Home → Forum → Debates → THE DA VINCI CODE -- what do you think?
| #21 |
|
Huo
30 Mei 2006 jam 1:23pm
 
well, who knows it's true or fiction, kita cuman bisa bilang kalo itu fiction karena bertentangan dengan iman kristen yang telah kita anut selama ini. therefore save solution for us cuman bilang kalo DVC itu fiction. sekarang kalo kita berandai-andai misalkan DVC itu real (gw sendiri gak bilang begitu loh!) apa kita berani menerima kenyataan itu? so pasti tidak lah...lebih baik kita mengatakannya kalo DVC memang fiksi dan murni fiksi that's it!!! everyone's happy... casenya mnrt gw hampir2x sama dgn teori Darwin and Heliocentris-nya nicolai copernicus kalo mungkin untuk tambahan mungkin bisa kita tambah casenya UFO...itu jelas bertentangan dgn iman kristen, tapi beranikah kita menjamin tidak existnya UFO di alam semesta ini??? gw personally percaya kalo DVC, DARWIN or whatever yang bertentangan ama kristen itu fiction karena gw pengen masuk surga instead of hell |
| #22 |
|
shiro
30 Mei 2006 jam 1:32pm
 
Bukti2 yg udah diomongin di atas itu nunjukkin kalo DVC itu fiction. Tapi who knows kalo itu cuma circumstancial evidence? Siapa yg tau bener kaganya... kita ga idup di jaman itu. Bukti2 yg ada dari jaman itu, kita ga tau udah di-tampered ato belon... Biarpun gua personally nganggep itu fiction, tapi kalo ada yg mikir itu real juga mereka pasti bakal ngasih bukti2 yg mendukung belief mereka... yg penting mah iman sendiri IMO. Kalo udah yakin and percaya, orang mau bilang apa juga ga bakal kepengaruh. Gua yakin ama Christianity, so I don't care what people think... I know what I believe is right, and other people will think what they believe is right too... people always think however they want to think anyway... |
| #23 |
Mogei
1 Juni 2006 jam 9:04am
 
eeyore menulis:waduh ini sih keterlaluan banget soalnya film constantine itu diambil dari komik keluaran DC Comics dan jelas karakter yg dimainkan keanu reeves itu pun bukan tahu2 muncul khusus utk komik itu tapi sebelumnya tokoh "pembantu" di cerita yg lain... cuma mm penulis komik itu seorang writer kondang dari england yg ngetop banget (Alan Moore) terus dilanjutkan lagi oleh writer kondang dari england yg ngetop banget 'lagi' (Neil Gaiman).. dan keduanya mm penulis fiksi yg luar biasa ngetop krn bisa (bisanya) menggabungkan tokoh sejarah dg tokoh fiksi rekaan mereka... sampai dibilang William Shakespeare pernah bertemu dg Lord of Dream (komik Sandman ciptaan Neil Gaiman) dn terinspirasi smp bisa membikin cerita2nya yg terkenal (romeo & juliet, dsb) so, fiksi is fiksi whatever it takes... (eh, betul ya? ini jg lgsng muncul dr pikiran gak sempat ngecek lagi ke kamus jd boleh dihitung sbg fiksi jg) |
|
| #24 |
ipan
1 Juni 2006 jam 10:24am
 
SoLiDsNaKe menulis:oot juga nih....emang solid gay? emang bener membosankan kok, baca 1 kali dah males ngulangnya |
|
| #25 |
|
bluenectar
1 Juni 2006 jam 10:53am
 
ternyata Maria Magdalena istri rasul Yohannes yah ? kemaren dipinjemin buku ama sodara judulnya pengakuan Maria Magdalena : saat-saat intim dengan Sang Guru *kira-kira gitulah judulnya |
| #26 |
|
Azalae
1 Juni 2006 jam 12:09pm
 
ada yang bilang maria magdalena ama wanita pendosa itu beda. maria magdalena murid Yesus, sampe ada injil buatan dia segala. terlalu banyak versi susah. |
| #27 |
|
hey_sephia
1 Juni 2006 jam 12:11pm
 
lho memang beda kan. ga pernah disebut kalo wanita pendosa = maria magdalena. |
| #28 |
|
eeyore
1 Juni 2006 jam 12:16pm
 
baca injil dong, klu sumber lain mah yah ga jelas... |
| #29 |
|
Azalae
1 Juni 2006 jam 12:38pm
 
hmm seinget gua ditulis sama. oh well salah ingatan. tapi di alkitab sampe sekarang ga disebut murid Yesus kan. |
| #30 |
|
eeyore
1 Juni 2006 jam 12:45pm
 
ini ngomongin sapa yah? maria magdalene? murid maksudnya pengikut ato rasul? klu rasul jelas nggak.. klu pengikut iya sebab dia kan salah satu wanita yg pergi ke kubur Yesus trus kosong. soal dia istri Yohannes, kayaknya kecampur sama Maria ibunya Yesus? sebab memang pas di tiang siksaan Yesus blg kalau Maria ibu nya bakal dirawat sama Yohanes stlh dia meninggal. |
| #31 |
|
Azalae
1 Juni 2006 jam 12:57pm
 
murid maksudnya rasul. makanya kan gua bilang ini versi lain. nope i'm sure maria magdalena. |
| #32 |
|
bluenectar
1 Juni 2006 jam 1:02pm
 
gw juga dulu taunya Maria Magadalena = wanita pendosa yang bertobat setelah ketemu Yesus dan mencium kaki Yesus |
| #33 |
|
hey_sephia
1 Juni 2006 jam 1:09pm
 
aku jg dah baca koq her.. itu yg nulis aku kenal malah |
| #34 |
andrea7974
2 Juni 2006 jam 9:15am
 
Azalae menulis:Injil yang diterima oleh gereja, yaitu kitab Injil dan kitab perjanjian baru yang kita kenal sekarang, adalah kodex atau kumpulan gulungan kertas yang dijilid seperti buku, yang sudah dikompilasi, dikenal dan diterima secara umum oleh orang-orang kristiani awal sejak tahun 150 M. Sedangkan apa yang kemudian disebut-sebut sebagai Injil Gnostik, adalah kitab-kitab yang berasal dr sekitar abad 3-5 M. di antaranya ada Injil Thomas, Injil Maria Magdalena, Injil FIlipus dan Injil Yudas. Pada umumnya, kitab Injil atau kitab perjanjian baru ditulis dalam bahasa Yunani. Sementara kitab-kitab Gnostik, memakai bahasa Koptik Mesir. Kitab Gnostik sendiri berkembang luas hanya di sekitar daerah Mesir dan Timur Tengah. Dan merupakan ajaran yang cukup populer di Mesir waktu itu. Tetapi ajaran ini tidak pernah dan tidak dikenal oleh orang-orang Kristen di Roma, dll. Ajaran Gnostik sendiri cuma bertahan antara thn 300-500 M. setelah itu ajaran Gnostik seolah-olah lenyap karena tidak ada lagi penganutnya. Ajaran Gnostik muncul lagi sekitar thn 1960an setelah ditemukannya codex kitab-kitab Gnostik di Nag Hamadi. Isi dari kitab-kitab Gnostik itu sendiri saling bertentangan satu sama lain. Seperti misalnya di Injil Maria Magdalena, di situ seakan-akan ditulis bahwa Maria Magdalena adalah salah satu rasul Yesus. Tetapi di Injil FIlipus, ditulis ttg perkataan yesus yang mengatakan kalau Maria Magdalena tidak mungkin bisa menjadi murid kecuali jika Maria Magdalena jiwanya bisa berubah menjadi pria dulu. aku pernah membaca kitab-kitab Gnostik beberapa tahun yg lalu. dan yang pasti, sebagai orang awam saja saya bisa menilai ketidak konsistenan dlm penulisan kitab ini. jangankan antara kitab yang satu dengan yang lain. dalam satu kitab aja bisa tidak konsisten. gaya bahasanya juga aneh menurutku. Membaca kitab gnostik seakan-akan membaca tulisan orang awam yang baru membaca buku jurnal kedokteran, dan kemudian mencoba menulis lagi apa yang ia baru baca ke dalam sebuah tulisan. alias: isinya dangkal, banyak yang tidak sinkron, dan sometimes terkesan murahan banget tulisan filosofi yang di sana. dalam injil spt yang sekarang, malah sebenarnya kita tidak pernah menemukan tulisan yang filosofis. tapi kalau di dalam kitab-kitab Gnostik justru banyak. hal itu terjadi karena salah satu pendiri ajaran Gnostic, adalah Arianus yang merupakan seorang filsuf yang mendalami filsafat Plato, kemudian ia menganut "kristiani" tapi kemudian ia mendirikan ajarannya sendiri sesuai dengan injil yang ia pahami dan filsafat yang ia kuasai. Tentang Konsili Nicea, itu konsili memang diadakan untuk membahas ajaran dari Arianus yang dianggap waktu itu cukup meresahkan, karena ajaran Arianus adalah ajaran baru yang dianggap menyimpang dari tradisi lama. Sehingga salah kalau Dan Brown ngomong Konsili Nicea justru diadakan untuk mensahkan konsep Yesus sebagai Tuhan. Yang benar mengenai Konsili Nicea adalah: gereja mula-mula (sebelum abad 3, sebelum ajaran Gnostik dan sebelum jaman Arianus), percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. (baca aja Injil Yohanes yg ditulis sebelum abad 3 ttg klaim bahwa Yesus sebagai Tuhan). Tetapi karena munculnya ajaran Arianus yang mengatakan bahwa Yesus cuma manusia biasa, yang merupakan ciptaan utama (demigod), maka uskup-uskup di daerah Mesir dan sekitarnya perlu mengadakan yang namanya Konsili untuk membahas mengenai ini. Dan kemudian hasil keputusan dari Konsili itu adalah...Gereja tetap percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, dan bukan hanya manusia biasa (demigod) menurut pandangan Arianus. |
|
| #35 |
|
SoLiDsNaKe
2 Juni 2006 jam 9:28am
 
Mary Magdalene itu jelas orang yang berbeda dengan wanita pendosa yg bertobat yang diceritakan di Injil. Soal Maria istri Yohannes, ini orang yang berbeda lagi. Gawatnya di masa itu adalah nama Mary yang lumayan umum. Jadi suka bikin bingung. IIRC, ada 3 orang Mary yang hadir di saat itu. Anyway, Jesus menitipkan ibunya untuk dirawat, bukan untuk dijadikan istri. |
| #36 |
andrea7974
2 Juni 2006 jam 10:01am
 
yep. ada 3 orang Maria yang berbeda. yaitu ada Maria ibu Yesus, Maria Magdalena, dan Maria yang dikenal sebagai Maria Salome. (mungkin Salome adalah nama daerah. Seperti Magdalena adalah dr kata Magdala, nama daerah di Judea waktu itu) |
|
| #37 |
|
justice_121
6 Juni 2006 jam 7:54pm
 
waktu jaman Yesus, kita blom lahir. kebenaran kaya apa? ngga tau. bagi yang mau masuk sorga, bisa percaya 100% sama Alkitab. bagi yang nalarnya lebih jalan ke ilmu pengetahuan, mungkin banyak tuh yang ngga masuk akal. jadi kebenarannya kaya apa? bener ngga tau. tentang da vinci code: kalo yang ngarang ga pake Yesus, dkk apa bisa seheboh ini? coba tuh, Jin Yong yang pake Zhu YuanZhang dijadiin anak buahnya Zhang WuJi aja kalah heboh kan. kesimpulan: apapun, kalo cuman dianggap buku crita kan ok juga, pengisi waktu, penghilang bosan. misal sampe jadi kerusuhan besar ato perang apaan gara2 sekumpulan "pembela iman" yang meributkan buku itu, bukannya justru merekalah yang bener2 pendosa. untungnya ngga.... |
| #38 |
andrea7974
14 Juli 2006 jam 9:20am
 
more about the Gnostic gospel that was used by Brown to inprete that Jesus was a married man: http://secretsbehindthedavincicode.we...ic+Gospels The Gnostic Gospels were written more than a century after the gospels included in the New Testament. They do show a flavor of Christainity in the first few centuries of the Common Era, but they also show the influence of pre-Christain ideas being merged with the growing Christain relgion (Gnosticism predates Christainity in certain areas but was blended with Christainity after it gained popularity - similar to Voodoo in the Carribean today). The teachings of the Christain Gnostics were condemned during the Second and Third Centuries by Christian writters of the time and the Gnostic doctrine was never widely accepted outside of small pockets. Despite what the novel and Elain Pagels claim, the Gnostic texts were largely written in Egyptian and Coptic, with a smattering of Greek - not Aramaic (language spoken in Palestine during Biblical times). They were found in 1945 in a place known as Nag Hammadi in Egypt. The novel claims that the Council of Nicea threw out these texts and altered the gospels that were included in the Bible. Yet experts know that the Gnostic Gospels were not read by mainstream Christains at all - not even enough to be thought about at Nicea. Additionally, pre-Nicea and post-Nicea copies of the Gospel of John (which details the divinity of Christ) are identical. In the novel Brown typically mentions the Dead Sea scrolls -- Jewish texts found in a cave not far from Jerusalem -- right next to the Gnostic Gospels. Despite what the novel claims the authors of the Dead Sea Scrolls (the Essences) were not Christain and kept no record any gospel - Gnostic or otherwise. They have revealed some interesting insights into Jewish scripture, however - but nothing related to Christ, the Holy Grail, or beliefs outside of mainstream Judaism. Gnostics believed in a multilayered world where the material was evil and the spiritual was good. They further believed that God as described in the Torah (Old Testmament) was the material (evil) god and that the good deity only revealed himself through Jesus who they believed to be a kind of flesh puppet for the spiritual Jesus and that the two were completely separate (i.e. Jesus the deity did not even feel pain during the crucifixtion because it wasn't him). Most Gnostics considered being female to be a detriment to gaining salvation (in direct contradiction with the claims in the novel and the work of Pagels). At the end of the Gospel of Thomas (a Gnostic text) Jesus tells the diciples that only after Mary becomes a male can she enter the Kingdom of Heaven. The Gnostics still revered Magdalene -- however, the Gnostic text Brown cites where Jesus kisses Mary on the mouth actually reads: "And the companion of the […] Mary Madgalene. […loved] her more than [all] the disciples [and used to] kiss her [often] on her […]." The gaps in the manuscripts leave much room for the imagination, but fall short of telling us the two were married. |
|
| #39 |
|
bluenectar
18 Juli 2006 jam 2:42pm
 
Yesus ke India |
| #40 |
andrea7974
18 Juli 2006 jam 5:14pm
 
imanto menulis:Memang injil ditulis oleh manusia. tetapi dalam proses penulisan injil, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. yaitu: 1. penulisnya adalah orang yang hidup berbarengan waktunya dengan Yesus 2. penulisnya adalah orang yang berinteraksi dengan Yesus sehingga mengerti visi dan pikiran Yesus. Point nya adalah, kenapa yang dimasukkan ke dalam kitab suci adalah 4 injil itu saja? Karena kitab yang 4 itu saja (kitab Matius, Markus, Lukas dan Yohanes) adalah yang ditulis oleh orang yang hidup berbarengan dan pernah berbarengan dengan Yesus. Seperti misalnya kita bisa aja menulis buku tentang Soekarno. Bila perlu cerita saja kalau Soekarno itu waktu umur 18 tahun, dia pernah pacaran sama tantenya nenek aku. Kemudian skandal dan punya anak yang sampai sekarang masih hidup dan cucunya adalah si anu yang menjadi jendral di republik anu. Karena toh tidak ada yang bisa trace back waktu Soekarno hidup umur 18 tahun kok. Adalah penting bagi para penulis injil adalah orang yang memang hidup sejaman dan berinteraksi dengan Yesus. Dan kenapa penulis injil adalah orang yang berinteraksi dengan Yesus shg dia mengerti visi dan pikiran Yesus? karena percuma saja kalau penulisnya orang yang hidup sejaman dengan Yesus tetapi dia tidak pernah berinteraksi dan tidak pernah mengeri visi/pikiran Yesus. Ibaratnya, mungkin kita hidup sejaman dengan Soeharto. tapi apa kita ngerti jalan pikiran Soeharto? Kitab Yudas, digolongkan ke dalam kitab-kitab Gnostik, karena isi dari kitab tersebut ditulis lebih dari thn 90 M. Kalau berbicara mengenai kitab-kitab yang selama 2000 tahun ditentang oleh Gereja karena dianggap isinya mengancam existency gereja, ada beberapa lubang kelemahan dari point ini. Teori yang mengatakan kalau gereja sengaja menutupi kitab-kitab lain selain ke-4 injil, seolah-olah mengatakan kalau gereja adalah lembaga yang berdaulat, sehingga mereka bisa membungkam fakta seenaknya. imanto menulis:Di kitab injil yang di kitab suci juga tertulis dengan jelas kalau Yesus mempunyai adik-adik yang lain kok. Tidak ada kitab yang bilang dia anak tunggal dari Maria dan Yusup. Yang menjadi point adalah Yesus anak yang dilahirkan tanpa sperma dari Yusup. Sedangkan adik-adiknya perlu sperma Yusup untuk bisa jadi manusia. imanto menulis:Adalah Thomas yang pergi ke India dan mengabarkan injil di dunia. Kalau ngomong Yesus meninggal umur 70 tahun dan dikuburkan di India, itu sih sama seperti conspiracy theory yang pernah beredar thn 85an yang lalu yang mengatakan kalau Hitler sebenarnya tidak pernah mati. Tapi dia berhasil lolos keluar dari bunkernya, dia lari meninggalkan Jerman dan dikuburkan di Surabaya. (I'm not kidding. ada tuh bukunya dan teori ttg itu. dan itu sempat laris manis banget di waktu itu) Kalau Yesus tidak meninggal dan dia tidak disalib, kenapa ada banyak orang yang kemudian dengan rela menjadi saksi-saksi Kristus yang bahkan bersaksi kalau Yesus tdk hanya meninggal dan disalib dan dikuburkan? Logikanya aja...people only want to die for something they believe in. Nobody wants to believe in something stupid and die for it. kalau benar Yesus tidak mati, kenapa ada banyak orang yang rela mati untuk menjadi saksi dari kematian dan kebangkitan Yesus? kita tidak bicara ttg satu atau dua orang saja Dan kalau memang Yesus tidak mati, tapi kembali lagi ke India dan mengabarkan injil, kenapa dari dulu sampai sekarang India tidak pernah menjadi daerah Kristen? Nobody was persecuted there, right? Dan kalau Yesus emang jago yoga spt itu, kenapa dari para muridnya tidak ada sekalian yang mengajarkan yoga? kenapa cuma mengabarkan injil yang sounds silly karena menceritakan ttg orang yang dihukum mati, disalib, mati, terus bangkit lagi! cerita Yesus memang disalib, tapi karena bisa Yoga jadi tidak mati. Itu jauh lebih menarik..pasti deh byk yang mau belajar yoga kalau ceritanya seperti itu! dan pasti deh, kristen bakalan jadi aliran sekte agama yang favorit kalau itu beneran terjadi. serius...kalau ada ilmu spt itu seh gua mau banget! pura-pura mati...terus klaim asuransi..dpt duit milyaran...hidup lagi..menikmati hidup....pura-pura mati lagi...nikmatnya hidup kalau bisa seperti itu!!! |