Post-91612

Post 63 dari 66 dalam Alien Vairus Coronama Adventure (1)

HomeForumKomentar Cerita PendekAlien Vairus Coronama Adventure (1)Post-91612

#63 avatar
Nurslamet 18 Juli 2020 jam 7:09pm  

Alien Vairus Coronama Adventure (26)

Sejenak kita kembali ke dalam rumah panggung yang ada di tengah Hutan Bambu Kuning...

"Kamu yakin ibuku akan menang?" tanya Meymei pada Al. Hati Meymei cemas dan khawatir. Meyqian Zheng adalah satu-satunya orang yang paling dicintainya. Dia tidak ingin kehilangan wanita yang telah melahirkannya.

"Sebenarnya aku tidak terlalu yakin. Hm, aku juga sama cemas seperti kamu. Bagaimana kalau kita berlima bantu ibumu. Kita keroyok musuhnya," usul Al.

"Itu tindakan curang dan tidak jantan, bro. Main keroyok adalah tindakan para pecundang," kata Edi memberikan pandangan.

"Emang, tapi ini perang, bro. Segala cara akan digunakan agar menang. Lagipula keselamatan bundanya Meymei lebih penting dari apapun. Tak peduli cara apa itu yang penting beliau selamat atau tetap hidup. Mau main keroyok kek, enam lawan satu kek. Ingat, power rangers juga suka main keroyok. Itu karena mereka sadar arti kekuatan sebuah tim. Di samping tentu saja musuh-musuhnya sangat kuat dan hanya bisa dikalahkan bila mereka menghadapinya bersama. Ini kasusnya sama seperti sekarang. Bunda Ratu bertemu musuhnya yang kuat dan belum tentu sanggup mengalahkannya sendiri. Jadi perlu bantuan kita," cerocos Al panjang kali lebar kali tinggi.

Semua terdiam. Mereka mencoba menela'ah kata-kata Al. Remaja gemblung yang tingkah lakunya kadang mirip orang tidak waras itu pada beberapa hal lebih menonjol dari mereka, termasuk pemikirannya.

"Jadi bagaimana?" giliran Lie Na yang bertanya.

"Aku tidak tahu apakah ayahmu akan setuju atau tidak bila kamu menikah dengan Edi," sahut Al yang membuat Lie Na dan Edi tersedak. Jawaban Al benar- benar jauh panggang dari api. Ditanya ke utara jawabnya ke barat. Gak nyambung babar blas!

"Apaan sih?" sahut Lie Na dengan wajah memerah.

"Eh, emang tadi kamu tanya apa?" Al balik bertanya. Wajahnya terlihat polos dengan mimik tak berdosa.

"Maksud aku, apa yang harus kita lakukan sekarang?" Lie Na berusaha memperjelas maksud pertanyaannya agar Al tidak salah arti lagi.

"Karena di sini masih ada teman-teman kita dan aku pun masih ada di depan kalian, jadi aku sarankan kamu memeluk Edinya jangan di sini," sahut Al tambah ngaco yang membuat wajah Lie Na semerah kepiting rebus.

"Jadi gak kita bantu mamanya Meymei, bro?" tanya Edi berusaha menetralkan suasana yang mulai kacau.

"Ya jadilah. Ayo kita jangan buang-buang waktu. Let's go!" kata Al sambil bangkit kemudian melangkah keluar diikuti empat rekannya.

Kita kembali ke Meyqian Zheng dan Master Bayangan...

"Apa kabar Nyonya Kecapi? Lama kita tidak jumpa," sapa Master Bayangan membuka komunikasi. Walau Meyqian Zheng adalah musuhnya, tetapi berdasar pakem sebelum bertarung paling tidak harus ada dialog dulu. Tidak langsung baku tembak, bak bik buk atau saling hantam. Harus ada pengantar konflik dulu biar jelas benang merahnya. Demikian tutorial yang penulis baca di 'Cara Mengarang Cerita'.

"Baik," sahut Meyqian ketus dan judes. Bagaimanapun dia tidak akan menurunkan tingkat kewaspadaannya. Master Bayangan adalah tokoh yang culas, curang namun cerdik. Dia bisa saja membokong dirinya ketika lengah. Bagi orang seperti Master Bayangan bisa menggunakan cara apapun agar musuhnya lenyap dari muka planet Mubi tak peduli cara itu keji dan tidak sesuai peraturan pertarungan yang baik dan benar atau melanggar undang-undang yang berlaku di planet Mubi. Apapun cara itu asal musuhnya mati akan dilakukan, termasuk membokongnya saat dia lengah. Karena itu Meyqian Zheng tetap waspada dan tidak baper dengan keramahtamahan Master Bayangan.

Master Bayangan akan membuka mulut ketika dirinya mendeteksi lima aura datang mendekat. Hal yang sama juga dirasakan oleh Meyqian. Bedanya Meyqian mengenali aura-aura yang datang. Aura Meymei dan Edison serta tiga remaja yang jatuh di depan rumahnya.

Beberapa saat kemudian lima tubuh melayang naik. Edison berpegangan dengan Meymei. Edi berpegangan dengan Lie Na. Mereka saling berpegangan karena salah satu dari mereka belum menguasai ilmu meringankan tubuh dengan sempurna hingga tidak bisa terbang tinggi. Dengan cara berpegangan pada orang yang ilmu meringankan tubuhnya lebih baik maka bobot mereka akan sama dan mencapai tanpa bobot yang memungkinkan mereka bisa terbang lebih tinggi.

Satu tubuh melesat bagai roket dan bablas melewati Meyqian Zheng dan Master Bayangan. Setelah kelewat jauh, sosok itu kembali dan berdiri mengambang di antara empat rekannya.

"Sorry teman-teman, remku blong. Jadi tadi kelewat deh," kata Al dengan tampang tidak berdosa.