Post 1 dari 14 dalam Round Robin ngaco
Home → Forum → Books → Round Robin ngaco → Post-19648
#1 | ![]() |
Azalae
23 Agustus 2005 jam 3:52pm
 
Tinggi di langit, awan tebal menyelimuti dunia. Sepanjang mata melihat, dari horizon ke horizon, dari ujung ke ujung, segalanya gelap gulita. Sekelebat cahaya melintasi pandangan, halilintar yang diiringi ribuan petir menggelegar. Menari dan membelah angin seolah ribuan tombak putih berkilau menusuk tanpa ampun. Tanah bergetar dan bumi pun bergoncang. Di antara sekelebat cahaya dari murka langit, terlihat sesosok manusia. Yang berjuang untuk melewati medan pertempuran langit dan bumi. Mulut terbuka lebar berteriak tetapi suara tertelan seluruhnya oleh gemuruh alam. Eh ternyata gerhana matahari. Beberapa detik kemudian terang lagi deh. Akhirnya terdengar teriakan sosok tersebut. "Doh, jaoh sialan!" Dilanjutkan dengan "Doh, cape gua!" "Doh, kok ga ada taxi!" masih bersungut2. Dia adalah pangeran Amoi yang bergegas menuju istana. Beberapa jam seblomnya tiba pesan bahwa kondisi sang raja yang memang sudah tua memburuk. Ia dipanggil untuk menerima pesan terakhir. Di pintu gerbang istana terlihat seorang pengawal sedang sibuk menjual karcis pada para turis. Seorang pegawal lagi sedang membantu sekeluarga turis mengambil foto. Lima pengawal berusaha menarik perhatian seorang cewe berambut panjang yang baru saja lewat. Namun tiba2 ingat ada pekerjaan di tempat lain, begitu menyadari kalo "cewe" ini meskipun mempunyai jiwa kaum hawa tapi sayang dilahirkan di dalam tubuh tidak mendukung. Setelah lapangan besar di dalam gerbang, sebuah tangga besar nan mewah berputar ke atas beberapa lantai menuju ruang tahta. Salah satu dari dua pengawal di pintu kamar membukakan pintu begitu melihat pangeran Amoi tiba. "Doh, lift rusak lagi." Amoi ngomel "Naek tangga berapa lantai." Duduk di tahta mewah, sang raja dengan badan cukup berbobot yang tertutup bukan oleh otot aktif. Seorang raja harus praktis. Ayah pangeran Amoi amat praktis. Banyak raja, terutama bekas pendekar, mementingkan tubuh fit dan rutin latihan untuk membangun otot sampai badan langsing. Namun hal ini sangat berbahaya. Karena banyaknya usaha pembunuhan terhadap keluarga istana, terkadang ada satu ato dua yang lolos. Pembunuh dapat mengunakan dagger kecil untuk menusuk seorang raja dan menembus jantung dengan mudah. Ini karena tubuh langsing. Berbeda dengan raja berbobot yang mempunya diameter lebar yang sebagian besar terisi oleh otot "non-aktif". Penjelasan singkat mengenai otot non-aktif. Tidak ada raja yang suka mendengar, dan tidak ada yang berani bilang, yang berani pun tidak hidup lama -- bahwa tubuhnya terisi lemak. Kedengarannya kurang pas. Raja + Lemak = kurang sexy. Dibilang tubuh yang terbungkus oleh kulit sangat tebal juga kurang pas. Berhubung otot yang kita pake memang otot, dan "yang bukan otot" tidak bisa dibilang lemak ato kulit tebal, istilah lebih pantas bagi raja adalah otot non-aktif. Kembali ke penjelasan fungsi tubuh berbobot penuh otot non-aktif. Dengan besarnya diameter tubuh, para pembunuh tidak dapat menusuk dan berharap senjatanya dengan mudah menembus organ vital. Karena terlalu banyak hal yang menghalangi, yah otot non-aktif tersebut. Inilah jaket pelindung alamiah. Raja yang duduk di tahta mempunyai salah satu jaket paling aman di seluruh dunia. Bertaon2 ia menghabiskan waktu untuk menambah ukuran jaket ini. "Amoi!" katanya di antara olah raga menambah ukuran jaket, melahap kue. "!" kata pangeran. Kemudian berpikir "?" Akhirnya "Saya dapat pesan katanya ... tapi kok ... bukannya udah mau ... kok malah ...?" "Tenang, seperti kau lihat, aku masih hidup. Hari ini bukan saatnya." kata raja. "Mungkin bukan hari ini tapi aku merasa saatnya sudah dekat. Itulah alasan kau kupanggil." "Pembagian harta warisan?" "Bukan!" begitu tersinggungnya sang raja sampe nafsu makannya hilang. Ia mengambil potong kue lebih kecil dari sblomnya. "Kau kupanggil untuk mempersiapkan diri," lanjut sang raja. "Kerajaan kita memasuki krisis. Lihat aja apa yang terjadi di gerbang istana." Pangeran Amoi pun sependapat. "Iya pengawal kita berubah jadi agen wisata. Ke mana harga diri mereka. Belasan turis jalan2 masuk istana seenaknya!" "Benar2 keterlaluan," kata raja. "Padahal aku berharap minggu ini turis bisa mencapai ribuan orang!" "?" kata pangeran Amoi. "Belakangan ini jumlah turis yang ingin foto bersama daku pun menurun drastis." Sang raja sedih. "Mungkin daya tarik tubuhku sudah berkurang. Bagaimana menurutmu?" Beberapa menit berlalu dengan hening. Akhirnya pangeran membuka mulu "Ada kemungkinan ga buat bahas warisan?" "Amoi! Kerajaan ini memerlukan perubahan. Sudah kuputuskan kau harus melakukan tindakan luar biasa untuk mendapatkan mahkota dan tahta. Tugas ini kunamakan ... engingeng ... The King's Quest!" Dengan senyum lebar dan mata berkunang2, sang raja menatap pangeran penuh harap menunggu respon. Hening lagi, dan lebih lama dari sblomnya. "Bagaimana dengan warisan?" tanya pangeran. Melihat kemungkinan semakin tipis untuk mendapat respon yang ia inginkan, sang raja pun terpaksa melanjutkan. "Saat ini juga kau harus pergi meninggalkan kerajaan ini. Jangan kembali sampai dapat melakukan hal mengagumkan!" "Hah? Sekarang? Hal apa?" "Terserah pokok harus luar biasa." Setelah berpikir2 pangeran berusul. "Membunuh naga?" "Tidak mungkin. Populasi naga sudah sangat sedikit dan hampir punah. Taon ini secara resmi naga masuk daftar hewan dilindungi." "Hmm menyelamatkan putri yang disekap di menara tinggi oleh naga jahat?" "Ga boleh ada naga." "Putri yang disekap di menara tinggi oleh Freddy Krueger?" "Freddy Krueger sudah didaftar sebagai trademark, cari yang lain." "Okay putri yang disekap di menara tinggi oleh teroris?" "Ga terlalu jelek. Tapi ngapain teroris menculik putri ditaroh di menara? Biasanya teroris terbang naik naga buat ditabrakin ke menara. Dengan putri di dalamnya. Ga pake acara sekap-menyekap." "Putri yang disekap di menara tinggi?" Karena tampak pangeran sudah berenti, raja bertanya "Trus?" "Yah begitu aja. Menyelamatkan putri yang disekap di menara tinggi." "Putrinya diem aja di menara ga mau turun ato pergi?" "Hmm" pangeran mulai menyadari kekurangan di ide tersebut. "Sudah, cari yang lain. Cerita tentang putri sudah dipake terlalu banyak." Setelah beberapa menit berpikir, Pangeran Amoi dengan bangga berusul. "Bagaimana kalo saya masuk universitas, menyamar jadi orang biasa, deketin seorang gadis yang sekilas jelek tapi ternyata cantik sekali, mengatur sedemikian rupa supaya dia tau bahwa saya seorang pangeran, akhirnya masuk berita seorang pangeran menikahi seorang gadis biasa, dan bikin live show?" "Apanya yang luar biasa?" sang raja bertanya dengan bingung. "Oohh dapat ide! Pertama saya patahkan pedang saya sendiri. Cari gadis cantik, titipkan pedang ke dia. Cari musuh super kuat tapi berbentuk sebuah mata besar di puncak menara hitam, yang memimpin banyak tentara jelek dan bau. Saya kumpulkan pasukan tapi sangat sedikit, meminta gadis tadi membetulkan pedang, lalu berangkat maju perang. Oh iya, tak lupa sambil mencari sebuah cincin spesial." Tapi usul inipun ditolak oleh sang raja. "Terlalu rumit dan berbelit2. Juga sayang ngerusak pedang bagus." Saat ini pangeran sudah cape. "Bagaimana kalo bagi warisan saja?" Hari itu pangeran meningkalkan kerajaan. Dengan membawa bekal seadanya. Hanya baju, celana, dan sepatu yang dipakai. Tanpa kuda maupun pedang. Hanya beberapa credit card. Dan dimulailah cerita petualangan Pangeran Amoi dan The King's Quest! |