Kisah yang semakin pelik, melilit, memutar dan berpilin apik yang mengalir wajar. Semakin lama semakin terkuak karakter si Bajug, kalau muridnya aja bajug, maka gurunya lebih bajug lagi. Kaya Wiro Sableng dan Shinto Gendheng. Hehe...
Cuma akan lebih seru jika ada kelemahan dari ilmu yang dimiliki bajug, kemudian musuh dapat menyelami itu dan menembusnya sampai akhirnya bajug menemukan khasanah baru dari kekalahannya untuk menuju leburnya Tri Murti, sehingga kekuatan berikutnya akan jadi lebih mengerikan, bahkan Mencira Walaya pun belum pernah mengalaminya. Tapi sekali lagi ini hanya saran untuk suhu Pram. Saya menanti terbitan bukunya. Oh ya, jangan lupa lanjut kisah Agra Triwikrama bersama empat bidadarinya, mungkin mau ditambah tiga lagi biar lengkap tujuh bidadari. Wkwkwk...
Tetap semangat suhu Pram, saya setia menanti kisah2 selanjutnya. Jika sudah jadi buku, siap untuk dikoleksi. Hehe...