Post-19678

Post 3 dari 14 dalam Round Robin ngaco

HomeForumBooksRound Robin ngacoPost-19678

#3 avatar
yinyeksin 24 Agustus 2005 jam 11:11am  

Tanpa pikir panjang, Amoi mencicipi 5 rasa yang ada di dalam tong gerobak dengan sekop eskrim. Sekop demi sekop dinikmatinya sampai es krim di dalam tong tinggal separuh. Ketika akan mengambil sesekop lagi, Amoi kaget karena es krim tinggal separuh dan dia harus mendapatkan minimal 100 tifu.

"Berabe nih, gimana bisa dapat 100 tifu kalo es krim tinggal separuh begini?" keluh Amoi sambil melap keringat dingin yang mengucur deras.

Sambil menoleh ke kanan kiri yang terlihat hanya pohon semua. Tiba-tiba ia menoleh ke atas pohon toge dan tak diduga terdapat papan petunjuk arah.

"Aha! Ada pasar," seru Amoi gembira sambil mulai mendorong gerobak es krim ke arah pasar.

Setibanya di pasar, orang-orang yang berlalu-lalang tidak begitu banyak.

"Doh, kenapa hari ini orang-orang tidak banyak yang keluar rumah?" keluh Amoi sambil mencopot topi petnya dan menggaruk-garuk kepalanya yang ternyata banyak kutunya.

Tiba-tiba muncul seorang saudagar kaya.

"Es krimnya satu!" seru si saudagar yang ilernya sudah di ujung lidah sambil melihat-lihat ke dalam tong gerobak yang berisi es krim.

"Kesempatan nih," pikir si Amoi.

"Rasa apa?" tanya si Amoi kepada saudagar kaya.

"Emangnya situ ada rasa apa?" tanya si saudagar sambil melirik sekilas ke dalam tong gerobak.

"Durian, nangka, jeruk, coklat dan pisang."

"Ok, rasa nangka deh!"

"Harganya 40 tifu," jawab Amoi santai.

"Hah?? 40 tifu? Ini perampokan namanya," bentak si saudagar.

"Hei! Ini es krim elite tau! Gak sembarang rasa, rasa nangka yang khusus untuk orang kaya, coba kau cari di manapun gak akan ketemu rasa yang seperti ini," jawab si Amoi cuek.

"Mana ada es krim elite dan tidak elite, belum pernah dengar tuh. Kamu jangan ngawur yah," amarah si saudagar mulai naik karena ilernya udah mulai menetes.

"Ya sudah, kalau gak mau yah tak dijual," jawab Amoi sambil mulai mendorong gerobaknya.

"Eits...Tunggu!!! Bener nih es krim elite?" tanya si saudagar dengan nada lunak.

"Iya donkkk!!!"

"Ok, rasa nangka satu, kalo rasa durian apakah harganya sama dengan rasa nangka?" tanya si saudagar.

"Oh tidak, kalau durian harganya 60 tifu," jawab Amoi dengan senyum liciknya.

"Hah? 60 tifu?" pikir si saudagar dalam hatinya.

"Nih es krim nangkanya, yang durian gimana, mau tidak?" Amoi menyodorkan es krim nangka sambil menerima selembar uang 100 tifu dari tangan si saudagar.

"Ok, deh yang rasa durian juga deh," jawab si saudagar setelah menimbang sejenak.

Setelah transaksi selesai si saudagar kaya meninggalkan Amoi dengan 2 es krim di mulutnya."Wah, kalo cara berjualan es krim seperti ini bisa cepat kaya nih!" pikir Amoi sambil tersenyum licik. Amoi mengeluarkan HP-nya. Dipencetnya no HP si tukang es krim yang tercetak di gerobaknya.

"Sial! Gak ada sinyal!" keluh Amoi sambil memasukkan kembali HP-nya kembali ke dalam kantongnya. Di dorongnya kembali gerobak ke arah hutan.