Post-68373

Post 126 dari 573 dalam BAJUG ANGGAKARA

HomeForumKomentar BacaanBAJUG ANGGAKARAPost-68373

#126
penjahat1976 1 Februari 2013 jam 4:03pm  

Mas pram jangan takut dimarahin sama orang malaysia. Cikgu dari malaysia itu sudah lama terkungkung di negara nya yg represif, undemocratic dan non creative (banyak hasil budaya Indonesia yg di aku milik mereka) dan tidak mengenal toleransi dan semi apartheid (dengan politik bumi putranya). Cerita mas pram sangat baik dan sesuai konteks. Pada zaman dahulu seperti di zaman nya bajug di tanah jawadwipa wajar saja seorang pria (apalagi kalau dari golongan bangsawan or pendekar ) punya banyak istri resmi maupun tak resmi.
Jadi cerita nya sesuai konteks. Mengenai hubungan seks nya yg dianggap vulgar, menurut sy tidak vulgar dan cukup indah digambarkan. Mirip2 seperti Sidney Sheldon kalau menggambarkan orang bercinta. masalah ini adalah masalah interpretasi, kaya orang nonton TV aja, kalau ada yg merasa nggak suka ya tinggal dimatiin aja tv nya.
Mengenai si orang tua yg memalingkan muka menurut saya justru menggambarkan prinsip2 kebebasan pada zaman tersebut, selama hubungan seks itu dilakukan secara consensual/suka sama suka, bukan urusan si orang tua itu, apalagi yg nemuin semak2 itu untuk berlindung dari hujan adalah dari pihak bajug, dan si orang tua itu dan putri istadiyanti yg ikut numpang berteduh disitu, kalau mereka gak suka kan bisa meninggalkan semak2 tsb, apakah mereka takut kehujanan? justru karena mereka sadar kalau hal tsb bukan urusannya makanya mereka cukup memalingkan muka dan tidak berusaha mencegah karena tahu itu urusan pribadi.
Yakinlah kalau di forum ini pendukung mas pram jauh lebih banyak dari yg tidak mendukung. Dalam kehidupan ini , tidak mungkin menyenangkan semua orang, sebaik-baiknya anda, tidak akan mampu menyenangkan atau memuaskan semua pihak. Selama mayoritas orang masih menyukai karya mas pram, menurut saya maju terus mas pram...