Post-91586

Post 56 dari 66 dalam Alien Vairus Coronama Adventure (1)

HomeForumKomentar Cerita PendekAlien Vairus Coronama Adventure (1)Post-91586

#56 avatar
Nurslamet 8 Juli 2020 jam 4:28pm  

Alien Vairus Coronama Adventure (19)

Tubuh Al terpelanting dan nyungsep ke tanah. Sementara Edi dan Lie Na terlempar ke udara. Edi bisa melihat dengan jelas tubuh Lie Na yang dihantam gelombang kejut. Terangkat dan terlempar ke udara. Tubuh Lie Na melesat bagai peluru ke angkasa. Namun dalam pandangan Edi semua kejadian itu berlangsung sangat lambat hingga Edi bisa melihat kronologisnya secara detail termasuk darah yang menyembur dari mulut Lie Na.

Edi menyambar dan menangkap tubuh Lie Na kemudian membawanya turun. Dalam sekejap Edi yang membopong Lie Na sudah berdiri tidak jauh dari Al yang baru bangkit.

Kesadaran Lie Na yang hampir hilang kembali pulih setelah merasakan ada aliran energi asing yang masuk ke tubuhnya. Aliran energi tak dikenal itu berasal dari tubuh Edi dan memasuki tubuhnya melalui kontak kulit. Dalam sekejap energi asing itu memperbaiki dan menyembuhkan organ dalam tubuhnya yang terluka akibat terkena hantaman gelombang kejut.

"Kampret! Kalau mau nyerang gue bilang dulu. Jangan asal serang aja. Kalau lu bilang dulu kan gue bisa menghindar," gerutu Al sambil menepuk-nepuk debu dari pakaiannya.

Edi yang masih membopong Lie Na berdiri linglung. Dirinya seperti mimpi. Adegan yang barusan dialaminya seakan tidak nyata.

Hal yang sama dialami Lie Na. Seumur hidupnya baru kali ini ada cowok yang menyentuhnya. Bahkan tidak tanggung-tanggung membopongnya. Lie Na bisa merasakan tangan Edi yang menahan tubuhnya dan detak jantung Edi yang bertalu-talu. Lie Na baru menyadari bila kepalanya menempel ke dada Edi. Untuk sesaat kedua insan beda kelamin itu tidak tahu harus berbuat apa. Adegan yang mereka alami sekarang sungguh diluar nalar mereka. Tidak terbayang sebelumnya dan melintas dalam pikiran bahkan di dalam mimpi sekalipun adegan itu tidak ada sebelumnya. Semua terjadi begitu saja.

Lie Na perlahan mendongak menatap Edi. Seperti sudah janjian, Edi pun menunduk menatap Lie Na. Mata Lie Na yang hijau bening beradu tatap dengan sepasang mata Edi. Itulah kali pertama pandangan mereka beradu dalam nuansa baru. Wajah keduanya spontan memerah.

"Ehem..." Al berdeham.

Kedua remaja bagai tersengat listrik. Kesadaran mereka kembali pulih. Edi perlahan menurunkan Lie Na. Mereka berdiri berdampingan seperti suami istri.

"Namaku Alien Vairus Coronama alias Alcovid. Kamu bisa memanggilku Al. Yang berdiri di sampingmu sahabatku. Namanya Edi," kata Al memperkenalkan diri serta Edi. "Oh ya, apa maksudmu datang menemui kami?" tanya Al dengan nada serius.

Lie Na memperbaiki dulu posisi tubuhnya sebelum menjawab pertanyaan Al.

"Aku sedang mencari kakakku. Namanya Lie Chik atau orang mengenalnya dengan gelar Lie Si Pedang Terbang. Apakah kamu tahu dimana dia berada?" tanya Lie Na pada Al.

"Maaf, aku tidak tahu di mana kakakmu," jawab Al.

Sejenak suasana hening. Kekakuan menyelimuti mereka. Amarah di hati Lie Na lenyap tak berbekas. Begitu pula kekesalan di hati Edi.

"Sebenarnya tadi kita berantem masalahnya apa, ya? Kok aku ra mudeng?" tanya Al pada Edi dan Lie Na.

"Entahlah," sahut Edi.

Lie Na hanya mengangkat bahunya. Dia sendiri pun tidak tahu dan bingung. Mereka bertikai tanpa tahu apa sebenarnya yang mereka permasalahkan. Semua terjadi begitu saja.

"Kalian mau kemana?" tanya Lie Na memecahkan kekakuan di antara mereka.

"Kami pengembara dari jauh. Datang ke negeri ini tanpa tujuan. Hanya sekedar berkelana," jawab Al.

"Hm, kalau begitu gimana kalau kalian ikut aku ke desa Kali," tawar Lie Na.

"Baiklah. Aku ikut...." sahut Al cepat.

Lie Na bersuit dan burung merah raksasa turun dan mendarat tidak jauh dari mereka.

"Ayo naik!" ajak Lie Na sambil duluan naik ke punggung burung tunggangannya diikuti Al dan Edi.

Beberapa saat kemudian burung merah raksasa itu mengudara dan terbang cepat membelah angkasa...