Post-30330

Post 43 dari 53 dalam THE DA VINCI CODE -- what do you think?

HomeForumDebatesTHE DA VINCI CODE -- what do you think?Post-30330

#43 avatar
andrea7974 21 Juli 2006 jam 3:10pm  

imanto menulis:
Setahu gua injil di susun 400 tahun setelah jaman yesus (sama paulus kalo tidak salah), selama rentang waktu itu segala hal mungkin terjadi (salah interpretasi)
Jangankan 400 thn, beberapa tahun pun sudah cukup mengaburkan fakta sebenarnya (ingat kerusuhan mei 98)
Nope. Semua kitab di Perjanjian Baru, ditulis paling lambat thn 70 M. Hanya kitab Wahyu yang ditulis terakhir yaitu sekitar tahun 90 M.

Memang selain 4 injil yang diakui gereja itu, ada beberapa kitab lain yang disebut "injil" yang ditulis sekitar thn 150-400 M. Kitab-kitab itulah yg kemudian dikenal sebagai injil Philipus, Injil Thomas, Injil Yudas dll.

Kenapa gereja hanya mengakui 4 injil itu (matius, markus, lukas, yohanes) dan bukan kitab-kitab yang lain; karena alasannya ya seperti yang kamu sebut itu..."Jangankan 400 thn, beberapa tahun pun sudah cukup mengaburkan fakta sebenarnya"

FYI: Paulus mati sekitar thn 75 M di kota Roma.

imanto menulis:
Ada yg mengatakan sejarah adalah kisah para pemenang artinya sejarah yg kita baca selama ini kebenarannya tidak 100% bahkan bisa bertolak belang 360 derajat (ingat supersemar)

Mengapa murid2+pengikut yesus mau jadi saksi hidup ? di kitab tsb di tulis bhw sebenarnya murid2 yesus tahu yesus tidak mati namun dgn mempercayai kebangkitannya justeru membuat yesus abadi shg mereka diam saja (krn menguntungkan)

Memang sejarah ditulis oleh pemenang. Tapi spt pada my previous post, orang Kristen mula-mula, bukan hanya mereka bukan pemenang, tetapi mereka pecundang kelas berat yang sudah pecundang, terancam hukuman mati!

So what's the point for them untuk tetap percaya pada keyakinan mereka? Kalau mereka percaya pada sesuatu yang sebenarnya mereka tahu itu cuma kebohongan?
Menjadi orang Kristen waktu itu berarti tidak bisa bebas berdagang, menjadi buronan dan salah2 jadi obor untuk dibakar untuk dijadikan penerangan lampu kota Roma.

mempercayai kebangkitannya justeru membuat yesus abadi shg mereka diam saja (krn menguntungkan) --> ditinjau dari sudut manapun tidak ada segi menguntungkan buat mereka. Gara-gara bersaksi kalau Yesus mati dan bangkit itu mereka diburu-buru dan dihukum mati kok. bukannya lebih enak kalau cerita Yesus tidak mati...tapi dia emang menghentikan pernafasan pakai Yoga shg dia tidak mati! efeknya pasti lebih bagus karena orang Romawi tidak akan menganggap mereka adalah extremist yang percaya pada kebangkitan orang mati. Murid-murid Yesus justru dihukum mati karena mereka menceritakan kematian dan kebangkitan Yesus.

Who wants to believe to someone who claimed himself as the Son of God, but then he died on the cross (one of the lowest and horrible way to die at that era) ???

imanto menulis:
Point-nya, yesus baik diyakini sbg putera Allah (gua juga merasa kita-kita ini adalah putera-puteri Allah) atau pun sbg manusia - faktanya YESUS tetap orang besar.

Mengenai kenapa di India, ajaran yesus tidak berkembang, kalo menurut gua krn ajaran yesus sudah lama mereka kenal (walaupun ada perbedaan sedikit di sana-sini berdasarkan tentunya interprestasi yesus sendiri). Lagipula spt yg dituturkan kitab tsb, jaman itu di india spiritualisme sudah jauh lebih maju dari timur tengah shg orang-orang suci spt yesus cukup banyak dan juga mampu melakukan keajaiban spt menyembuhkan orang sakit, mebangkitkan yg mati, berjlan di atas air, menghentikan pernafasan,dll
Dgn demikian ajaran2 yesus tidak disambut SEHEBOH di timur tengah sana.

The question is: apa yang membuat Yesus populer sehingga ia mendapatkan banyak pengikut?
Apakah ajarannya? atau keajaiban yang ditimbulkannya?

Fyi, dalam 3.5 tahun Yesus menyebarkan pengajarannya, bisa dihitung jari mujizat yang dilakukannya. Yesus memiliki banyak pengikut karena dia memberikan pengajaran yang melengkapi Taurat Musa (judaism).

Ada beda antara pengajaran dan spiritualism. Dan jelas Yesus sama sekali tidak mengajarkan ttg spiritualism. Tetapi jelas dia memberikan pengajaran.