Post 121 dari 610 dalam Pedang Angin Berbisik (TAMAT)
Home → Forum → Komentar Bacaan → Pedang Angin Berbisik (TAMAT) → Post-63393
#121 | ![]() |
Han1977
9 Januari 2012 jam 10:03am
 
flawed menulis:Ya begitulah, soal bahasa mandarin atau hokkian, memang di situ kelemahan saya. Sebelum menulis PAB ini saya coba menulis Hutang Nyawa Bayar Nyawa, di situ saya coba pakai bahasa hokkian, sesuai dengan bacaan2 cersil yang pernah saya baca. Tapi kemudian masalah bahasa ini jadi kendala yang cukup memusingkan. Mulai dari mengarang nama, sebutan2 orang waktu menyapa satu dengan yang lain, nama jurus, dsb. Sudah ngarang plotnya bingung, ditambah lagi dengan beban bahasa. Akhirnya saya nyerah dan saya tinggal lari. Untuk PAB, saya sungguh2 ingin menyelesaikan cerita sampai tamat, dan saya memutuskan untuk nama2, istilah2, dsb, sebisa mungkin saya pakai mandarin (lebih gampang cari online dictionary-nya). Itupun ala kadarnya, nanti kalau sudah selesai ditulis sampai tamat, baru saya akan mulai menyisir ulang masalah, nama2 dan istilah2 yang dipakai (kalau masih ada tenaga Jadi untuk saat ini, saya pokoknya tulis saja terus, main kebut, main tabrak, fokus saya ada pada pengembangan karakter dan plot cerita. Soal nama dan sebutan panggilan dalam bahasa Indonesia, jika ada masukan2 dari pembaca, tentu akan sangat membantu dalam proses editing nanti dan banyak2 terima kasih untuk bantuannya tersebut. |