Post-19654

Post 2 dari 14 dalam Round Robin ngaco

HomeForumBooksRound Robin ngacoPost-19654

#2 avatar
hey_sephia 23 Agustus 2005 jam 4:29pm  

Keringat mengalir berbulir-bulir dari dahi Pangeran Amoi yang mengenakan topi pet. Ia lalu menyandarkan tubuhnya pada pohon terdekat. Dilepaskan topi petnya dan dibuat kipas-kipas.

Ia menengadah ke langit dan mengumpat, "Sialan. Hari pertama koq panas begini. Kalau setiap hari begini, mana tahaaaan???"

Sambil terus kipas-kipas, ia melihat sekeliling. Ada tukang jual ice cream. Begitu melihat tulisan 'ice cream', liur langsung mengumpul di mulutnya. Cepat-cepat ia mendekati tukang jual ice cream.

"Satu ice cream, berapa?" tanya Pangeran Amoi.

Si Bapak menunjuk ke papan daftar harga.

Di situ tertulis:
1 (satu) scoop - 5 tifu (harga musim panas) - 2 tifu (harga musim dingin)
2 (dua) scoop - 9 tifu (harga musim panas) - 7 tifu (harga musim dingin)
3 (tiga) scoop - 12 tifu (harga musim panas) - 10 tifu (harga musim dingin)

*tifu = mata uang di negeri ini.

"Satu scoop deh, Pak. Boleh pakai credit card?" tanya Pangeran Amoi. Air liur makin deras mengalir sampai-sampai ia harus menelan ludah berulang kali.

Si Bapak lalu mengeluarkan mesin credit card portablenya.

"5 tifu", kata si Bapak sambil menekan tombol-tombol di mesin credit cardnya.

Amoi memberikan credit card Bunga-Ringan. Digesek, error. Lalu dikeluarkannya credit card Royal Selalu, sama saja. Dan begitu berturut-turut sampai semua koleksi credit cardnya sudah dikeluarkan.

"Apa yang terjadi?" tanya Amoi dengan muka merah padam. Malu, bingung, marah.

"Kalau gak punya duit jangan beli eskrim!" si Bapak mengambil kembali ice cream yang sudah berada di tangan Amoi.

"Tapi... tapi...!!!"

Ah! Ini pasti ulah Ayahanda yang memblokir semua kartu kreditku!!, Pangeran Amoi semakin merasa kehendak Ayahandanya kali ini benar-benar tidak mengenal kasihan.

"Boleh minta segelas air putih, Pak?" dengan nada dan tampang dibuat sememelas mungkin, ia memohon belas kasih tukang ice cream.

"Minta? Beli dong!" si Bapak pelit rupanya.

"Tapi saya tidak punya duit, Pak..."

Si Bapak melihat pakaian Pangeran Amoi yang bermodel masakini, dan melihat berbagai jenis kartu kredit yang dilihatnya barusan, ia berpikir orang yang gak punya duit ini pasti bukan orang sembarangan. Orang kaya, atau pencuri kartu kredit.

"Begini saja," kata si Bapak kemudian. "Kau bantu aku menjual eskrim, bagaimana? Aku baru saja membuka usaha franchise 'Ice Cream Enak Lho', aku ingin berkeliling mengiklankan usahaku. Kau di sini saja, menjagakan daganganku. Nanti sore aku kembali, kau harus berhasil mendapatkan minimal 100 tifu."

Tanpa berpikir panjang, mendengar akan diberi segerobak ice cream, jelas Pangeran Amoi mengangguk keras.

"Hmm.... ice creammmm..." kata Amoi sesaat setelah si Bapak berlalu.