Home → Forum → Komentar Cerita Pendek → Alien Vairus Coronama Adventure (1)
Komentar untuk Alien Vairus Coronama Adventure (1)
#61 | ![]() |
Nurslamet
18 Juli 2020 jam 3:40pm
 
Alien Vairus Coronama Adventure (24) Kita lihat apa yang terjadi dengan wanita dewasa yang masih berada di angkasa... Ketika wanita dewasa itu menggerakan tangannya menyerupai gerakan meninju, sesungguhnya dia balik menyerang Al dengan pukulan jarak jauh. Wanita dewasa itu tanpa ragu menggunakan setengah dari kekuatannya. Hal itu sebanding bila dia menghadapi musuh yang cukup kuat. Walau Al terlihat masih remaja dan sang wanita mendeteksi kekuatan Al pada level biasa atau jauh di bawahnya, namun pengalaman pahitnya di masa lalu yang meremehkan lawannya yang berakibat kekalahannya telah mengajarkannya untuk tidak meremehkan setiap lawan atau musuh yang dihadapinya. Semakin tinggi ilmu seseorang maka dia dapat menyembunyikan aura kekuatannya dan menurunkan level kesaktiannya sesuai dengan yang dikehendakinya. Itu adalah teknik kamuflase atau penyamaran. Level kesaktian yang ditampilkan itulah yang akan terdeteksi oleh orang lain dan bila ilmu orang yang mendeteksinya lebih rendah maka dia akan mengira itulah kekuatan lawannya. Hanya sebatas itu. Tetapi sesungguhnya itu bukan kekuatan yang sebenarnya. Itu hanya kamuflase agar kekuatan sejatinya tidak terdeteksi. Keuntungannya tentu saja lawan akan menganggap remeh dan tingkat kewaspadaannya menurun. Di saat lawan lengah itulah secara tiba-tiba dia mengubah level kekuatannya ke level sebenarnya. Itu adalah teknik umum untuk mengelabui lawan. Karena pengalaman pahit di masa lalunya itulah sejak saat itu sang wanita tidak pernah meremehkan lawannya lagi walau kekuatannya terdeteksi lemah atau jauh di bawahnya. Tidak peduli seberapa mudanya lawannya karena orang-orang yang level ilmunya sudah sangat tinggi bisa merubah wujudnya sesuai keinginannya. Bisa menjadi tua, muda atau menyerupai hewan tertentu. Karena itu untuk menguji Al apakah dia hanya sebatas itu kekuatannya atau itu hanya sekian persen saja dari kekuatan sejatinya, sang wanita menghantam Al dengan setengah kekuatannya. Asumsinya, bila Al tewas maka memang benar hanya sebatas itu kemampuannya dan kematiannya adalah resiko karena telah bertarung dengan lawan yang lebih sakti. Dan itu hal yang umum atau lumrah di dunia persilatan. Tetapi bila Al sanggup bertahan atau ekstremnya tidak cidera maka bisa dipastikan level ilmu Al lebih tinggi dari yang terdeteksi olehnya. Pukulan jarak jauh dari wanita dewasa yang menggunakan setengah kekuatannya menyebabkan gerakan Al tertahan. Bukan hanya itu beradunya gelombang pukulan jarak jauh dengan kabut tipis yang menyelimuti tubuh Al menyebabkan ledakan dahsyat. Tubuh Al terdorong mundur, lebih tepatnya mencelat atau terpental, ke belakang dengan kecepatan bak peluru dan menghantam sesuatu di udara. Sesuatu yang keras mirip dinding gaib atau pelindung yang tidak terlihat oleh mata biasa. Akibat dari menabrak pelindung gaib itu tubuh Al kembali terlempar. Kali ini arah terlemparnya ke bawah dan tubuhnya meluncur bak meteor jatuh. Adegan selanjutnya seperti diceritakan di atas. Wanita dewasa yang melihat tubuh Al jatuh setelah menabrak sesuatu di udara, dan entah kebetulan atau tidak jatuhnya persis di tempat pertama dia jatuh atau di depan rumah panggung tempat sang wanita tinggal, akan mengejar Al untuk memastikan apakah dia masih hidup atau sudah mati. Namun gerakan sang wanita tertahan karena suatu pemandangan yang terpampang seratusan meter di depannya. Di tempat tubuh Al menabrak sesuatu terlihat kilatan listrik yang mengelilingi suatu benda bulat mirip bola kristal. Beberapa detik kemudian bola kristal yang terlihat setelah ditabrak tubuh Al meledak. Sesosok tubuh berjubah hitam dengan tudung yang menutupi kepala dan wajahnya kini terlihat berdiri mengambang di udara. Sosok berjubah hitam dan wanita dewasa sama-sama terkejut. Sosok berjubah hitam terkejut karena persembunyiannya telah hilang dan secara otomatis sosoknya yang sedari tadi tersembunyi aman di dalam bola kristal gaib kini bisa dilihat oleh sang wanita dewasa. Bila sebelumnya dia pede berada di dekat sang wanita dewasa tanpa khawatir sang wanita melihat dan mendeteksi kehadirannya karena dirinya berada di dalam bola kristal gaib yang tidak seorangpun bisa melihat dirinya dan mendeteksi kehadirannya. Bola kristal gaib tempatnya bersembunyi anti radar, maksudnya aura orang yang bersembunyi di dalamnya tidak akan terdeteksi oleh siapa pun walau orang itu berada dekat dengan seseorang. Tapi kini, setelah bola kristal gaib tempatnya bersembunyi ditabrak Al dan meledak, maka siapapun bisa melihat dirinya termasuk wanita dewasa yang berdiri seratusan meter di depannya. Wanita dewasa terkejut karena dia mengenali sosok yang kini terlihat setelah persembunyiannya meledak. Sosok salah satu musuh besarnya bernama Master Bayangan. |
#62 | ![]() |
Nurslamet
18 Juli 2020 jam 3:42pm
 
Alien Vairus Coronama Adventure (25) Dua sosok yang sama-sama terkejut masih berdiri terpaku di tempatnya. Yang satu terkejut karena tidak menyangka dirinya akan terlihat oleh musuhnya. Rencana awal hanya sekedar mengintai dan belum saatnya untuk bertarung kembali. Walau musuh bebuyutan tetapi tidak berarti bisa bertarung semaunya dan kapan saja. Ada saat-saat tertentu harus menghindari pertarungan yang tidak perlu atau belum saatnya. Sedang yang satunya lagi juga sama tidak menyangka akan bertemu dengan musuhnya terlebih bertemu dengan cara seperti itu. Bila Al tidak menabrak dan bola kristalnya tidak meledak maka dia tidak akan pernah tahu bahwa dia sedang diintai. Sungguh satu hal yang sangat memalukan dirinya yang termasuk tokoh-tokoh sakti yang namanya sudah dikenal oleh para pendekar tetapi tidak tahu jika salah satu musuh besarnya berada di dekatnya. Bersembunyi dengan aman dan leluasa mengamati dirinya. Dalam hati kecil sang wanita timbul rasa waswas dan cemas. Ilmu yang dimilikinya ternyata masih jauh dari kata sempurna. Selalu ada peluang untuk kalah bahkan terbunuh oleh lawan. Dan yang lebih mengerikan bila dirinya tiba-tiba terbunuh tanpa tahu siapa yang membunuhnya karena tidak bisa mendeteksi bila musuh sudah ada di dekatnya. Sekarang, secara tidak langsung atau tanpa disengaja Al sudah menunjukan kekurangannya. Di pihak lain sosok berjubah hitam dan wajahnya tertutup mengeluarkan keringat dingin. Dirinya menyadari kecerobohannya mengintai musuhnya terlalu dekat. Tetapi yang lebih membuatnya berkeringat dingin adalah sosok remaja yang telah menabraknya. Dalam pengetahuannya, bola kristalnya adalah suatu benda yang termasuk pusaka. Ketika digunakan dan dirinya berada di dalamnya, maka benda apapun tidak akan ada yang bisa menyentuhnya. Semua lewat begitu saja. Ambil contoh, sebelum sampai ke atas Hutan Bambu Kuning seekor burung raksasa tanpa tuan menabrak bola kristal. Si burung tidak merasakan apa-apa. Tubuhnya menerobos bola kristal yang tidak terlihat seakan menabrak angin atau sesuatu yang tidak ada. Dan memang sifat bola kristal gaib adalah bisa ditembus semua benda dan orang yang ada di dalamnya pun ikut menjadi bayangan hingga tubuhnya bisa dilewati benda apapun tanpa merasa sakit dan tidak membawa pengaruh apapun. Hal itu sudah sering terjadi dan hewan atau orang yang menabrak bola kristal itu tidak merasakan apapun atau menyadari telah menabrak sesuatu yang tidak terlihat. Hanya orang-orang dengan level ilmu setingkat dewa yang bisa merasakan kehadiran bola kristal gaib dan menghancurkannya. Sosok berjubah hitam benar-benar tidak habis pikir. Dari dalam bola kristal dia bisa merasakan dan mendeteksi level kemampuan Al yang biasa-biasa saja atau lumrah seperti yang dimiliki remaja lain seusianya. Karena itu ketika tubuh Al terdorong dan melesat ke arahnya dan akan menabrak bola kristalnya, sosok berjubah hitam tidak bergeser atau merubah posisinya. Dalam pikirannya, berdasar sifat bola kristal yang bisa ditembus benda apapun, tubuh Al akan melewatinya dan bablas entah kemana. Namun perkiraan dengan faktanya bertolak belakang. Tubuh Al seakan menabrak dinding dan menggetarkan bola kristal gaib. Bukan hanya itu, benturan keras tubuh Al dengan bola kristal gaib mengakibatkan 'sistem' bola kristal error dan konslet yang berakibat meledaknya bola kristal gaib. Setelah beberapa saat keduanya tersadar. Master Bayangan sudah bertemu dengan Meyqian Zheng. Pilihannya hanya dua, bertarung atau menghindar (kata lain dari kabur atau melarikan diri). Di pihak lain, Meyqian Zheng -wanita dewasa yang dipanggil Bunda oleh Meymei- tidak punya pilihan lain selain bertarung. Tempat persembunyiannya sudah diketahui salah satu musuh besarnya. Melarikan diri akan berakibat fatal untuk Meymei dan Edison. Sudah bisa diduga bila dia menghindar maka Master Bayangan akan melampiaskan kekesalannya pada Meymei dan Edison. Dan mereka, walau bersatu melawan Master Bayangan, tetapi kemungkinan menang hampir nol persen. Master Bayangan bukan lawan mereka. Ilmunya beberapa level lebih tinggi dari Meymei dan Edison. Tidak ada jalan mundur selain menghadapi Master Bayangan. Apapun hasil akhirnya nanti. Menang atau kalah. Bila pada pertarungan beberapa tahun yang lalu Meyqian Zheng masih menang melawan Master Bayangan, tapi kali ini belum tentu. Jarak sekian tahun tidak bertemu bisa merubah atau membalik keadaan. Bila Master Bayangan terus berlatih keras dan menyempurnakan ilmunya maka bisa dipastikan dia akan setingkat lebih tinggi dari Meyqian Zheng dan dalam pertarungan yang akan segera berlangsung kemungkinan menangnya lebih besar. |
#63 | ![]() |
Nurslamet
18 Juli 2020 jam 7:09pm
 
Alien Vairus Coronama Adventure (26) Sejenak kita kembali ke dalam rumah panggung yang ada di tengah Hutan Bambu Kuning... "Kamu yakin ibuku akan menang?" tanya Meymei pada Al. Hati Meymei cemas dan khawatir. Meyqian Zheng adalah satu-satunya orang yang paling dicintainya. Dia tidak ingin kehilangan wanita yang telah melahirkannya. "Sebenarnya aku tidak terlalu yakin. Hm, aku juga sama cemas seperti kamu. Bagaimana kalau kita berlima bantu ibumu. Kita keroyok musuhnya," usul Al. "Itu tindakan curang dan tidak jantan, bro. Main keroyok adalah tindakan para pecundang," kata Edi memberikan pandangan. "Emang, tapi ini perang, bro. Segala cara akan digunakan agar menang. Lagipula keselamatan bundanya Meymei lebih penting dari apapun. Tak peduli cara apa itu yang penting beliau selamat atau tetap hidup. Mau main keroyok kek, enam lawan satu kek. Ingat, power rangers juga suka main keroyok. Itu karena mereka sadar arti kekuatan sebuah tim. Di samping tentu saja musuh-musuhnya sangat kuat dan hanya bisa dikalahkan bila mereka menghadapinya bersama. Ini kasusnya sama seperti sekarang. Bunda Ratu bertemu musuhnya yang kuat dan belum tentu sanggup mengalahkannya sendiri. Jadi perlu bantuan kita," cerocos Al panjang kali lebar kali tinggi. Semua terdiam. Mereka mencoba menela'ah kata-kata Al. Remaja gemblung yang tingkah lakunya kadang mirip orang tidak waras itu pada beberapa hal lebih menonjol dari mereka, termasuk pemikirannya. "Jadi bagaimana?" giliran Lie Na yang bertanya. "Aku tidak tahu apakah ayahmu akan setuju atau tidak bila kamu menikah dengan Edi," sahut Al yang membuat Lie Na dan Edi tersedak. Jawaban Al benar- benar jauh panggang dari api. Ditanya ke utara jawabnya ke barat. Gak nyambung babar blas! "Apaan sih?" sahut Lie Na dengan wajah memerah. "Eh, emang tadi kamu tanya apa?" Al balik bertanya. Wajahnya terlihat polos dengan mimik tak berdosa. "Maksud aku, apa yang harus kita lakukan sekarang?" Lie Na berusaha memperjelas maksud pertanyaannya agar Al tidak salah arti lagi. "Karena di sini masih ada teman-teman kita dan aku pun masih ada di depan kalian, jadi aku sarankan kamu memeluk Edinya jangan di sini," sahut Al tambah ngaco yang membuat wajah Lie Na semerah kepiting rebus. "Jadi gak kita bantu mamanya Meymei, bro?" tanya Edi berusaha menetralkan suasana yang mulai kacau. "Ya jadilah. Ayo kita jangan buang-buang waktu. Let's go!" kata Al sambil bangkit kemudian melangkah keluar diikuti empat rekannya. Kita kembali ke Meyqian Zheng dan Master Bayangan... "Apa kabar Nyonya Kecapi? Lama kita tidak jumpa," sapa Master Bayangan membuka komunikasi. Walau Meyqian Zheng adalah musuhnya, tetapi berdasar pakem sebelum bertarung paling tidak harus ada dialog dulu. Tidak langsung baku tembak, bak bik buk atau saling hantam. Harus ada pengantar konflik dulu biar jelas benang merahnya. Demikian tutorial yang penulis baca di 'Cara Mengarang Cerita'. "Baik," sahut Meyqian ketus dan judes. Bagaimanapun dia tidak akan menurunkan tingkat kewaspadaannya. Master Bayangan adalah tokoh yang culas, curang namun cerdik. Dia bisa saja membokong dirinya ketika lengah. Bagi orang seperti Master Bayangan bisa menggunakan cara apapun agar musuhnya lenyap dari muka planet Mubi tak peduli cara itu keji dan tidak sesuai peraturan pertarungan yang baik dan benar atau melanggar undang-undang yang berlaku di planet Mubi. Apapun cara itu asal musuhnya mati akan dilakukan, termasuk membokongnya saat dia lengah. Karena itu Meyqian Zheng tetap waspada dan tidak baper dengan keramahtamahan Master Bayangan. Master Bayangan akan membuka mulut ketika dirinya mendeteksi lima aura datang mendekat. Hal yang sama juga dirasakan oleh Meyqian. Bedanya Meyqian mengenali aura-aura yang datang. Aura Meymei dan Edison serta tiga remaja yang jatuh di depan rumahnya. Beberapa saat kemudian lima tubuh melayang naik. Edison berpegangan dengan Meymei. Edi berpegangan dengan Lie Na. Mereka saling berpegangan karena salah satu dari mereka belum menguasai ilmu meringankan tubuh dengan sempurna hingga tidak bisa terbang tinggi. Dengan cara berpegangan pada orang yang ilmu meringankan tubuhnya lebih baik maka bobot mereka akan sama dan mencapai tanpa bobot yang memungkinkan mereka bisa terbang lebih tinggi. Satu tubuh melesat bagai roket dan bablas melewati Meyqian Zheng dan Master Bayangan. Setelah kelewat jauh, sosok itu kembali dan berdiri mengambang di antara empat rekannya. "Sorry teman-teman, remku blong. Jadi tadi kelewat deh," kata Al dengan tampang tidak berdosa. |
#64 | ![]() |
Nurslamet
19 Juli 2020 jam 9:53am
 
Alien Vairus Coronama Adventure (27) "Apa yang kalian lakukan?" tanya Meyqian Zheng dengan tatapan dingin pada Meymei dan Edison. Seribu perasaan campur aduk di hatinya. Senang karena Meymei dan Edison masih dalam keadaan sehat wal afiat. Cemas karena mereka datang bukan pada saat yang tepat. Kehadiran Meymei dan Edison tentu saja menjadi beban bagi Meyqian karena ilmu mereka jauh di bawah Master Bayangan. Itu berarti Meyqian harus melindungi mereka dari kelicikan Master Bayangan. Bisa dibayangkan betapa repotnya bertarung sambil melindungi dua orang. Konsentrasi pasti terpecah dan tidak bisa fokus yang bisa berakibat fatal bagi dirinya. "Bunda, izinkan ananda dan Edison serta teman-teman ananda membantu Bunda. Ananda tidak rela Bunda terluka atau celaka. Kita hadapi bersama orang itu," kata Meymei yang membuat Meyqian terharu. "Menang atau kalah nomor 17. Yang penting kami akan bertarung sampai titik darah penghabisan. Bukan begitu teman-teman?!" sambung Al bak seorang leader sambil mengacungkan tinjunya. "Ya...!" koor empat teman Al. Meyqian Zheng berpaling ke Al. Sejenak ditatapnya Al. Alis Meyqian Zheng naik. Bocah itu tidak cidera sedikitpun. Satu hal yang luar biasa anak remaja seusia Al bisa bertahan dari pukulannya. Lima puluh persen dari kekuatannya seharusnya lebih dari cukup untuk membunuh Al atau paling tidak membuatnya mengalami luka dalam atau cidera parah. Namun apa yang dilihatnya hampir tidak bisa dipercayainya. Al sehat wal afiat. Tidak kurang satu apapun. Tergores pun tidak. Bahkan pakaiannya tidak berubah. Tidak ada gosong atau hangus. Robek pun tidak. Padahal 50% dari kekuatannya bila dipukulkan ke batu maka batu itu seketika akan hancur lebur menjadi tepung dan akan hilang tertiup angin tanpa bekas. Bila batu saja bisa hancur, apalagi tubuh Al yang terlihat biasa-biasa saja. Tapi faktanya bocah itu bisa menahan setengah dari kekuatannya tanpa cidera. Fakta itu menunjukan kalau Al bukan remaja biasa. Memikirkan hal itu dan Al terlihat berpihak padanya, Meyqian sedikit lega. "Bila itu tekad kalian, silakan. Tapi hati-hati dan waspada. Lawan yang akan kalian hadapi tokoh tua yang sangat sakti. Dia bernama Master Bayangan," kata Meyqian mengambil keputusan untuk memberi kesempatan pada generasi muda untuk bertarung dengan lawan yang ilmunya lebih tinggi. Semoga dengan cara itu mereka menyadari bahwa ilmu kesaktian yang mereka miliki baru seujung kuku bila dibandingkan dengan para tokoh sakti dunia persilatan lainnya. "Yeehhh...!" koor lima remaja serempak. Mereka seperti anak kecil yang minta izin untuk bermain pada mamanya dan sang mama memberinya izin. Kata 'yeehhh' adalah ekspresi ungkapan kegembiraan mereka. Plok! Plok! Plok! Terdengar suara tepuk tangan. Semua menoleh ke arah datangnya suara. Ternyata yang barusan bertepuk tangan adalah Master Bayangan. "Hebat. Hebat...!" kata Master Bayangan. Entah memuji atau mengejek. Tidak ada yang tahu selain dirinya. "Keluarga besar yang kompak. Sayang, hari ini riwayat kalian akan tamat!" lanjut Master Bayangan dengan intonasi meninggi ketika mengucapkan kata 'akan tamat'. "Tuan Masker yang terhormat," kata Al sambil maju selangkah. "Master bro, bukan masker..." ralat Edi. "Iya, maksud aku begitu," sahut Al sambil merapikan rambutnya kemudian melanjutkan pidatonya. "Anda boleh saja berkata hari ini riwayat kami akan tamat. Itu masuk akal. Tetapi apakah anda tahu bahwa di dunia ini berlaku hukum anomali kehidupan. Apa yang menurut akal akan terjadi, berdasar data yang diterima, tetapi bisa saja melenceng atau bertolak belakang dengan apa yang terjadi. Anda terlalu meremehkan kekuatan sebuah tim. Bila satu lawan satu kami pasti kalah, tetapi bila kami berlima bergabung dan bekerja sama bahu membahu melawan anda, maka peluang kami untuk menang menjadi fifty-fifty. Sekarang, mari kita lihat siapa yang akan tamat," kata Al dengan gaya seorang orator ulung. "Anak muda, sudah selesai pidatonya?" ejek Master Bayangan. Al menoleh ke Edi. "Aku sudah belum bro pidatonya?" "Sudah aja..." sahut Edi. Al kembali menghadap Master Bayangan. "Sudah. Sekarang kita memasuki sesi pertarungan," kata Al sambil mundur kembali ke tempatnya. "Teman-teman, dengarkan aku. Edi dan Lie Na serang dari samping kiri. Edison dan Meymei dari kanan. Aku dari depan. Gunakan kecepatan penuh dan level tertinggi kalian. Kesempatan kita hanya sekali. Bila Master Bayangan lolos, kita dalam bahaya karena dia akan menyerang balik. Go!" kata Al sambil duluan melesat menyerang Master Bayangan dari depan diikuti Edi dan Lie Na menyerang dari samping kiri sementara Edison dan Meymei dari samping kanan. |
#65 | ![]() |
Nurslamet
19 Juli 2020 jam 9:55am
 
Alien Vairus Coronama Adventure (28) Master Bayangan menyeringai melihat lima remaja menyerangnya dari tiga arah. Tubuh Master Bayangan lenyap dan bersembunyi dalam bayang-bayang. Sebagai gantinya di tempat dia tadi berdiri muncul Master Bayangan palsu. Itu adalah trik untuk mengelabui lawan. Mata Edi dan Edison sejak tadi mengalami perubahan warna yang tidak mereka sadari. Mereka melihat Master Bayangan melompat dan masuk ke dalam dimensi persembunyian. Kemudian melihat Master Bayangan lain muncul di tempatnya berdiri. Edison segera merubah arah serangan. Pedang Mustika Kumala yang sudah digenggamnya ditusukan ke dimensi persembunyian Master Bayangan yang akan tertutup. Sementara Edi menggunakan tinjunya menghantam dimensi persembunyian Master Bayangan yang akan menghilang. Dari ujung Pedang Mustika Kumala melesat selarik sinar hijau yang masuk melalui celah yang akan tertutup. Tinju Edi menghantam dimensi persembunyian yang akan menghilang. Semua kejadian tersebut berlangsung hanya 0,01 detik. Dalam pandangan Edi dan Edison gerakan Master Bayangan yang secepat kilat terlihat lambat. Karena itu mereka bisa melihat saat Master Bayangan masuk ke dimensi persembunyian yang umum digunakan oleh para pendekar berilmu tinggi untuk bersembunyi dari pandangan musuh. Sementara Master Bayangan yang muncul di tempat Master Bayangan berdiri terlihat oleh Edi dan Edison sebagai bayang-bayang. Karena itu mereka tidak tertipu dan mengejar Master Bayangan yang asli. Di pihak lain Al, Meymei dan Lie Na menyerang Master Bayangan palsu. Cakar Al menyambar wajahnya. Pisau di ujung rambut Lie Na menyambar dadanya dan pedang besar di tangan Meymei menyambar pahanya. Semua serangan mereka mengenai sasaran dengan akurat namun mereka seperti menyerang angin atau tempat kosong. Pada saat yang bersamaan terdengar ledakan dahsyat menggelegar. Tubuh Master Bayangan yang asli terlempar keluar dari dimensi persembunyian yang meledak dan hancur dihantam tinju Edi. Master Bayangan palsu lenyap. "Oh shit!" geram Al yang baru menyadari dirinya telah tertipu. Di tempat lain Meyqian yang masih berdiri di tempatnya melihat tubuh Master Bayangan terlempar dari dimensi persembunyiannya. Ide untuk menyerang Master Bayangan timbul di benaknya. Dalam pikirannya serangan lima remaja telah gagal dan kini situasinya benar-benar gawat. Master Bayangan kini bisa gantian menyerang lima remaja. Serangan balik itulah yang dicemaskan Meyqian. Nyawa kelima remaja itu terancam. Berpikir begitu Meyqian Zheng segera mengeluarkan senjata pusakanya dari dimensi penyimpanan. Sebuah kecapi dengan senar kuning keemasan. Tanpa ragu Meyqian Zheng menggunakan 100% kekuatannya. Diarahkannya kecapi ke arah Master Bayangan kemudian memetik senar menggunakan pemetik senar yang tebuat dari emas. Suara kecapi terdengar. Gelombang suara maha dahsyat merambat dengan kecepatan super sonik. Anehnya gelombang suara itu hanya merambat lurus ke arah Master Bayangan saja. Di pihak lain Master Bayangan menyadari bahaya yang akan merenggut jiwanya. Namun dia sudah terluka. Selarik sinar hijau dari Pedang Mustika Kumala tidak sempat dihindarinya dan menembus dadanya ditambah tinju Edi yang meledakan dimensi persembunyiannya membuat benturan keras yang juga melukai badannya. Dan kini di saat dirinya sedang terluka bahaya lain datang. Serangan gelombang suara berkekuatan penuh yang sanggup menghancurkan gedung-gedung pencakar langit dan meruntuhkan gunung. Tidak ada pilihan lain bagi Master Bayangan selain menahan serangan Meyqian. Menghindar atau melarikan diri adalah satu hal yang tidak mungkin mengingat luka yang dialaminya. Energi yang digunakan untuk menghindar atau melarikan diri sama besarnya dengan menahan serangan Meyqian namun akibat yang lebih fatal jantungnya bisa rusak parah karena sinar hijau itu sudah menembus jantungnya. Bila tidak cepat-cepat diobati maka nyawanya tidak akan tertolong. Situasi dan kondisi yang dialami Master Bayangan seperti buah simalakama. Semua pilihan berakibat fatal bagi dirinya. |
#66 | ![]() |
Nurslamet
2 Agustus 2020 jam 4:20pm
 
Alien Vairus Coronama Adventure (29) Master Bayangan benar-benar berada dalam situasi sulit yang membahayakan jiwanya. Dirinya tidak punya banyak pilihan. Pilihan yang tersedia hanya dua, kabur dan meledakan diri. Kabur adalah pilihan yang beresiko tinggi. Energi yang digunakan untuk melarikan diri bisa memicu luka dalamnya tambah parah dan bila tidak ada pertolongan dari pihak lain, dirinya akan tewas. Meledakan diri adalah pilihan ekstrem untuk mengakhiri semua problema yang sedang dialaminya. Itu juga berarti dirinya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Mati dengan cara seperti itu adalah sebuah spekulasi. Meledakan diri adalah cara umum di dunia persilatan. Itu adalah langkah terakhir bila sudah tidak ada cara lain atau semua jalan buntu. Teknik itu adalah dengan cara melipatgandakan semua energi murni yang dimiliki ke ambang di luar batas kemampuan tubuh untuk menampungnya. Ketika tubuh sudah tidak mampu lagi membendung energi yang meluap, maka tubuh akan meledak. Berdasar beberapa catatan atau literature umum yang diketahui para pendekar, disaat tubuh meledak maka energi murni yang berlipat ganda akan terlempar ke segala arah dengan kecepatan cahaya dan daya yang cukup besar. Hal itu bisa menyebabkan kerusakan pada benda-benda yang terpapar. Parahnya kerusakan yang ditimbulkan tergantung seberapa kuat energi murni yang dimiliki sang pendekar. Semakin kuat dan sakti maka kerusakan yang ditimbulkan semakin parah. Energi murni yang terlempar ke segala arah itulah yang menjadi pertimbangan para pendekar untuk meledakan diri. Cara itu membuat dirinya mati. Namun kematiannya bukanlah kematian konyol karena seperti yang dijelaskan di atas, lemparan energinya yang terlontar dan menyebar ke segala arah akan menghantam benda apa saja yang ada di sekitarnya atau berada dalam radius jangkauannya. Dan itu termasuk musuh-musuhnya yang berada di dekatnya. Bila kemampuan musuhnya di bawah kesaktiannya maka hampir bisa dipastikan musuhnya akan tewas. Bila bisa bertahan maka akan mengalami cidera serius atau luka parah yang pada akhirnya akan merenggut jiwanya. Master Bayangan sudah membulatkan tekad untuk 'harakiri'. Situasi dan kondisi yang dialaminya saat ini memaksanya untuk melakukan pilihan fatal itu. Musuh-musuh yang dihadapinya kemampuannya diluar prakiraannya. Dua dari lima anak remaja itu, maksudnya Edi dan Edison, membuatnya terkejut. Awalnya dia mengira akan bisa menghadapi kelima anak remaja itu dan bisa membunuhnya, bila ada perkecualian maka itu adalah Al. Tapi nyatanya Al bisa dengan mudah tertipu oleh badan palsunya, begitu juga kedua remaja putri yang bersamanya. Edi dan Edison yang tidak diperhitungkan malah membuatnya terluka parah. Kedua anak remaja itu tidak tertipu oleh badan palsunya dan dengan mudah menemukan dirinya yang akan bersembunyi di dimensi bayangannya. Dan yang lebih mengejutkannya lagi, Edison bisa memanfaatkan kelengahannya dengan menyerangnya ketika dia melompat masuk kedalam dimensi persembunyiannya. Serangan Edison lebih cepat dari celah persembunyiannya yang akan menutup. Ketika dirinya mendarat di dalam ruang dimensi persembunyiannya, seberkas sinar hijau dari ujung pedang Mustika Kumala menembus tubuhnya. Dan ketika celah dimensi persembunyiannya tertutup, Master Bayangan melihat Edi meninju dimensi tempatnya bersembunyi. Dari dalam dimensi persembunyian orang bisa melihat apa saja yang ada di sekitarnya, seperti orang dan lain sebagainya, tetapi orang yang berada di luar tidak bisa melihat dimensi persembunyian apalagi melihat apa yang ada di dalamnya. Ketika celah tertutup maka secara otomatis dimensi persembunyian hilang dari pandangan dan aura orang yang ada di dalamnya pun tidak terdeteksi oleh orang-orang di sekitarnya. Secara teori dan apa yang dipahami oleh Master Bayangan, mestinya Edison dan Edi tidak bisa melihat dan mendeteksi keberadaannya. Namun teori itu dimentahkan ketika tiba-tiba Edi meninju dimensi persembunyiannya dan tepat mengenai sasarannya. Tinju Edi menghantam dimensi persembunyian dan menyebabkan guncangan dahsyat yang menyebabkan tubuh Master Bayang bagai dibanting-banting atau bisa digambarkan seperti cairan kuning telur yang masih berada di dalam telur yang berputar karena telurnya berputar dengan kecepatan ekstrem. Cairan kuning telur ikut berputar bagai di kocok mixer. Begitulah yang terjadi dengan tubuh Master Bayangan yang berada di dalam dimensi persembunyian. Selain itu, tinju Edi juga menyebabkan semua sistem dimensi persembunyian menjadi error yang berujung dengan meledaknya dimensi persembunyian Master Bayangan. Tinju Edi yang bisa menghantam dimensi persembunyian yang telah hilang secara visual bagai menghantam benda terlihat atau benda nyata adalah suatu penyimpangan teori yang dipahami semua pendekar di planet Mubi. Dimensi persembunyian yang telah menghilang maka 'mode siluman'nya aktif dan berubah menjadi bayang-bayang. Seperti yang telah dibahas pada chapter sebelumnya, benda apapun yang mengenainya maka akan bablas dan melewatinya. Berdasar teori itu, maka adegan asli yang seharusnya terjadi adalah tinju Edi bagai menghantam angin alias tidak berpengaruh apapun pada dimensi persembunyian Master Bayangan. Itu yang seharusnya terjadi. Tetapi teori itu menjadi error karena entah sebab apa atau karena faktor X (eks) yang tidak diketahui dan dipahami Master Bayangan hingga tinju Edi bisa mengenai dimensi persembunyiannya bagai menghantam benda nyata. |