Pedang Angin Berbisik (TAMAT)

HomeForumKomentar BacaanPedang Angin Berbisik (TAMAT)

Komentar untuk Pedang Angin Berbisik (TAMAT)


Halaman sebelum 1 2 3 4 5 6 7 8 9 ... 28 29 30 31 sesudah
#101
Agam 6 Januari 2012 jam 5:42pm  

justru yang ditunggu dalam cersil itu "adegan berkelahinya" yang banyak kembangan yang masuk akal, bukan adegan "wusss...pruuut" eh tiba2 musuhnya mati.. kan gak seru. Ditunggu lanjutan selajutnya suhu, biarpun 2-3 bab isinya adegan pertarungan juga tak apa2 suhu, apalagi Tokohnya yang tipe berkembang dalam setiap pertarungan yang jalaninya. :D :D :D :D

#102
bantarmangu 6 Januari 2012 jam 6:03pm  

mantap,lanjut gan.

#103
kurniawan73 6 Januari 2012 jam 6:04pm  

Mantap . . .

#104
wisnudjatmiko 6 Januari 2012 jam 6:04pm  

:) Yo iii makin menarik, lanjut broo.....

#105
yarisdiyanto 6 Januari 2012 jam 7:26pm  

Go'od lah... ceritanya menarik... penyajiannya apik... mudah2an pengarangnya diberi kesehatan dan kemudahan dalam rezeki sehingga bisa terus berkarya dan menyelesaikan ceritanya...

#106
risal 6 Januari 2012 jam 7:41pm  

sangat menarik,.... kalau bisa disebutkan nama jurus2 yang dipakai dalam baku hantam supaya lebih seru n tegang :)

#107
udin_tjg 6 Januari 2012 jam 8:13pm  

Lanjut

#108
NABER 6 Januari 2012 jam 9:17pm  

Wow, ceritanya semakin menarik saja. Lanjut guru...

#109
Ridlo 6 Januari 2012 jam 10:54pm  

sederhana dan menarik. tak perlu menamai jurus karena pertarungan sesungguhnya adalah aksi-reaksi. saluuuut...!!

#110
wwnmrtq 6 Januari 2012 jam 11:05pm  

suhu han1977.... critanya smakin lama smakin menarik az... nih
sallut
....mohon terus dilanjut suhu....

#111
ayik 7 Januari 2012 jam 1:40pm  

Sekedar mengingatkan,.. seingat saya dibab sebelumnya kayaknya jalan darah kematian ding tao sudah tembus? yah, katakan 2 tahun untuk lebih mendalami ilmu pedang harusnya dia berada ditingkat yang.. ehmm...

Sejauh ini, alur dan gaya penceritaan sudah bagus. Tidak berlebihan tentang jurus² atau kemampuan.. (dimana biasanya tokoh utama selalu kaya superman). namun alangkah bagusnya jika hal detail yang kecil terlewat tidak terputus saja hanya sebagai kata² yang memperbanyak bacaan tapi tidak ada jluntrungnya..

Eniwei, tetep semangat bung.. jalan masih panjang, mohon maaf jika ada kata saya yang tidak berkenan, dan terimakasih bersedia sharing cerita yang menarik ini.

#112
rduyk 7 Januari 2012 jam 2:24pm  

:) he he saya pikir loncatan waktu serta langkah masih relevan karena bukan berarti dengan jalan darah yang terbuka terus sakti mandraguna.
Langkah yang diambil cukup realistis ketika pertama kali berhadapan "musuh" adalah "orang sendiri" dengan tingkatan dari bawah keatas sehingga menambah pengalaman yang bertingkat dan tentunya penguasaan lapangannya juga masih terbatas.
Lalu bagaimana selanjutnya ketika berhadapan dengan Tiong Fa, apakah akan kalah begitu saja, atau mendapatkan teknis kecepatan memulihkan tenaga he he semua terserah kepada Sang Penulis he he saya juga menunggu cerita selanjutnya, terima kasih sebelumnya.

#113
Han1977 7 Januari 2012 jam 8:38pm  

ayik menulis:
Sekedar mengingatkan,.. seingat saya dibab sebelumnya kayaknya jalan darah kematian ding tao sudah tembus? yah, katakan 2 tahun untuk lebih mendalami ilmu pedang harusnya dia berada ditingkat yang.. ehmm...
...
Kalau dibaca lebih teliti lagi di bab sebelumnya, yang tembus itu jalur hawa murni dari tantien menuju ke telapak tangan. Bukan menembus jalur hawa murni yang utama. Jadi belumlah, Ding Tao belum jadi jagoan nomor 1.

Saya berusaha supaya proses untuk jadi jagoan nomor satu tidak semudah itu, jadi yg bisa menembus semua jalur hawa murni dalam tubuh, hanya segelintir orang saja dan yang segelintir ini akan jadi jagoan2 nomor satu. Grandmaster-nya gitulah, sementara ini di tataran itu baru ada Biksu Khongzhe, Pendeta Chongxan dan Ketua Sekte Matahari dan Bulan, Ren Zuocan.

Keberhasilan Ding Tao menembus salah satu jalur yang ada (belum semua dan bukan yg utama), membuat dia memiliki kemampuan untuk menyalurkan hawa murni ke senjata yang ada di tangan. Ini membawa Ding Tao masuk ke jagoan2 tingkat 3 & 4 (kira-kira begitu). Dengan bakat dan pemahamannya mengenai jurus2 + tembusnya jalur ini, Ding Tao kira2 bisa dimasukkan dalam jagoan2 utama di tingkat 3.

Tembusnya hawa murni juga bukan satu2nya aspek yang membuat seseorang jadi jagoan, dalam bayangan saya, ada masalah tenaga (hawa murni), ada juga kecepatan (hawa murni jg) dan pemahaman terhadap jurus2 (tehnik -< kecerdasan atau bakat).

Juga dalam bayangan saya, setelah tertembus pun, kalau tidak dilatih, maka penggunaannya pun tidak lancar. Kadang bisa-kadang ngga. Kalaupun bisa butuh waktu yang lama dan konsentrasi yang tinggi sebelum hawa murni bisa dialirkan melalui jalur itu. Tapi dengan latihan yang terus menerus, pada akhirnya hawa murni bisa dikerahkan dengan mudah. Mirip orang belajar naik sepeda atau ketrampilan lainnya. Semakin sering dilatih, semakin lancar melakukannya, semakin cepat, semakin anggun gerakannya, dsb.

Tentang khayalan saya mengenai hawa murni dan penggunaannya, akan dibahas lebih banyak di bab VII saat Ding Tao melawan Tiong Fa dan jawaban mengapa hingga melawan Zhang Zhiyi, jalur yang tembus ini tidak digunakan bisa tersirat di Bab VII.

Meskipun harapan saya dari watak Ding Tao, pembaca sudah bisa mengira2 mengapa dia tidak menggunakan kelebihannya itu saat melawan lawan2 sebelumnya  ;)

#114
Han1977 7 Januari 2012 jam 10:19pm  

<double post :)) ), saya ingin mengajak pembaca setia sekalian, untuk meramaikan blog Pedang Angin Berbisik (http://hanmeng-pab.blogspot.com). Di mana di blog ini, saya berencana untuk sesekali mem-postkan, cerita di balik layar dari kisah Pedang Angin Berbisik ini.

Karena terkadang saya ingin juga berbagi (pamer) otak-atik khayalan saya mengenai dunia atau setting, plot, dan juga karakter2 dari Pedang Angin Berbisik.

Jika di-postkan di sini, tentu akan mengganggu jalannya cerita, tapi saya juga berharap dengan menuliskan serba-serbi di balik Pedang Angin Berbisik ini, akan membuat beberapa ganjalan, pertanyaan dan mungkin rasa penasaran pembaca bisa terpuaskan.

#115
musasi 8 Januari 2012 jam 3:04am  

teruskan suhu, btw kalau boleh usul nih, tokoh utamanya jangan terlalu naif donk, kadang kesel juga bacanya....anyway bagus kok ceritanya

#116
irmaya 8 Januari 2012 jam 3:45am  

naif kan juga bagus... Coba kalo baca 'pendekar lugu'nya chin yung.. Hadoh.. Bikin gondok setengah mati:)) jger-nya cerita pas deket ending...
Gud job,Keep working han!

#117
ayik 8 Januari 2012 jam 11:28am  

Hore kena pancingannya.. :))
Kalo nda gini ga asyik, cuman nunggu n bengong sampai chap berikutnya nongol hehe..

yah semoga tulisan saya yang dikit nyentil nda bikin penulis jengkel atau bahkan mogok kerja.. dimana akan saya sangat sayangkan.

pada akhirnya saya cuma bisa ucapkan sukses buat anda, dan selamat bekerja :)

#118
flawed 9 Januari 2012 jam 9:52am  

Nice story mas bro Han.. Cm ada dikit pertanyaan.. Kan nama2 tokohnya ejaan mandarin nih..
Biksu Khong Zte = kek nya campuran deh namanya.. Gmn menurut tmn2 yg laen.. Penasaran aja sih ini..

Trus buat admin indozone
Kl boleh ditambah satu lg tombol dibawah..

Kan sudah ada menu bab sebelumnya.. Tambahkan jg menu bab sesudahnya di akhir bacaan donk para suhu...

Anyway..

This is a good story

#119
Han1977 9 Januari 2012 jam 10:03am  

flawed menulis:
Nice story mas bro Han.. Cm ada dikit pertanyaan.. Kan nama2 tokohnya ejaan mandarin nih..
Biksu Khong Zte = kek nya campuran deh namanya.. Gmn menurut tmn2 yg laen.. Penasaran aja sih ini..

...

Ya begitulah, soal bahasa mandarin atau hokkian, memang di situ kelemahan saya. Sebelum menulis PAB ini saya coba menulis Hutang Nyawa Bayar Nyawa, di situ saya coba pakai bahasa hokkian, sesuai dengan bacaan2 cersil yang pernah saya baca. Tapi kemudian masalah bahasa ini jadi kendala yang cukup memusingkan.

Mulai dari mengarang nama, sebutan2 orang waktu menyapa satu dengan yang lain, nama jurus, dsb.

Sudah ngarang plotnya bingung, ditambah lagi dengan beban bahasa. Akhirnya saya nyerah dan saya tinggal lari.

Untuk PAB, saya sungguh2 ingin menyelesaikan cerita sampai tamat, dan saya memutuskan untuk nama2, istilah2, dsb, sebisa mungkin saya pakai mandarin (lebih gampang cari online dictionary-nya). Itupun ala kadarnya, nanti kalau sudah selesai ditulis sampai tamat, baru saya akan mulai menyisir ulang masalah, nama2 dan istilah2 yang dipakai (kalau masih ada tenaga :D), sekalian menulis ulang bagian2 yang saya rasa kurang pas.

Jadi untuk saat ini, saya pokoknya tulis saja terus, main kebut, main tabrak, fokus saya ada pada pengembangan karakter dan plot cerita.

Soal nama dan sebutan panggilan dalam bahasa Indonesia, jika ada masukan2 dari pembaca, tentu akan sangat membantu dalam proses editing nanti dan banyak2 terima kasih untuk bantuannya tersebut.

#120
Han1977 9 Januari 2012 jam 10:20am  

:D , ya moga2 di sekuel dari PAB ini saya bisa bikin sedikit berbau detektif. Ide sudah ada. Ding Tao sudah jadi jagoan, ilmu dan karakternya sudah ga perlu dikembangkan lagi, jadi mungkin yang di-explore sisi misterinya.

Halaman sebelum 1 2 3 4 5 6 7 8 9 ... 28 29 30 31 sesudah