Post 48 dari 53 dalam Agama No, Spiritual Yes ?
Home → Forum → Debates → Agama No, Spiritual Yes ? → Post-54265
#48 | ![]() |
sirancak
7 November 2009 jam 7:20am
 
coba deh lw pikir, mungkin ga kalo hujan turun itu cuma sekedar kebetulan sesuatu yang datang tanpa tujuan? atau kita hadir di forum ini, datang berdiskusi, apa kita datang disini tanpa suatu maksud, intensi atau tujuan? tidak, kita datang disini dengan suatu tujuan dan alasan, berbagai motif memang tapi kita punya alasan. Begitupun hujan turun, ada makna dan alasan, untuk memberikan air pada tumbuh2an dan hewan, memenuhi sumur-sumur manusia, menjadi sirkulasi air laut dan tawar. Nah sekarang, apa kita ada disini, lahir didunia hanya sebuah kebetulan? tanpa ada suatu alasan yang mendasari, tanpa ada suatu sebab, hadir begitu saja tanpa makna lalu hidup untuk memuasi hawa nafsu lalu mati dan berakhir begitu saja? tidak, kehidupan ini pasti ada makna. Bila ada yang memunculkan kehidupan didunia ini, dimana kehidupan itu bukan suatu pilihan, tidak ada satu orangpun, satu mahluk dan eksistensipun diantara langit dan seisi bumi ini meminta untuk ada didunia, ya kan? kita tidak memilih untuk lahir didunia ini, kita di-ada-kan didunia ini, begitukan? mungkinkah bila yang mengadakan segala eksistensi ini tidak ada? bahwa kehidupan dan segala isinya "ada" sekedar sebuah kebetulan, dan keteraturan alam semesta ini hadir tanpa ada yang mengatur? pasti ada yang mengatur semua ini, dimana ada keteraturan, pasti ada yang mengatur bukan? Lalu bila ada yang mengatur, ada yang menciptakan kita dan dunia ini, ada Tuhan dan memang Dia ada. Mungkinkah Dia menciptakan kita tanpa alasan, tanpa suatu peran dan fungsi? tanpa suatu makna dan misi? kita hanya hadir begitu saja, dan berlaku tidak pada fitrahnya, tidak dalam tata-aturan, sementara binatang, alam, semesta lain bekerja menurut sistem dan aturan dan kita manusia merasa bahwa tidak ada yang menciptakan dan membuatkan sistem hidup "bagaimana manusia hidup didunia ini"? atau "apa itu fitrah manusia"? apakah Tuhan akan membiarkan kita begitu saja tanpa petunjuk? pasti ada petunjuk, dan petunjuk ini adalah kitab suci, dan ummat yang memeluk kitab suci tertentu akan digelarkan beragama tertentu. Nah sekarang, di Afrika, dewa tertua disana mengenal Satu Tuhan, dimana dia tidak dapat dideskripsikan, tidak dapat dipersamakan, awal dan akhir dari segalanya (baca : Karen Amrstrong). Di Cina ada Tao, mengapa dinamakan Tao, kata Lao Tze? karena Dia Maha Besar, meliputi segalanya, Satu tidak dapat dibagi, dsb. Xenophanes dari Yunani yang mengajarkan bahwa Tuhan itu satu, dan Tuhan bukan seperti manusia karena Dia yang menciptakan manusia, apa yang dipikirkan itu Dia maka itu bukan Dia. Berbagai macam ajaran, aturan dan perkenalan tentang siapa itu Tuhan dan tugas manusia untuk menyembah TUhan telah diperkenalkan dalam berbagai daerah dengan berbagai orang bijak dan ajarannya. Namun dibelakang harinya orang2 bijak ini kembali dipatungkan, disembah, dijadikan wali tuhan, wakil tuhan, anak tuhan lalu pengganti tuhan. Seperti kaum Noah yang memberhalakan orang2 sucinya, kaum Mesir yang memberhalakan Osiris (yang memiliki kemungkinan : Idris/Enoch), dan lagi2 Nabi2 diturunkan lagi oleh Tuhan untuk meluruskan, seperti di Mesir kembali diturunkan Musa as setelah ajaran Ibrahim as yang dibawa Yusuf as disimpangkan. Nah bila manusia itu hidup dari kehendak TUhan, dan manusia hidup bukan tanpa makna melainkan makna dan tujuan. Bila manusia adalah ciptaan maka manusia akan menghamba pada yang menciptakanNya, jika dia bilang "sembahlah aku" maka kita menyembah. Menyembah dengan cara apa? dengan apa yang kita kira pantas untuk menciptakan kita? apa kita lebih tau cara seperti apa yang pantas untuk menyembah ciptaan kita? tentu Dia lah yang lebih tau, dan Allah itu Maha Tau. Karena itu kita menyembah Dia bukan dengan metode yang pantas menurut kita, tapi dengan metode yang terbaik menurut Dia, yang dicontohkan metode ini oleh RasulNya, ditulis dan ajarkan dalam KitabNya. Karena itulah agama itu perlu. Spiritualisme tanpa agama itu sekte, nanti berakhir sekte bunuh diri massal seperti banyak yang berkembang di AS dan Jepang, karena apa? tersesat. Kita beragama dan ber Tuhan karena kita sadar kita ini hamba, kita ini dibandingkan semesta tidak ada sebanding elektron atau quark kecilnya, kita tau kita tidak tau dan terbatas, karena itu kita patuh dan menyerahkan diri pada Tuhan bukan menyerahkan pada Tuhan apa yang kita inginkan, menyembah Dia semau kita, dan membuat pertaturan tentang hukum Dia menurut pikiran kita. Tidak. Dia bersabda, bukan lagi iman yang membuktikan, sejarah yang membuktikan. Sekian dari saya, there are no compulsion in religion, kita hanya saling berbagi dan mengingatkan. Lakum dinukum waliadin. wassalamualaikum |