Gay Bishop - Agree or disagree?

HomeForumDebatesGay Bishop - Agree or disagree?


#21
ToOn99 21 Oktober 2004 jam 5:55am  

Ok I'll be the one to play an antagonist character :D

Heysephia : Menurutku, semua animal itu bekerja berdasarkan instinct. Lagian mereka kan ngga ada "pedoman" seperti manusia (apalah bible, al-quran, morality, dll), jadi kalo mereka emang punya gay tendency, pasti akan mereka lakukan tanpa ragu-ragu. Lagipula most animal (i say most, soalnya ada pengecualian) have sex only for reproduction purpose. Jadi emang udah secara natural begitu. Not for pleasure.

- still nggak bisa mastiin kalo hewan nggak ada yang homo or gay :). emang bener hewan cuman ngikutin instinct, makanya instinctnya kalo mo "anu" yah dengan conventional way, kalo sama2 cuman punya penis gimana ? hewan kan nggak sama manusia bisa mikir alternative way of making love. ( sorry if it was too graphical)

Heysephia :Lah kalo ini justru lebih parah dong? Kalo emang dia bishop yang baik, whether he's gay or not, does it really matter? Why does he have to reveal it? Toh dia ngga bakal have sex with other gay men or other women.

- lebih parah dimana ?

Andrea : Kalau dalam agama Kristiani, apapun namanya, kebenaran mutlak adalah terletak pada apa yg tertulis di dalam holy bible. Dan kalau the holy bible sdh bilang kalau org gay adalah suatu hal yg dosa dan tidak bisa ditoleransi, maka tdk sepatutnya seorang penganut Kristiani menjadi gay...apalagi kalau dia adalah Bishop yg p sepantasnya menjadi panutan.

- seperti yang gue bilang sebelumnya holy bible mungkin aja bener nggak ada yang salah, tapi how we interpret its content might be wrong. bagaimanapun religion has to be flexible dan ikuti perkembangan jaman. contohnya, pihak gereja pernah mengklaim kalo bumi ini datar, sampe2 scientist kayak coppernicus di hukum mati, trus sempat menentang cloning, tapi pada akhirnya buat statement kalo cloning boleh asal bukan pada manusia. "tdk sepatutnya seorang penganut Kristiani menjadi gay...apalagi kalau dia adalah Bishop yg p sepantasnya menjadi panutan." suatu ungkapan yang too way personal opinion, apakah gay bukan manusia ? apakah gay nggak bisa berbuat baik, menolong orang ,dsb. Soal dia gay seperti kata jojon merupakan masalah pribadi dan tidak seharusnya menjadi main requirement to become a christian as long as mereka tidak melakukan hal2 yang melecehkan org lain or religion.

Azalae : diliat normal bukan dari pandangan sosial tapi dari organ reproduksi. netral aja secara natural, ga usah dari moral ato ajaran agama. butuh co + ce bukan co + co ato ce + ce. dari sini dengan jelas kita bisa liat kalo dimaksudkan manusia dipasangkan co + ce.

- In this case, gue cuman memberi contoh, gimana seandainya 1/3 penduduk bumi adalah gay. Since the number of gay keep growing, tidak tertutup kemungkinan bakal menyaingi jumlah straight people.

Azalae : binatang ga perlu ngomong preferencenya apa kan kita bisa saksikan sendiri. sampe sekarang ga ada orang yang pernah liat binatang have sex ama sesama gender.

- refer to my response to Heysephia.

Azalae : kehancuran moralitas suatu komunitas dimulai dari penerimaan dan toleransi hal yang merusak. misal mencuri ditoleransi lama2 semua orang jadi pencuri. terus terang gua ga bisa memandang homosexuals sebagai normal. mau dikucilkan juga kasian sih makanya gua juga ga jelek2in mereka. tapi ini hal penting posisi bishop. kaya seorang ce jatuh cinta ama bekas napi yah asal mereka saling cinta ga ngeganggu gua sih ga masalah. tapi kalo napi ini pengen jadi presiden wahhh nanti dulu.

- gue tidak pernah bilang kalo mencuri, membunuh bisa di toleransi. yang gue bilang kalo suatu community emang sudah terbiasa dengan membunuh suku laen yang masuk wilayah mereka dan memakan daging mereka, tidaklah heran kalo pemimpinnya adalah seorang pembunuh dan kanibal. Soal moralitas, tiap daerah, tiap wilayah punya nilai2 yang mereka junjung tinggi. Kalo bagi mereka kedaulatan wilayah merupakan salah satu hal yang mereka junjung tinggi, jadi according to morale value di daerah itu yah bunuh suku asing dan makan dagingnya tidak salah.
- kalo seandainya seorang napi mencalonkan dirinya jadi presiden, kan ada election, kalo emang hasil election dia jadi presiden dan dianya sukses memimpin negara apa salahnya kalo dia bekas napi, demikian halnya bishop, dia waktu menjadi bishop kan lewat proses juga, kalo dia emang seorang pemimpin yang baik mengapa tidak. yang gue pingin tanya, apakah gay bishop pernah ngajarin "hei murid2 ku jadi lah gay, kalo tidak jadi gay lu bakal masuk neraka !" , jawabnya tidak kan ? mereka mengajarkan hal2 yang baik. seorang pemimpin tidak harus sangat bersih dan total innocent, as long as mereka bisa membawa kebaikan bagi umat/pengikutnya.

Andrea : Betul sekali. Dengan didengungkannya kebebasan, yang ada semakin hari orang semakin cenderung utk toleransi terhadap apa saja, termasuk hal2 yang merusak.

- ini bukan masalah kebebasan, atau sok liberal, tapi reality. Buktinya sendiri pihak gereja juga berusaha untuk seflexible mungkin nanganin issue2. Yang ada sekarang, kehidupan sosial lebih complex dari pada 1000 tahun yang lalu.

pepe : But..... the problem is that this bishop is a moral teacher. Now, if there is a conflict in his belief and what he practices, which one will he teach? Is he going to preach to his pulpit that it is ok to be gay and follow his leads? Is he going to say that the Bible is wrong in condemning homosexuality? What consequence will this one man's action bring to the whole congregation? Will there be a schizm in the congregation? If we were to accept a gay bishop, will a gay (Cardinal, Pope, Grand Mufthi, Ayatollah, KH, ... ) be next in the acceptable list? Does equality worth all that in the spiritual world? I don't think so.

- Just like I said before, gay bishop never teaches his pupils to become a gay, he teaches his pupil the same way straight bishop teaches the pupils. if one day there was gay cardinal, pope, etc, we would have to accept that, because they are chosen from a process and the process was accepted by the majority of people.

Pepe : Is he going to say that the Bible is wrong in condemning homosexuality?

- Frankly, this is the hardest question from this thread. I have no idea how to answer this question. What I believe is, every bishop/ religious teacher has to face this dilemma at least once. How they solve this dilemma they have to hear their conscience.

#22
eeyore 21 Oktober 2004 jam 6:30am  

Kutip:
- seperti yang gue bilang sebelumnya holy bible mungkin aja bener nggak ada yang salah, tapi how we interpret its content might be wrong. bagaimanapun religion has to be flexible dan ikuti perkembangan jaman. contohnya, pihak gereja pernah mengklaim kalo bumi ini datar, sampe2 scientist kayak coppernicus di hukum mati, trus sempat menentang cloning, tapi pada akhirnya buat statement kalo cloning boleh asal bukan pada manusia. "tdk sepatutnya seorang penganut Kristiani menjadi gay...apalagi kalau dia adalah Bishop yg p sepantasnya menjadi panutan." suatu ungkapan yang too way personal opinion, apakah gay bukan manusia ? apakah gay nggak bisa berbuat baik, menolong orang ,dsb. Soal dia gay seperti kata jojon merupakan masalah pribadi dan tidak seharusnya menjadi main requirement to become a christian as long as mereka tidak melakukan hal2 yang melecehkan org lain or religion.
OT: di Alkitab tidak pernah dibilang kalau bumi itu datar, malah di buku Yesaya (klu ga salah) dibilang kalau bumi itu bulat dan di buku Ayub (klu ga salah jg) dibilang bumi digantungkan pada kehampaan. Jadi yg menjadi keputusan gereja, bukan selalu represent dari apa kata Alkitab. Hanya karena mereka organisasi terbesar yg mewakili orang yg percaya Alkitab, sering dianggap sama saja.

#23 avatar
andrea7974 21 Oktober 2004 jam 9:00am  

ToOn99 menulis:
Andrea : Kalau dalam agama Kristiani, apapun namanya, kebenaran mutlak adalah terletak pada apa yg tertulis di dalam holy bible. Dan kalau the holy bible sdh bilang kalau org gay adalah suatu hal yg dosa dan tidak bisa ditoleransi, maka tdk sepatutnya seorang penganut Kristiani menjadi gay...apalagi kalau dia adalah Bishop yg p sepantasnya menjadi panutan.

- seperti yang gue bilang sebelumnya holy bible mungkin aja bener nggak ada yang salah, tapi how we interpret its content might be wrong. bagaimanapun religion has to be flexible dan ikuti perkembangan jaman. contohnya, pihak gereja pernah mengklaim kalo bumi ini datar, sampe2 scientist kayak coppernicus di hukum mati, trus sempat menentang cloning, tapi pada akhirnya buat statement kalo cloning boleh asal bukan pada manusia.

The way how we interpret might be wrong. Again, kalau soal gay, rasanya itu JELAS tertulis dengan jelas dan stated not imply kalau homosexuality adalah salah.
Kalau soal bumi yang dulu sempat dikira pihak gereja adalah datar dan tidak bulat, harus diingat konteksnya pada saat itu Gereja Katolik Roma adalah semacam lembaga tertinggi yg mencampuri segala aspek kehidupan, termasuk ilmu pengetahuan, dan mrk merasa berhak utk menginterpretasikan alkitab berdasarkan cara mereka sendiri. Tetapi perlu diingat juga, bahkan di Holy Bible di kitab Ayub, Yesaya, dan beberapa kitab yg lain (kalau ketemu aku akan cari ayat2 persisnya dimana) ada tertulis (imply) kalau bumi itu bulat...dan tidak datar, sehingga orang tidak bisa mengukur jauhnya barat sampai timur. Dan harus diingat juga, kalau dari awal permulaan, org-org Jewish (termasuk juga Christopher Columbus) menggunakan Holy Bible sebagai pedoman dalam menentukan bumi itu bulat, shg mereka berlayar dari ujung ke ujung utk membuktikan apa yang dikatakan oleh Bible. So again.... pernyataan bumi datar itu datang dari MANUSIA dalam bentuk lembaga Gereja Katolik Roma pada saat itu, dan bukan pernyataan murni dari Bible.

Seperti juga soal cloning...di Bible memang tdk pernah stated langsung soal cloning. Dan andai Pope bicara soal cloning, itu adalah interprestasi POPE sbg manusia yg beragama, bukan pernyataan dari Bible.

ToOn99 menulis:
"tdk sepatutnya seorang penganut Kristiani menjadi gay...apalagi kalau dia adalah Bishop yg p sepantasnya menjadi panutan." suatu ungkapan yang too way personal opinion, apakah gay bukan manusia ? wer this question. What I believe is, every bishop/ religious teacher has to face this dilemma at least once. How they solve this dilemma they have to hear their conscience.
I'm not saying gay bukan manusia. Aku sebaliknya berpendapat bahwa menjadi gay atau tdk adalah keputusan personal seseorang, and I don't care.
Tapi kalau untuk menjadi bishop, seperti yang aku katakan sebelumnya. Itu adalah seperti aku menjadi koruptor, yang kemudian menjadi hakim dan kemudian aku mengatakan: "Korupsi adalah hal yang bertentangan dengan Undang-Undang"
Dalam kasus gay bishop, dia adalah spt hakim yg tahu Undang-Undang dgn jelas (Holy Bible), kalau dia tdk mau menerima kalau homosexuality adalah sesuatu yg salah dalam agama yg dia peluk,...ya sebaiknya dia buang aja dong itu agamanya dia. Menjadi orang tdk bisa deh setengah-setengah. There's no gray area in this case, it's only black or white.

#24
Azalae 21 Oktober 2004 jam 10:55am  

disuruh pilih gay bishop ato yang suka melakukan pelecehan sexual yah ga pilih keduanya dong. seperti pilih mati pake racun ato mati gantung diri yah ga pilih sama sekali. idup masih enak kok. mending ga punya bishop daripada maksain diri pilih tapi hasilnya jelek.

masalah binatang homosexual, sampe sekarang gua ga pernah liat sendiri ato dengar dari manapun. ada yang pernah liat binatang homo ga?

biarpun dunia akhirnya terisi 1/3 homosexuals tetap kelamin cuma ada dua jenis, co + ce. makanya dinamain homosexual, karena berhubungan dengan sesama jenis: homo = sama.

tentang daerah lain mempunyai kebiasaan lain. kan kita bahas tentang kebiasaan kita sendiri di sini. di beberapa daerah pedalaman juga ada yang amat sangat anti ama homosexuals. misal kita bawa2 kebiasaan lain, di beberapa daerah ini nasib si gay bishop pasti berakhir lebih teragis. emang di sana ga akan ada debat kaya gini, soalnya langsung dirajam pake batu.

seseorang yang diikuti tidak hanya mengajar dengan ceramah tapi juga tingkah laku. misal ABC ngajar jangan korupsi tapi dia sendiri korup besar, nah bawahannya bakalan korup ato ga hayoo.

sebenarnya dunia sekarang ama dulu ga beda. dunia kita bukan menjadi lebih complex, cuma beda aja. kemerosotan gereja bukanlah tidak mengikuti jaman tapi gara2 banyak priest, bishop, bahkan pope sendiri yang korup. gereja awal semua pengikut Tuhan berjalan kaki pake baju compang camping untuk melayani dan menyebar kabar gembira. nah sekarang malah ngumpulin duit dan duduk santai di kursi empuk dilapisi emas. kalo penggembala males tidur mulu pasti gembalanya bakalan ilang tersesat ato abis dimakan srigala kan. yang perlu dirubah bukanlah cara menggembala tapi kebiasaan penggembala ini.

#25
ToOn99 21 Oktober 2004 jam 12:50pm  

To eeyore : why I told u, mungkin nggak ada yang salah sama isi bible, cuman orang yg menginterpretasikannya yang salah.

andrea says : The way how we interpret might be wrong. Again, kalau soal gay, rasanya itu JELAS tertulis dengan jelas dan stated not imply kalau homosexuality adalah salah.

- dari kata "rasanya", gue dapat idea seperti debate antara Ross vs Phoebe, are there any slightiest and tiniest bit that people misinterpreted this part ? the answer should be yes since nothing 100% sure in this world.

andrea says : Kalau soal bumi yang dulu sempat dikira pihak gereja adalah datar dan tidak bulat, harus diingat konteksnya pada saat itu Gereja Katolik Roma adalah semacam lembaga tertinggi yg mencampuri segala aspek kehidupan, termasuk ilmu pengetahuan, dan mrk merasa berhak utk menginterpretasikan alkitab berdasarkan cara mereka sendiri. Tetapi perlu diingat juga, bahkan di Holy Bible di kitab Ayub, Yesaya, dan beberapa kitab yg lain (kalau ketemu aku akan cari ayat2 persisnya dimana) ada tertulis (imply) kalau bumi itu bulat...dan tidak datar, sehingga orang tidak bisa mengukur jauhnya barat sampai timur. Dan harus diingat juga, kalau dari awal permulaan, org-org Jewish (termasuk juga Christopher Columbus) menggunakan Holy Bible sebagai pedoman dalam menentukan bumi itu bulat, shg mereka berlayar dari ujung ke ujung utk membuktikan apa yang dikatakan oleh Bible. So again.... pernyataan bumi datar itu datang dari MANUSIA dalam bentuk lembaga Gereja Katolik Roma pada saat itu, dan bukan pernyataan murni dari Bible.
Seperti juga soal cloning...di Bible memang tdk pernah stated langsung soal cloning. Dan andai Pope bicara soal cloning, itu adalah interprestasi POPE sbg manusia yg beragama, bukan pernyataan dari Bible.

-dan tidak bisa dipungkiri kalo statement dari lembaga tinggi gereja kerap kali menutup conscience para umat, makanya hal itu bisa terjadi. jadi disini bisa keliatan kan kalo pemimpin agama/ pemimpin apa saja tidak harus perfect luar dalam, itu gunanya conscience. itu gunanya manusia dikasih hati nurani, bukan cuman buat didikte kamu do this, do that, don't do that, dont do this. Jadi bisa nilai, orang ini bener-bener berbuat salah apa nggak. After all, what stated in one book can't possibly cover all matters in this life. (again, no offense here), if it covered all that matters, one should question how well we grasp that very brief statements.

andrea says : I'm not saying gay bukan manusia. Aku sebaliknya berpendapat bahwa menjadi gay atau tdk adalah keputusan personal seseorang, and I don't care.
- dari ungkapan gay tidak sepatutnya menjadi christiani kelihatan kalo gay tidak dianggap sebagai mahluk yang setara dengan straight person. Once again, if u ask gay person, why they wanna be gay, they might kill you immediately :D, no one wanna be gay, they become gay bcos the situation and condition make them gay.

andrea says : Tapi kalau untuk menjadi bishop, seperti yang aku katakan sebelumnya. Itu adalah seperti aku menjadi koruptor, yang kemudian menjadi hakim dan kemudian aku mengatakan: "Korupsi adalah hal yang bertentangan dengan Undang-Undang"
Dalam kasus gay bishop, dia adalah spt hakim yg tahu Undang-Undang dgn jelas (Holy Bible), kalau dia tdk mau menerima kalau homosexuality adalah sesuatu yg salah dalam agama yg dia peluk,...ya sebaiknya dia buang aja dong itu agamanya dia. Menjadi orang tdk bisa deh setengah-setengah. There's no gray area in this case, it's only black or white.

-yang bener-bener tidak bisa dimengerti, gimana sih caranya bisa berpikir being gay ~ being koruptor, seorang koruptor tau kalo dia bertentangan dengan undang2, tau kalo itu salah, dan punya kemampuan untuk menghindari korupsi kalo dia mau dan niat. sebaliknya being gay, mereka tau kalo mereka tidak benar menurut bible, but they just can't help it. this is just out of their hand, bukan sesuatu yang kalo mo berubah dan niat, CHICINNNNNG langsung jadi straight.
- only black and white ??? come on lets see the reality, di dunia ini mana ada yang 100 % jahat, 100 % baik. kalo lu suka silat, feng shui and other chinese stuff, keliatan kan tidak ada yang pure Yang or pure Yin , that's how the reality is.

Azalae : disuruh pilih gay bishop ato yang suka melakukan pelecehan sexual yah ga pilih keduanya dong. seperti pilih mati pake racun ato mati gantung diri yah ga pilih sama sekali. idup masih enak kok. mending ga punya bishop daripada maksain diri pilih tapi hasilnya jelek.

- come on, secara tidak langsung kamu menyetarakan seorang gay sama dengan orang yang suka melakukan pelecehan seksual.

azalae says : biarpun dunia akhirnya terisi 1/3 homosexuals tetap kelamin cuma ada dua jenis, co + ce. makanya dinamain homosexual, karena berhubungan dengan sesama jenis: homo = sama.

- once again cuman illustration, oke gue terangin dari very simple case about toilet. seandainya penduduk bumi 1/3 laki, 1/3 perempuan, 1/3 gay (lesbian and homo). laki2 nggak mungkin mau share toilet dengan homo gitu juga cewek mungkin nggak mau share toilet dengan lesbian. jadi mungkin aja kalo komposisi penduduk bumi sudah seperti ini, nanti toilet ada 4 macem, pria, wanita, lesbian, and homo. anyway, this is just for fun though, nothing to do with gay bishop.

azalae says :tentang daerah lain mempunyai kebiasaan lain. kan kita bahas tentang kebiasaan kita sendiri di sini. di beberapa daerah pedalaman juga ada yang amat sangat anti ama homosexuals. misal kita bawa2 kebiasaan lain, di beberapa daerah ini nasib si gay bishop pasti berakhir lebih teragis. emang di sana ga akan ada debat kaya gini, soalnya langsung dirajam pake batu.

- once again, gue ngungkit kebiasaan penduduk daerah tertentu buat illustrasi kalo cara kita menilai sesuatu, mengejudge sesuatu apakah benar atau salah selalu dipengaruh nilai2 morale yang berlaku di tempat kita tinggal. Jadi kenapa gay dianggap salah, karena nilai moral yang ada saat ini belum siap menerima suatu diversity like that.

azalae says :seseorang yang diikuti tidak hanya mengajar dengan ceramah tapi juga tingkah laku. misal ABC ngajar jangan korupsi tapi dia sendiri korup besar, nah bawahannya bakalan korup ato ga hayoo.

- koruptor ~gay :D, liat penjelasan diatas.

azalae says : sebenarnya dunia sekarang ama dulu ga beda. dunia kita bukan menjadi lebih complex, cuma beda aja. kemerosotan gereja bukanlah tidak mengikuti jaman tapi gara2 banyak priest, bishop, bahkan pope sendiri yang korup. gereja awal semua pengikut Tuhan berjalan kaki pake baju compang camping untuk melayani dan menyebar kabar gembira. nah sekarang malah ngumpulin duit dan duduk santai di kursi empuk dilapisi emas. kalo penggembala males tidur mulu pasti gembalanya bakalan ilang tersesat ato abis dimakan srigala kan. yang perlu dirubah bukanlah cara menggembala tapi kebiasaan penggembala ini.

- once again, jadi bener kan kalo pemimpin agama tidak harus sempurna luar dalam, buktinya masih byk orang yang tidak jadi koruptor, masih byk orang yang tidak menipu duit orang. dengan kata laen kalo gurunya gay, si murid tidak harus jadi gay kan ?

#26
eeyore 21 Oktober 2004 jam 1:20pm  

Kutip:
To eeyore : why I told u, mungkin nggak ada yang salah sama isi bible, cuman orang yg menginterpretasikannya yang salah.
bukan salah interprestasi, tapi TIDAK DIBACA kitab sucinya.

#27
Azalae 21 Oktober 2004 jam 2:06pm  

ToOn99 menulis:
once again, jadi bener kan kalo pemimpin agama tidak harus sempurna luar dalam, buktinya masih byk orang yang tidak jadi koruptor, masih byk orang yang tidak menipu duit orang. dengan kata laen kalo gurunya gay, si murid tidak harus jadi gay kan ?
aduhh lagi buruan mau cabut jadi gua reply sekilas ini dulu yah, sisanya menyusul.

gua bingung contoh gua kok bisa nyambung ke 'kalo pemimpin agama tidak harus sempurna luar dalam'. maksud gua tuh tadi kan ditulis gereja mulai flexible soalnya banyak umat pergi karena ajaran tidak mengikuti jaman dan dunia sudah lebih complex. nah gua balas: sebenarnya tidak terlalu beda banyak sekarang ama 1000 taon lalu (dalam hal sosial loh bukan perkembangan teknologi). menurut gua umat banyak hilang karena pastor, bishop, pope, dllnya lebih mementingkan hal duniawi tidak seperti awal2 dulu yang benar2 demi Tuhan melayani dan menyebar ajaran Tuhan.

yang mestinya harus dilakukan adalah kembali seperti itu. bukannya harus ngikuti apa yang lagi populer. sekarang lagi ngencar2nya persamaan hak antar heterosexuals dan homosexuals, gereja jangan jadi flexible ikutan dukung homosexual supaya kembali populer.

btw toon, pake [ quote ] dong susah nih bacanya. :p

#28
hey_sephia 21 Oktober 2004 jam 2:26pm  

iya ho'oh bingung nih bacanya.. aku bales yg khusus buat hey_sephia aja yah :D

ToOn99 menulis:
- still nggak bisa mastiin kalo hewan nggak ada yang homo or gay :). emang bener hewan cuman ngikutin instinct, makanya instinctnya kalo mo "anu" yah dengan conventional way, kalo sama2 cuman punya penis gimana ? hewan kan nggak sama manusia bisa mikir alternative way of making love. ( sorry if it was too graphical)
Ini di luar hewan2 yang asexual yah, maksudku yang jelas2 ada jenis kelamin jantan dan betina. Kalo sesama jenis, mereka justru merasa "bersaing". Selama ini rajin liat discovery channel, kalo emang ada phenomena gay di hewan, pasti udah sering dimuat dong!

ToOn99 menulis:
Heysephia :Lah kalo ini justru lebih parah dong? Kalo emang dia bishop yang baik, whether he's gay or not, does it really matter? Why does he have to reveal it? Toh dia ngga bakal have sex with other gay men or other women.

- lebih parah dimana ?

parahnya, kalo tadinya dia ga tau kalo gay, abis jadi bishop baru nyadar kalo dirinya gay -> nah tujuannya dia bilang ke public itu apa? Mau berharap supaya ada orang gay yang tertarik ama dia? bukannya bishop ga boleh nikah, apalagi have sex?
-- makanya aku tanya, ini gereja anglican bishop boleh nikah apa ngga, boleh have sex apa ngga. kalo boleh, ya forget it lah..

But it brings me to another point:
Kalo "head of Anglican church" (= setaraf ama Pope di Catholic church) adalah Queen of England (yg nyata2 adalah manusia biasa without religious background), kenapa a religious gay person ngga boleh jadi bishop? :?

#29 avatar
andrea7974 21 Oktober 2004 jam 2:32pm  

ToOn99 menulis:
- only black and white ??? come on lets see the reality, di dunia ini mana ada yang 100 % jahat, 100 % baik. kalo lu suka silat, feng shui and other chinese stuff, keliatan kan tidak ada yang pure Yang or pure Yin , that's how the reality is.
emang betul tdk ada 100% baik dan 100% jahat. Tp dlm memutuskan apakah seseorang mau memilih suatu agama, itu adalah keputusan 100%, mau terima atau tidak. Kalau aku mau jadi penganut agama Jewish, (umpamanya), maka aku jg hrs menerima konsekwensi utk menjaga makanan yg kosher (halal, haram), tdk boleh setengah2.
Kalau mau jadi Kristiani,..ya jgn jadi gay! simple aja kan?

Soal gay...itu bukan soal terlahir atau tdk..itu semua adalah PILIHAN. Kalau memang ada kelainan hormon, dll. dgn kemajuan teknologi, semuanya bisa diobati dan diterapi..kalau mau. kalau tidak mau???? ya sdhlah..just be a gay!

#30
Jojon 21 Oktober 2004 jam 7:01pm  

Why... I can't understand this principle, why a gay can't be a christian ?
It's his own choice right ? So if he wants to be a christian, why would you reject him ?
Sejauh yg gue tangkap,definisi gay ini adalah : kecenderungan untuk lebih menyukai sesama jenis. Toon bener, ngga ada yg 100 % hitam dan putih, pasti selalu ada grey area... Skrg gini deh biasa kan kalo wanita itu XX, pria itu XY (kromosom), ngga mungkin pas pembuahan itu 100 % semua akan berhasil sukses, siapa tau ada yg jadinya YY ? who knows ?Salah sapa itu ? apa salah dia, karena dia memilih untuk dilahirkan ? Ato salah yg buat ? Kalo misalnya kita (amit2 ini mah jangan sampe kejadian deh) punya anak yg kebeneran cenderung homosexual, apa mo kita umpet2in terus dibilangin anak durhaka, anak berdosa ? Kalo misalnya dia bilang dia kepingin menjadi pendeta/pastor karena dia ingin "menebus dosa"nya, apa kita bakal larang, karena pastur/pendeta ngga boleh homosexual ?
Kadang2 kelainan seseorang ngga bisa dipaksakan begitu aja, misal ada orang kidal, tapi dipaksa ama orang tuanya buat nulis pake tangan kanan, mungkin aja dia bisa, tapi apa dalam hatinya dia ngga merasa tersiksa ?

#31
eeyore 21 Oktober 2004 jam 8:13pm  

Jojon menulis:
Why... I can't understand this principle, why a gay can't be a christian ?
It's his own choice right ? So if he wants to be a christian, why would you reject him ?
Sejauh yg gue tangkap,definisi gay ini adalah : kecenderungan untuk lebih menyukai sesama jenis. Toon bener, ngga ada yg 100 % hitam dan putih, pasti selalu ada grey area... Skrg gini deh biasa kan kalo wanita itu XX, pria itu XY (kromosom), ngga mungkin pas pembuahan itu 100 % semua akan berhasil sukses, siapa tau ada yg jadinya YY ? who knows ?Salah sapa itu ? apa salah dia, karena dia memilih untuk dilahirkan ? Ato salah yg buat ? Kalo misalnya kita (amit2 ini mah jangan sampe kejadian deh) punya anak yg kebeneran cenderung homosexual, apa mo kita umpet2in terus dibilangin anak durhaka, anak berdosa ? Kalo misalnya dia bilang dia kepingin menjadi pendeta/pastor karena dia ingin "menebus dosa"nya, apa kita bakal larang, karena pastur/pendeta ngga boleh homosexual ?
Kadang2 kelainan seseorang ngga bisa dipaksakan begitu aja, misal ada orang kidal, tapi dipaksa ama orang tuanya buat nulis pake tangan kanan, mungkin aja dia bisa, tapi apa dalam hatinya dia ngga merasa tersiksa ?
Klu km liat ayat yg aku kutip di awal thread ini jelas deh jawabanya kenapa tidak bisa. Klu memang jadi gay itu normal, Sodom dan Gomorah tidak akan di binasakan langsung sama Allah.

#32
Jojon 21 Oktober 2004 jam 8:54pm  

Mm..kalo misalnya kita entah kenapa tau2 ada dorongan suka ama sesama, terus gimana ? apa kita berdosa ? :D
Kalo gue bilang sih mesti liat case by case, ngga bisa menyamaratakan semua kalo gay itu dosa :)
Biarpun dia gay, kalo dia bisa menjaga tingkah lakunya dia, masih bermoral (ngga maen 513 *tangga nada*), terus tingkah lakunya lebih baik daripada orang normal yg brengsek, why must we condemned him ? We are not gods, kita ngga bisa menyatakan seseorang itu berdosa menurut pandangan kita yg sama2 orang berdosa, semua kan tergantung Tuhan :)

#33
izaku 21 Oktober 2004 jam 9:10pm  

sepanjang gay tp gak 513, rasanya sih kaga papa yah, artinya kan dia gak berbuat dosa (dlm hal dosa melakukan hubungan seksual lho)
pula, kita kan manusia biasa juga, jd pst sama2 ada dosa lah :), gak bisa ngejudge apa gay itu dosa or gak

#34 avatar
pepe haliwell 22 Oktober 2004 jam 3:05am  

I have always said that for common folks like you and I, I don't care what one does or one's personal preference is as long as one doesn't do harm to me or my immediate surrounding. I can tolerate it, but I can't condoned it. I don't care if my neighor is gay, but I probably won't be around him much. I will draw my line in the sand however if he is on to me. But ...... I don't think the question posted in this thread is: Is it ok to be gay?

In this particular case, the gay person in question happened to be a Bishop. I can't say that I don't care if my bishop, a person with a power to influence the general masses, is gay. Leaders, especially spiritual leaders, must be able to teach what they believe by examples, and what better examples are there to look at than seeing at what he or she practices in his or her daily lifes. And this is the area where I have problem with. I don't agree that this particular daily life is to be condoned, and surely I can't say that he can provide a good example to young people to follow.

Toon: " Just like I said before, gay bishop never teaches his pupils to become a gay, he teaches his pupil the same way straight bishop teaches the pupils. "

Yes, he can always do that, and as a matter of fact he should. But one of those days, he must also face and answer the question to the contradiction between his action and the condemnation of his action by the book that the he swears to be the "truth".

Toon: "if one day there was gay cardinal, pope, etc, we would have to accept that, because they are chosen from a process and the process was accepted by the majority of people."

Unfortunately religious order is not a democratic society per se. You and I have no voice on who will be chosen as our bishop. I don't think the masses will stand for it. In the best case scenario, people will move to other "compatible" churches, but in the worst case scenario, there will be a revolt within the ranks and files that will lead to a schizm. Either ways, the church in general stand to loose. Is this risk worth it?

#35
eeyore 22 Oktober 2004 jam 5:37am  

Jojon menulis:
Mm..kalo misalnya kita entah kenapa tau2 ada dorongan suka ama sesama, terus gimana ? apa kita berdosa ? :D
Kalo gue bilang sih mesti liat case by case, ngga bisa menyamaratakan semua kalo gay itu dosa :)
Biarpun dia gay, kalo dia bisa menjaga tingkah lakunya dia, masih bermoral (ngga maen 513 *tangga nada*), terus tingkah lakunya lebih baik daripada orang normal yg brengsek, why must we condemned him ? We are not gods, kita ngga bisa menyatakan seseorang itu berdosa menurut pandangan kita yg sama2 orang berdosa, semua kan tergantung Tuhan :)
Kutip:
Atau tidak tahukan kamu, bahwa orang2 yg tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Keajaan Allah?
Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
Kalau kita ada dorongan untuk mencuri, membunuh atau menjarah, terus gimana? apakah kita berdosa? ;) Kalau orang kikir, pemabuk, pemfitnah, penipu saja sudah disamakan dengan penyembahan berhala, padahal kalau kita perhatikan kesalahan mereka tidak selalu merugikan orang lain secara langsung, tp itu sudah jelas dibilang mereka tidak mendapat bagian dari Kerajaan Allah atau di condemn sama Allah.

Memang, pengadilan ada ditangan Allah, kita tidak menjudge orang kenapa dan mengapa dan bagaimana. Seperti yg di point sama pepe, yg jadi masalah disini adalah orang yang menjadi gay ada orang yg seharusnya menjadi pemimpin secara rohani. Bisa saja kita tidak perduli apa dan bagaimana seseorang selama ia baik dan tidak mengganggu kita, tp bagaimana kalau kita itu mengganggu kita, apa baru kita mengambil tindakan? sekali lagi tidak ada unsur sara dalam diskusi ini, tapi hanya pendapat semata, bagaimana mungkin seseorang yg seharusnya menjadi pemimpin spiritual jelas-jelas melanggar apa yg dilarang oleh Tuhan yang ia sembah ( I assume everyone agree that homosexuality is condemn by God). Juga sepanjang pendengeran saya (bisa salah) orang yg hidup sebagai gay memiliki gaya hidup promiscuity, kalau tidak dari mana mereka tahu mereka gay atau bukan?

But everyone entitled for their own opinion. :aderai: That's why we have freewill.

**btw gaya hidup 513 apa yah? :?

#36
ToOn99 22 Oktober 2004 jam 7:31am  

Kutip:
sephia says : ini di luar hewan2 yang asexual yah, maksudku yang jelas2 ada jenis kelamin jantan dan betina. Kalo sesama jenis, mereka justru merasa "bersaing". Selama ini rajin liat discovery channel, kalo emang ada phenomena gay di hewan, pasti udah sering dimuat dong!
- karena kita tidak bisa mengerti kehidupan dan tingkah laku hewan sebaik kita mengerti manusia, jadi gue anggap ada tidaknya hewan homo nggak pasti. :)

Kutip:
nah tujuannya dia bilang ke public itu apa? Mau berharap supaya ada orang gay yang tertarik ama dia? bukannya bishop ga boleh nikah, apalagi have sex?
- don't really understand human psychology, I suspect, it is really tiring to not become you in front of other people. once again, not so sure.

Kutip:
emang betul tdk ada 100% baik dan 100% jahat. Tp dlm memutuskan apakah seseorang mau memilih suatu agama, itu adalah keputusan 100%, mau terima atau tidak. Kalau aku mau jadi penganut agama Jewish, (umpamanya), maka aku jg hrs menerima konsekwensi utk menjaga makanan yg kosher (halal, haram), tdk boleh setengah2.
Kalau mau jadi Kristiani,..ya jgn jadi gay! simple aja kan?

Soal gay...itu bukan soal terlahir atau tdk..itu semua adalah PILIHAN. Kalau memang ada kelainan hormon, dll. dgn kemajuan teknologi, semuanya bisa diobati dan diterapi..kalau mau. kalau tidak mau???? ya sdhlah..just be a gay!

- cuman pingin tanya siapa saja sih yang kristiani sini, apakah kalian sudah merasa kalo kalian bener2 100% jalanin jalan sebagai truely christian ? I don't know the answer, but surely you know.
- I mentioned before, ngobatin gay emang kayak terapi orang yang abis patah kaki/ patah tangan? kalo cuman patah tangan, physiotherapy will do, setiap gerakan otot2 dan tulang bisa di simulate, kalo udah jadi gay apanya yang mo disimulate, mo ganti DNA ( emang ada teknologi ganti DNA kayak ban serep). cuman contoh loh yah! supposed gay = normal, straight = abnormal, apakah kita2 yang straight akan gampang gitu aja di convert jadi gay ? chancenya berapa gede kalo pergi ke psikolog paling tenar deh ?

Kutip:
n this particular case, the gay person in question happened to be a Bishop. I can't say that I don't care if my bishop, a person with a power to influence the general masses, is gay. Leaders, especially spiritual leaders, must be able to teach what they believe by examples, and what better examples are there to look at than seeing at what he or she practices in his or her daily lifes. And this is the area where I have problem with. I don't agree that this particular daily life is to be condoned, and surely I can't say that he can provide a good example to young people to follow.
- What does spiritual leaders teach other ? how to love other people, perform good living, blah....blah... (everything good will do). I think, they won't face any dificulty to give any example in real life since they don't have to teach people to give sex education :D. This is just my simple point of view though :p

Kutip:
Yes, he can always do that, and as a matter of fact he should. But one of those days, he must also face and answer the question to the contradiction between his action and the condemnation of his action by the book that the he swears to be the "truth".
- I can't really answer this question as I said before, this is the hardest question in this thread, perhaps the only approach I can give is , do all the priest, bishop, pope, or whatever (don't really know about their ranks) always agree 100% with the bible in reality ? Just wanna emphasize the reality words here, that's why I mentioned before, I believe every religious leader or any leader if that's matter have to face at least one dilemma, and they have to hear their conscience to get pass this dilemma.

Kutip:
Unfortunately religious order is not a democratic society per se. You and I have no voice on who will be chosen as our bishop. I don't think the masses will stand for it. In the best case scenario, people will move to other "compatible" churches, but in the worst case scenario, there will be a revolt within the ranks and files that will lead to a schizm. Either ways, the church in general stand to loose. Is this risk worth it?
- I know it isn't democratic society, but there is a process to choose these people and we have to accept the process since it is the way they work.
- Perhaps it is time to start a new revolution. We don't know if we never try. dont really know about christian history, but I think when martin luther king did something revolutionary, I believe the orthodox side would have thought was it worth it or not . And now, the majority of people must say " it's worth it ". (correct me about this, if I am wrong, christian history isn't my field).

Kutip:
Kalau kita ada dorongan untuk mencuri, membunuh atau menjarah, terus gimana? apakah kita berdosa? Kalau orang kikir, pemabuk, pemfitnah, penipu saja sudah disamakan dengan penyembahan berhala, padahal kalau kita perhatikan kesalahan mereka tidak selalu merugikan orang lain secara langsung, tp itu sudah jelas dibilang mereka tidak mendapat bagian dari Kerajaan Allah atau di condemn sama Allah.
- the root of everything comes from our mind, jadi kalo mikir untuk mencuri sudah pasti dosa.

Kutip:
Memang, pengadilan ada ditangan Allah, kita tidak menjudge orang kenapa dan mengapa dan bagaimana. Seperti yg di point sama pepe, yg jadi masalah disini adalah orang yang menjadi gay ada orang yg seharusnya menjadi pemimpin secara rohani. Bisa saja kita tidak perduli apa dan bagaimana seseorang selama ia baik dan tidak mengganggu kita, tp bagaimana kalau kita itu mengganggu kita, apa baru kita mengambil tindakan? sekali lagi tidak ada unsur sara dalam diskusi ini, tapi hanya pendapat semata, bagaimana mungkin seseorang yg seharusnya menjadi pemimpin spiritual jelas-jelas melanggar apa yg dilarang oleh Tuhan yang ia sembah ( I assume everyone agree that homosexuality is condemn by God). Juga sepanjang pendengeran saya (bisa salah) orang yg hidup sebagai gay memiliki gaya hidup promiscuity, kalau tidak dari mana mereka tahu mereka gay atau bukan?

But everyone entitled for their own opinion. That's why we have freewill.

- that's human, selalu memikirkan dirinya sendiri :p
- bener dia melanggar, but they just can't help it, karena pelanggaran yang dia lakukan bukan karena dia ingin jadi gay tapi emang dari sononya dan there is no way to fix it.
- yes everyone has freewill, oleh karena itu kalo ada orang yang ingin berbuat baik, berikan dia kesempatan.

Kutip:
**btw gaya hidup 513 apa yah?
so -----do------mi
clear know :D

#37 avatar
pepe haliwell 22 Oktober 2004 jam 8:03am  

Kutip:
- What does spiritual leaders teach other ? how to love other people, perform good living, blah....blah... (everything good will do). I think, they won't face any dificulty to give any example in real life since they don't have to teach people to give sex education :D. This is just my simple point of view though :p
But what do you tell your kid when he or she accidently sees that the "holy" bishop is kissing another man. That it is OK? That it is not against your religion?

Kutip:
- I know it isn't democratic society, but there is a process to choose these people and we have to accept the process since it is the way they work.
- Perhaps it is time to start a new revolution. We don't know if we never try. dont really know about christian history, but I think when martin luther king did something revolutionary, I believe the orthodox side would have thought was it worth it or not . And now, the majority of people must say " it's worth it ". (correct me about this, if I am wrong, christian history isn't my field).
Revolution can be a two edged sword. Before MLK, Maximillien Robespierre started a revolution demanding equality for poor people that degenerated into chaos and led to the death of many people. Are you requesting that people starts a revolution demanding equality for gay preachers?

#38
ToOn99 26 Oktober 2004 jam 4:38pm  

But what do you tell your kid when he or she accidently sees that the "holy" bishop is kissing another man. That it is OK? That it is not against your religion?
- I think I'll explain to them that's the reality is. There are men who love women and there're also men/women who love the same kind as they are..We can't prevent our children to see the scene like that, they'll know about it someday anyway.

Revolution can be a two edged sword. Before MLK, Maximillien Robespierre started a revolution demanding equality for poor people that degenerated into chaos and led to the death of many people. Are you requesting that people starts a revolution demanding equality for gay preachers?
- yes I am, but I didn't guarantee it will be a success and going well. Of course there's possibility to turn out really bad just like u said.

Oke, this is the last time I am responding this thread, since actually I feel really bad arguing with some people here. Seems like I was bashing their religion and their belief, so if it sounds like that, pls forgive me, I didn't mean to bashing your belief.

#39
Jojon 26 Oktober 2004 jam 8:58pm  

It's okay toon, different people have different opinions, even for people in the same religion as well :D

#40
justice_121 27 November 2004 jam 2:02am  

lagi-lagi.... ini sama topik ilmu sosial dasar semester kmaren.
menurutku sulit juga bilang bener/ salah. soalnya pasti ada yang jadi gay karena dianya sendiri yang salah (dibuat sendiri), ada juga yang memang dari bawaannya. kalo memang dia dilahirkan hormonnya beda sama cowo normal (kalo ga salah xxy ato apa), brarti itu kan memang takdirnya dia. biarpun di dunia cuman ada cowo cewe, tapi pada kenyataannya ada yang memang kelainan sehingga bukan 100% cowo. kalo gitu gimana mau nyalahin orangnya? kan lebih masuk akal kalo dianya yang nyalahin takdir, knapa kok dia dilahirkan begitu. sedangkan kalo yang dibuat sendiri ya tidak dapat dimaafkan lah....