Post 51 dari 53 dalam Agama No, Spiritual Yes ?
Home → Forum → Debates → Agama No, Spiritual Yes ? → Post-58141
#51 | ![]() |
AXD002
17 Desember 2010 jam 9:40am
 
Tujuan semua manusia beragama adalah untuk memperoleh rasa aman dan keselamatan. Tetapi sering kali keselamatan itu dicarinya di luar dirinya, tanpa menyelidiki dan memahami apa sebetulnya yang menyebabkan ia merasa tidak aman, merasa terancam sepanjang hidupnya. Karena manusia sering tidak menyadari gerak-gerik ego dan pikirannya sendiri, yang sesungguhnya adalah akar dari rasa tidak aman dalam dirinya, maka ketika ia beragama dengan harapan untuk mendapatkan keselamatan, ia kembali terperangkap oleh egonya yang memperalat agama itu untuk mengejar keinginannya sendiri sehingga rasa aman dan keselamatan itu tidak kunjung datang. Dengan demikian muncullah pernyataan-pernyataan seperti: "Akulah [satu-satumya] Jalan, Keselamatan dan Hidup ... Tiada orang sampai kepada Bapa tanpa melalui Aku ...", "Agama yang diridhoi di sisi Allah hanyalah Islam ...", "Di luar ajaran yang mengandung Empat Kebenaran Mulia ini tidak mungkin ada keselamatan ..." dan lalin-lain, yang semuanya ditafsirkan secara eksklusif. Demikianlah hal itu berlangsung terus, semakin kuat manusia memperalat agama dan Tuhan demi melestarikan egonya sendiri, sehingga berkembanglah keadaan dimana manusia hidup terkotak-kotak secara sosial serta perpecahan. Tetapi, kalau manusia mulai mengenal gerak-gerik egonya sendiri, maka dia akan menemukan sesuatu yang lain dalam agama dan Tuhan, sesuatu yang akan mengecilkan dan bahkan mengakhiri egonya, dan meningkatkan kebersamaan dan kesatuan dengan segala sesuatu yang hidup dan yang ada. Di situ orang tidak lagi mempersoalkan apa agama dan Tuhan yang dianut, karena semua pengkotak-kotakan sudah berakhir dalam dirinya... Sumber: Pak Hudoyo |