren Zuocan.

Keberhasilan Ding Tao menembus salah satu jalur yang ada (belum semua dan bukan yg utama), membuat dia memiliki kemampuan untuk menyalurkan hawa murni ke senjata yang ada di tangan. Ini membawa Ding Tao masuk ke jagoan2 tingkat 3 & 4 (kira-kira begitu). Dengan bakat dan pemahamannya mengenai jurus2 + tembusnya jalur ini, Ding Tao kira2 bisa dimasukkan dalam jagoan2 utama di tingkat 3.

Tembusnya hawa murni juga bukan satu2nya aspek yang membuat seseorang jadi jagoan, dalam bayangan saya, ada masalah tenaga (hawa murni), ada juga kecepatan (hawa murni jg) dan pemahaman terhadap jurus2 (tehnik -< kecerdasan atau bakat).

Juga dalam bayangan saya, setelah tertembus pun, kalau tidak dilatih, maka penggunaannya pun tidak lancar. Kadang bisa-kadang ngga. Kalaupun bisa butuh waktu yang lama dan konsentrasi yang tinggi sebelum hawa murni bisa dialirkan melalui jalur itu. Tapi dengan latihan yang terus menerus, pada akhirnya hawa murni bisa dikerahkan dengan mudah. Mirip orang belajar naik sepeda atau ketrampilan lainnya. Semakin sering dilatih, semakin lancar melakukannya, semakin cepat, semakin anggun gerakannya, dsb.

Tentang khayalan saya mengenai hawa murni dan penggunaannya, akan dibahas lebih banyak di bab VII saat Ding Tao melawan Tiong Fa dan jawaban mengapa hingga melawan Zhang Zhiyi, jalur yang tembus ini tidak digunakan bisa tersirat di Bab VII.

Meskipun harapan saya dari watak Ding Tao, pembaca sudah bisa mengira2 mengapa dia tidak menggunakan kelebihannya itu saat melawan lawan2 sebelumnya  ;)