Post-52564

Post 51 dari 53 dalam THE DA VINCI CODE -- what do you think?

HomeForumDebatesTHE DA VINCI CODE -- what do you think?Post-52564

#51 avatar
Han1977 1 Juli 2009 jam 11:11am  

karina menulis:
Da Vinci Code memang cerita yang sangat bagus, Ceritanya memang fiksi, tetapi data2 yang disebutkan adalah fakta sejarah.
Sejarah meninggalkan banyak catatan, terkadang satu catatan bertentangan dgn catatan yg lain. Hanya karena satu tulisan itu berasal dari masa lalu, tidak kemudian berarti tulisan itu benar. Untuk itu perlu ada metode untuk menentukan catatan mana yg paling benar. Salah satu metode dalam mempelajari sejarah adalah dengan memberikan level2 tertentu akan suatu catatan sejarah. Level tertinggi alias catatan yg paling bisa dipercaya mempunyai syarat antara lain :
1. Catatan yg ditulisnya paling dekat dengan masa berlangsungnya kejadian yg dicatat.
2. Pencatat adalah saksi langsung atau setidaknya membuat catatannya berdasarkan kesaksian saksi langsung dari kejadian yg dicatat.

Berdasarkan 2 syarat ini saja, ke-empat injil yang diakui jauh lebih bisa dipercaya dibandingkan dengan catatan2 lain, termasuk catatan yang dipakai oleh Dan Brown sebagai bahan tulisan. Jadi kurang tepat kalau dikatakan bahwa data yg dipakau adalah fakta sejarah.

Kutip:
Test tone (batu penguji)

Di toko2 emas, biasanya terdapat batu penguji apakah emas itu palsu atau asli.
berikut ini adalah batu untuk menguji Tuhan yang asli :
1. Tuhan itu satu
2. Maha Kuasa, tidak bergantung kepada sesuatu dan segala sesuatu bergantung kepadanya.
3. Tidak mempunyai anak dan tidak juga mempunyai orang tua.
4. Dan tidak ada sesuatupun yang setara (sama) dengan dia.

Seandainya saja semudah itu untuk mengenal TUHAN. Siapa sih yg bisa menguji TUHAN? Dengan ukuran macam apa anda mau menguji? Apakah yg lebih rendah menguji yg lebih tinggi, atau sebaliknya, yang lebih tinggi menguji yg lebih rendah?

Ada jutaan orang jenius lahir di dunia, kalau masalah iman adalah masalah yg bisa diselesaikan dengan logika, tentu masalah ini sudah selesai dari dulu. Kenyataannya orang2 jenius dari jaman dulu sampai sekarang, tidak mencapai kata kesepakatan dalam hal iman.
Batu penguji yang anda katakan adalah bukti penguji dalam rangka pemikiran anda sendiri, bagaimana bisa diterapkan pada orang lain? Lebih-lebih lagi kalau mau diterapkan pada TUHAN yang kebesaranNya melampaui diri anda.

Soal iman itu pilihan masing2lah.

Soal Dan Brown, dia kan cuma cari sensasi aja, bikin buku dan meng-klaim kalau tulisannya itu berdasarkan fakta sejarah. Itu pinter2nya dia aja bikin laku buku karangannya. Saya udah baca bukunya sampai habis, emang pas baca penasaran pingin tahu akhir ceritanya, cuma setelah baca habis ga pingin ngulang lagi. Masih lebih seru baca tulisan Gu Long yg setelah bbrp lama bakal kembali saya baca ulang. :))