Post-91505

Post 27 dari 66 dalam Alien Vairus Coronama Adventure (1)

HomeForumKomentar Cerita PendekAlien Vairus Coronama Adventure (1)Post-91505

#27 avatar
Nurslamet 28 Juni 2020 jam 11:12am  

Alien Vairus Coronama Adventure (8)

"Ajian Kapas Sutra adalah sebuah ilmu meringankan dosa, maaf, meringankan tubuh level tinggi. Tubuh pemiliknya bisa seringan kapas sehingga bisa melompat tinggi, melayang, berlari cepat dan terbang bagai burung," kata Al mendeskripsikan ajian yang dimiliki Edi. "Ajian itu akan berfungsi dengan baik dan membawa manfaat bagi kamu bila kamu bisa mengendalikan gaya dorong dan gaya tolak yang ada di sekitarmu. Secara sederhana ajian itu musuh gravitasi. Ketika diaktifkan atau sedang aktif tanah menolak dan mendorong tubuhmu. Akibatnya tubuhmu akan terangkat dan melayang seperti sekarang. Efek samping dari tubuhmu yang ringan maka angin akan menjadi musuhmu dalam arti angin sepoi-sepoi pun bisa mendorong dan menerbangkan tubuhmu. Itu baru angin semilir aja apalagi bila angin kencang, tornado dan puting beliung tubuhmu akan diterbangkan sampai ke langit atau dibawanya entah kemana," lanjut Al sambil membolak-balik halaman buku Panduan Manual Ajian Kapas Sutra.

"Terus gue kapan turunnya?" tanya Edi setengah frustasi. Tubuhnya terus melayang dan bergerak semakin jauh dari area pertempuran. Sosok Edison dan Meymei sudah tidak terlihat lagi. Angin yang bertiup agak kencang membuat tubuh Edi bagai layang-layang putus dari benangnya. Terbang melayang tertiup angin.

"Sabar, bro. Menghitung dari satu, membaca dari huruf A dan mengaji dari Alif. Semua harus dari awal agar mendapat pemahaman yang sempurna. Semua perlu waktu. Tidak bisa instan karena yang instan selalu diiringi efek samping. Kamu lihat kan anak yang baru lahir tidak bisa langsung berdiri dan berlari. Semua perlu waktu dan proses. Ingat selalu untuk tidak melupakan proses," kata Al bak seorang filsuf terkenal abad pertengahan.

Edi menarik nafas sesak. Setahun saja bersama Al dia bisa terkena stroke. Al terlalu rumit. Sikapnya tidak bisa dipahami. Tingkah lakunya aneh dan kadang nyeleneh. Cara berpikirnya kadang terbalik. Al sosok misterius yang komplek. Kadang terlihat jenius tapi kadang juga kayak orang idiot. Bicaranya kadang lugas, tegas dan jelas. Namun kadang juga berbelit-belit, bertele-tele dan berlete-lete. Seperti saat sekarang. Edi maunya to the poin. Apa susahnya memberi tahu dirinya tutorial Ajian Kapas Sutra. Bukan ceramah model kuliah. Edi mendadak sebal pada Al yang bertingkah bak seorang dosen yang sedang mengkuliahi mahasiswanya.

Al seakan bisa membaca pikiran Edi, dia segera merubah mode bicaranya langsung ke tutorial.

"Yang harus kamu lakukan sekarang adalah menyalurkan tenaga inti ke kakimu," kata Al.

"Caranya?" tanya Edi yang tetap tidak mengerti.

"Tarik nafas dalam-dalam. Tahan. Kamu akan merasakan seperti ada ribuan semut di sekitar perutmu. Itu adalah tenaga inti tubuhmu yang berkumpul di zona zero atau titik nol. Itu seperti tentara yang siap diberangkatkan ke medan perang. Pusatkan pikiranmu dan arahkan ribuan semut itu ke bawah secara perlahan atau sedikit-sedikit. Ingat sedikit-sedikit. Jangan sekaligus agar pendaratan berjalan lancar, aman dan mulus," kata Al memberikan tutorial.

Edi segera menarik nafas dalam-dalam dan menahannya. Benar saja seperti apa yang dikatakan Al, ada sensasi seperti ribuan semut yang berjalan dan berkumpul di sekitar perutnya. Edi cepat menyalurkannya ke bawah. Ke kakinya. Aliran yang seperti ribuan semut berjalan segera turun dengan cepat. Tubuh Edi seketika turun bak meteor jatuh. Buummm!!! Tubuh Edi menghantam permukaan tanah dan masuk kedalam tanah cukup dalam. Bekas jatuhnya tubuh Edi menciptakan sumur yang cukup dalam.

Al hanya geleng-geleng kepala melihat pendaratan Edi yang gagal. "Dasar manusia selalu tergesa-gesa dan tidak sabar. Maunya serba instan. Langsung jadi. Gak mau melalui proses. Maunya langsung ke hasil," kata Al sambil menghela nafas.